Khanza, wanita lugu berkacamata, yang memiliki perasaan kepada seorang pria tampan di sekolah nya,
akan kah Khanza bisa mendapatkan cinta nya itu ?
yuk selalu di intip cerita nya ☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siltia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Reno tampan juga yah
"Caca, apa setiap hari Lo di perlakukan seperti ini ?" tanya ria saat mereka sedang duduk di bawah pohon beringin besar di belakang sekolah mereka.
"tidak kok ria, biasanya mereka baik semua sama Caca, hanya hari ini saja seperti itu, sebab Caca melakukan kesalahan terhadap Mona..." ujar Caca berbohong, ia tak ingin ria mengetahui bahwa ia memang menjadi korban pembulian selama bersekolah.
"kamu tidak bohong kan ca ?" tanya ria meyakinkan.
"Caca tidak bohong kok ria, ria percaya kan sama Caca...?" ucap Caca kembali dan ria pun mengangguk hingga membuat Caca lega seketika.
"emang masalah apa yang Lo lakuin hingga cewek itu marah-marah seperti tadi ?" tanya ria, sedang kan Caca hanya diam karena ia juga tak tahu sebab yang membuat papi Mona memarahi anak nya.
"kenapa Lo diam ?" tanya ria lagi, karena Caca tak mengucapkan sepatah kata apapun sebagai alasan nya.
"Caca dan Mona hanya..." dia tak tahu harus beralasan apa saat ini, sesaat Caca berusaha ingin memikirkan alasannya, seorang pria telah datang menghampiri nya.
"Caca, kamu nggak apa-apa kan ?" tanya lelaki itu mengendap-endap melirik ke semua arah.
"Reno..." ucap Caca bahagia.
"Caca nggak apa-apa kok ! Reno kenapa kesini, nanti teman-teman Reno akan membuli Reno loh kalau tahu Reno menemui caca..." ujar Caca cemas sambil ikut melirik kesemua arah, memastikan tidak ada yang melihat kehadiran Reno di sini.
"dia siapa ca ?" tanya ria, wanita cantik itu seketika kagum dengan kegantengan Reno, Reno adalah ketua tim basket dan ia juga mengikuti semua olahraga lain di sekolah ini, hingga ia memiliki tinggi dan ukuran badan yang sangat atletis.
"ouh iya, Caca lupa hehe..." ujar Caca menepuk jidat nya.
" Reno, kenalin ini sahabat Caca, nama nya ria, dan ria, ini adalah anak majikan nya Mak, nama nya Reno, dia saudara kembar nya Mona..." jelas Caca.
" Reno..." ucap Reno berjabat tangan dengan ria dan ria pun membalas jabatan tangan Reno.
"gue ria..." ujar ria membalas.
"ouh iya, by the way Lo kembaran nya Mona yang sakiti Caca tadi kan ?" tanya ria meyakinkan, Reno hanya diam dan menunduk merasa bersalah, tidak bisa membantu Caca tadi nya
"maafin gue..." ujar Reno, hingga membuat ria dan Caca menatap aneh.
"kenapa Lo yang minta maaf ?" tanya ria langsung.
"karena gue, nggak bisa bantu Caca tadi..." tambah nya lagi, hingga membuat ria mengangguk paham.
"tapi itu bukan salah Lo, itu salah nya saudara Lo, Lo nggak perlu minta maaf seperti itu, seharusnya saudara kembar Lo yang harus meminta maaf sama Caca, karena dia yang menyakiti Caca tadi..." ujar ria lagi.
"hmm, iya..." ujar Reno.
"tapi, kamu nggak apa-apa kan ca ? apa ada yang sakit atau apa ?" tanya Reno dan di jawab gelengan oleh Caca, karena di perhatikan oleh Reno sudah membuat nya senang.
"syukur lah, nanti kalau ada yang sakit, kamu kasih tahu sama aku yah, biar aku temani kamu berobat nanti nya..." ujar Reno lagi.
"iya Reno, terima kasih yah, selalu baik sama Caca..." ujar Caca tulus.
" iya ca, sama-sama..." jawab Reno, ia pun pergi meninggalkan Caca dan ria secara sembunyi-sembunyi lagi.
"seperti nya di naksir sama Lo ca ?" ucap ria yang memperhatikan ekspresi kekhawatiran yang terpampang di wajah Reno
"aah, ria bisa aja, mana ada lelaki yang suka sama wanita seperti Caca..." ucap caca merendah.
"tapi, lelaki itu baik banget sama Lo..." sambung ria.
" dia itu anak majikan Mak, dia memang anak yang baik, bukan terhadap Caca aja dia baik, tapi terhadap semua orang juga baik..." ujar Caca menjelaskan.
"tapi, kok sama Lo beda yah, seperti ada yang di spesiali ! cara ngomongnya aja beda, pakai panggilan 'aku,kamu' gitu..." timpa ria, dan Caca hanya diam memahami ucapan ria, sebab dia memang tidak terlalu paham dengan hal itu.
"ah, biasa aja lah ria, Caca nggak merasa ada yang di spesiali, Reno tetap lah Reno yang Caca kenal, baik dan bertanggung jawab." tambah Caca lagi.
"apa Lo suka sama dia ?" tanya ria langsung hingga membuat Caca membelalakkan matanya.
"tidak, Caca hanya menganggap Reno sebagai teman aja..." ujar Caca, memang itu yang ia rasakan, berbeda dengan perasaan nya terhadap Andre, awal ia melihat Andre jantung nya sudah memompa hebat dan ia juga begitu kasmaran terhadap Andre.
"ouh gitu yah..." ujar ria mengangguk kepala nya.
"menurut gue, Reno tampan juga yah, tubuh nya seksi dan atletis." tambah ria membayangkan kembali Reno yang berada di dekat mereka.
"tapi, kok gue nggak lihat dia tadi yah ? emang dia beda kelas yah dengan kita ?" tanya ria lagi dan Caca mengangguk mengiyakan.
"dia jurusan IPS..." tambah Caca.
"ouh, pantas..."