Indonesia
NovelToon NovelToon
My Posesif Bos

My Posesif Bos

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Syafitri wulandari

Deskripsi ~S1~(Alan & Ulan) , ~S2~(Elang & Mentari)

Ulan Diandra Maera. Gadis berusia 25 tahun harus mengalami masa pahit karena masa lalunya yang membuat sang tunangannya harus meninggalkannya untuk selama-lamanya. Hingga dirinya di benci oleh keluarga sang tunangan dan keluarga kandungnya sendiri, hingga datang kembaran dari sang tunangan bernama Alan yang juga ia pernah cintai di masa lalu dan ternyata adalah CEO di perusahaan tempat Ulan bekerja. Alan ternyata bisa membuat hidup Ulan lebih berwarna setelah kebencian yang ia terima dari keluarganya dengan alasan yang sama sekali tidak di ketahui oleh gadis itu.

Alan Mahendra, lelaki 32 tahun yang diam-diam mencintai Ulan sejak dulu, hanya karena egonya membuat Ulan berpaling pada Althaf Mahendra, kembarannya. Alan akan membuat Ulan mencintainya dengan cara lembut maupun kasar.

Akankah Alan bisa membuat Ulan mencintainya seperti dulu?

warning : kisah ini murni dari pemikiran author. Jika ada kesamaan tokoh dan yang lainnya itu hanya sebuah kebetulan yang tidak disengaja. saling mendukung dengan memberikan like, vote, komentar dan tips. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafitri wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 15

...Happy reading...

******

Ulan merasakan jika 3 hari ini sang bos mendiaminya membuat Ulan benar-benar bungung dengan Alan saat ini, biasanya pria itu akan menyuruhnya ini dan itu lalu membuat dirinya kesal tetap sudah 3 hari lamanya Alan bersikap dingin dan semua laporan yang Ulan kerjakan pasti memiliki kesalahan dan sekecil apapun kesalahan tersebut pasti akan Alan membentak Ulan dengan nada tinggi dam dingin membuat Ulan tidak bisa berkutik atau membalas perkataan Alan begitu saja.

Saat ini Alan dan Ulan sedang menghadiri rapat. sedari tadi Alan sedang memimpin rapat seperti biasa dengan ekspresi datar dan dinginnya. Ulan mengepalkan tangannya saat melihat sekretaris perusahaan William grup mencuri-curi pandang kepada Alan sedari tadi dan itu membuat hati Ulan entah mengapa merasakan panas dan tak suka pada sekretaris yang bernama Eka tersebut.

Meeting yang sudah berlangsung selama 3 jam tersebut akhirnya berakhir dan membuat Ulan menghembuskan nafasnya lega. Sedari tadi ia membantu Alan tetapi entah mengapa ia sama sekali tidak fokus selama Eka masih memandang Alan dengan tatapan memuja dan penuh takjub.

"Terima kasih Pak atas kerjasamanya. Perusahaan Bapak membuat saya termotivasi untuk terus mengembangkan perusahaan saya," ucap Dava William pemilik William grup yang selalu ingin bekerjasama dengan perusahaan Alan yang sudah saat berkembang pesat. Eka juga ikut menjabat tangan Alan dengan tersenyum. Namun, sama sekali tak di balas oleh Alan. Pria itu hanya menampilkan raut wajah dinginnya dan cepat-cepat melepaskan tangannya dari Eka. Ulan yang melihat Alan membalas jabatan tangan Eka membuang muka nya ke arah lain karena merasa hatinya sangat berbeda. Ia ingin sekali meninju wajah Eka yang kegenitan kepada Alan saat ini.

"Dasar badut genit," gumam Ulan dengan sinis didalam hatinya menatap Eka dengan pandangan tak suka.

Setelah semua orang sudah keluar dari ruangan meeting. Kini, tinggal Alan dan Ulan yang berada di ruangan tersebut. Mereka saling terdiam satu sama lain, Alan sibuk dengan ponselnya sedangkan Ulan menatap Alan dengan kesal karena terus mengabaikannya.

"Sepertinya tadi sekretaris Willian Grup menyukai Bapak," ucap Ulan dengan menyindir Alan dan agar membuat pria iyu menatapnya.

Alan hanya melirik Ulan sekilas. Sedari tadi ia menatap foto Ulan yang berada di ponselnya bukan benar-benar mengabaikan gadis itu. Selama 3 hari ia sengaja mendiami Ulan karena ia memang kesal dengan Ulan yang menyebutkan nama Althaf ketika mereka sedang berdua dan dalam posisi yang begitu intim

"Ya bagus!" ucap Alan dengan datar. Membuat Ulan mendelikkan matanya menatap Alan tidak percaya.

"Bapak mau menikah dengan ondel-ondel seperti wanita itu?" tanya Ulan tak menyadari jika nada bicaranya benar-benar tak suka. Alan ingin menyemburkan tawanya tetapi ia tahan karena tak mungkin ia tertawa di saat ia sedang kesal dengan Ulan.a

"Hmmm Eka wanita dewasa, siapa yang tak mau menikah dengan dia?" ucap Alan sengaja memancing kekesalan Ulan. Ia ingin tahu seberapa besar perasaan Ulan terhadapnya. Seperti dulu kah? Atau memang benar-benar sudah menghilang? Dan Alan ingin memastikan sesuatu agar ia tahu langkah apa yang akan ia ambil ke depannya.

"Wanita dewasa tidak hanya dia saja. Saya juga sudah dewasa," ucap Ulan dengan kesal

Alan menaikkan satu alisnya lalu menatap Ulan dengan datar. "Emang ada yang mau dengan mu Nona selain Althar?" tanya Alan dengan dingin membuat Ulan merasa jantungnya berdetak karena sakit akibat perkataan Alan. Tidak ada yang mau dengannya selain Althar? Ya, itu benar! Bahkan keluarganya saja tidak menginginkannya kembali. Ulan menunduk dan menggigit bibir bawahnya dengan kuat, cairan bening dari matanya sudah menggenang dengan cepat.

"Ya Bapak benar!" ucap Ulan terkekeh dan menghalangi air matanya untuk jatuh di depan Alan.

"Memang tak ada yang mau dengan saya termasuk keluarga saya," lanjut Ulan dengan suara yang serak membuat Alan merutuki mulutnya yang selalu berkata pedas dengan Ulan.

Alan terdiam melihat ekspresi Ulan yang penuh kepedihan dengan menundukkan wajahnya. "Saya permisi," ucap Ulan dengan suara yang serak.

Alan mengusap wajahnya, betapa ia sangat merindukan Ulan. Selama 3 hari, ia hanya memikirkan Ulan dan timbul rasa kesal kembali jika ia mengingat Ulan menyebut nama Althar. Ulan melirik Alan sekilas yang hanya diam dengan kepergiaannya, sungguh hatinya merasa sangat sakit di perlakukan Alan seperti ini lebih baik Alan yang memarahinya dari pada Alan yang diam seperti ini kepadanya.

"Kembali duduk!" ucap Alan dengan datar di saat Ulan ingin membuka pintu ruangan meeting yang hanya tinggal mereka berdua. Ulan menghentikkan gerakan tangan dan kakinya, ada perasaan lega saat Alan mencegahnya pergi. Namun, ia ingin menyangkal semua perasaan yang mulai naik kepermukaan.

"Kembali Ulan!" ucap Alan dengan dingin. Mau tak mau Ulan berbalik dan melangkah mendekati Alan. Tanpa di sangka Alan menarik tangannya hingga Ulan terjatuh di pangkuan Alan. Mereka saling menatap dengan tatapan penuh kerinduan, Alan tahu Ulan juga merindukannya terlihat dari mata sayu gadis itu saat memandangnya. Alan membenarkan posisi Ulan hang berada di pangkuannya, mereka menjadi berhadap-hadapan selayaknya ayah yang sedang memangku anaknya.

"Kau tak merindukan saya?" tanya Alan dengan menatap datar ke arah Ulan yang membuat gadis itu menelan ludahnya susah payah karena Alan semakin terlihat tampan jika menatapnya seperti ini.

"Katakan kamu merindukan saya!" ucap Alan.

"A-aku..." bibir Ulan terasa sangat keluh, hatinya tidak mengelak jika ia sangat merindukan Alan selama 3 hari ini tetapi pikirannya berkecamuk tak ingin mengatakan yang sejujurnya.

"Saya sudah tahu jawabannya, my secretary!" ucap Alan dengan suara serak karena ia teramat merindukan Ulan saat ini. Mereka saling berpelukan dengan Ulan yang masih berada di atas pangkuan Alan. Keduanya menumpahkan kerinduan tanpa saling mengucapkan satu sama lain jika rindu, hanya tubuh mereka yang berbicara saat ini saat bibir mereka tak mampu berucap. Nafas mereka saling menderu, tidak ingin saling melepaskan satu sama lain. Mungkin cinta sudah menguasai keduanya, tanpa kata hanya dengan pembuktian.

******

Alan menatap Ulan yang tertidur pulas di pelukannya. Mereka sudah berada di ruangan Alan saat ini, tentu saja pintu sudah terkunci dengan rapat. Ia tidak ingin ada yang menganggunya ketika sedang bersama dengan Ulan. 3 hari menjauhi gadis itu, Alan merasa sangat hampa walau Ulan berada di jangkauannya. Alan tersenyum mengingat apa yang ia lakukan bersama Ulan tadi. Ia yakin Ulan mencintainya walau gadis itu tak mengucapkannya, ia tahu sudah ada nama dirinya di hati Ulan walau sedikit tetapi itu sudah membuat Alan bahagia memikirkannya.

Ulan mengerjap membuka matanya dengan perlahan. Alan yang tahu jika Ulan ingin bangun berpura-pura memejamkan matanya kembali dengan memeluk gadis itu. Pipi Ulan memerah saat mengingat kejadian tadi bagaimana Alan menyentuhnya dengan sangat lembut.

Ulan memiringkan tubuhnya menjadi berhadapan dengan Alan yang berpura-pura tidur agar ia mengetahui apa yang akan di lakukan Ulan kepadanya. Tangan Ulan terangkat mengelus pipi Alan dengan lembut, ia tak menyadari jika Alan sudah terbangun sedari tadi.

Cup.

Alan sangat terkejut Ulan berani mencium dirinya tetapi ia tidak membuka matanya agar ia bisa menikmati apa yang di lakukan Ulan padanya.

"Kalian punya tempat masing-masing," gumam Ulan dengan lirih mengelus mata Alan dengan lembut.

"Tapi aku takut untuk kembali mencintai kamu. Aku tidak ingin kamu terluka karena aku seperti Althaf. Aku gadis pembawa sial!"

Alan tahu ketakutan yang Ulan rasakan saat ini. Matanya terbuka dan membuat Ulan gugup karena kembali ingin mengecup bibir Alan secara diam-diam. Alan tersenyum tipis tak berbicara, ia hanya diam dengan tangan yang sudah membuat Ulan kembali memejamkan mata karena sentuhannya.

"Jangan pernah berpikir yang tidak-tidak jika itu tidak benar," bisik Alan saat merasakan Ulan menikmati sentuhannya.

1
Lismardiana
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Lismardiana
aq tdak suka elang kek gitu
Lismardiana
ya aq setuju dengan sikap ulan...
Lismardiana
jijik lihat tingkah alan
Lismardiana
😭😭
Lismardiana
ia aq setuju alan ego
Lismardiana
kata nya ngk mau ketauan sm orang.. tp sikap nya sera pasti leo atau dinda tau
Lismardiana
ia bnar tu klo aq mah langsung resing..
Vivi Yanti
bagus crta y bikin penasaran trus
In hope
ceritanya bagus banget
Dewi Lestari
seru
Ladyicha Haruna
kenapa kesannya kasar yaaa
BIRU
tega banget ibunya menikahkan anak nya dg cucu ART nya.
evita vita
klo aku jd ulan kyx g sanggup menjalani sdh sakit,,trs dsalahkan pdalah dia hnya gadis lemah yg perlu rangkulan
evita vita
ceria untuk menutupi luka itu memang sulit,,apa lg hrus ttp tliat kuat pdhl lemah
S Aisyah S
hooh tanya mbah gugle aja mantari😁😁
S Aisyah S
novel terseru yg pernah q baca .. wow
S Aisyah S
perriihhhh... nyut nyut rasanya 😢
Meily Agustin
kok ngepel sih mank lantai 🤣, ngelap kali mksdnya..
S Aisyah S
kembaran kah ulan & alan ini??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!