Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Pengeran Ke -7 Yang Idiot

Istri Pengeran Ke -7 Yang Idiot

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Balas Dendam
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Sebagai anak dari selir rendahan, Xiu Ying Nona Ke-9 dari Kediaman Utama selalu hidup tertindas, pasrah, dan dianggap sebagai "sampah" oleh ayah serta saudara-saudaranya. Namun, sebuah insiden di kolam teratai mengubah segalanya. Xiu Ying yang terperosok ke dalam air dingin bangkit sebagai sosok yang sama sekali baru: dingin, cerdik, dan tak lagi sudi diinjak-injak.

Guna menyingkirkan Xiu Ying yang mulai sulit dikendalikan dan demi menyelamatkan putri-putri kesayangannya dari pernikahan politik yang merugikan, sang ayah dengan tega menikahkan Xiu Ying dengan Zhen Yu—Pangeran Ke-7 yang dituduh "idiot" dan kerap dijadikan bahan tertawaan di seluruh istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 14

Daripada membuang energi menghadiri perjamuan yang memuakkan dan dipenuhi kepalsuan di Kediaman Xiu, Xiu Ying memilih fokus pada hal yang jauh lebih realistis: kekuasaan finansial. Bagi seorang Chen Zuyi, tidak ada senjata yang lebih mematikan di dunia mana pun selain tumpukan modal dan kendali atas jalur ekonomi.

Pagi itu, sementara para bangsawan sibuk memamerkan gaun sutra di pesta Keluarga Xiu, Xiu Ying sibuk menghitung tumpukan keping perak hasil sitaan dari Bibi Guan di atas meja kamar utama.

"Nona, eh... Nyonya," panggil Susu ragu-ragu sambil merapikan dua stel pakaian rakyat biasa yang terbuat dari kain katun kasar. "Apakah Anda benar-benar yakin ingin keluar dari istana hanya berdua dengan Yang Mulia Pangeran? Bagaimana jika orang-orang istana tahu?"

Xiu Ying memutar kantong perak di tangannya dengan terampil. "Susu, orang-orang istana sedang sibuk menjilat Putra Mahkota di rumah ayahku. Ini momen paling tepat bagi kita untuk bergerak tanpa diawasi."

Xiu Ying lalu melirik ke sudut ruangan. Pangeran Zhen Yu sedang berjongkok di dekat jendela, sibuk memakai topi bambu lebar rakyat biasa secara terbalik, membuat penampilannya terlihat sangat konyol.

"Yu-er! Lihat! Yu-er jadi ksatria topi!" seru Zhen Yu girang sambil melompat-lompat mendekati Xiu Ying.

Xiu Ying terkekeh pelan. Ia berdiri, melangkah mendekati suaminya, lalu membenarkan posisi topi bambu itu dengan lembut. "Bukan begitu cara pakainya, Pangeran Tampan. Nah, sekarang kamu terlihat seperti pemuda biasa yang tampan. Ingat janji kita tadi?"

Zhen Yu mengangguk-angguk cepat dengan mata berbinar. "Ingat! Di luar tidak boleh panggil 'Pangeran' atau 'Kakak Cantik'! Yu-er panggil Kakak dengan nama 'Kakak Ying', dan Kakak Ying panggil Yu-er 'Yu'!"

"Pintar," puji Xiu Ying sambil menepuk pelan pipi Zhen Yu. "Ayo, saatnya kita jalan-jalan."

Pasar Utama Ibu Kota berkilau dipayungi matahari pagi. Hiruk-pikuk pedagang, aroma kue kukus yang menyeruak di udara, serta teriakan para penjaja kain menciptakan suasana riuh yang sangat hidup.

Zhen Yu berjalan berdampingan dengan Xiu Ying, jemari besarnya menggenggam erat jemari lentik istrinya. Wajahnya dipasang raut kagum yang polos, menunjuk-nunjuk permen manisan tanghulu atau mainan kayu di tepi jalan.

"Kakak Ying! Lihat itu! Ada gajah dari kayu!" seru Zhen Yu riang, menarik-narik lengan baju Xiu Ying.

"Iya, Nanti kita beli kalau urusan kita sudah selesai," balas Xiu Ying sabar sambil terus mengamati bangunan-bangunan toko di sepanjang jalan utama.

Sebagai pengusaha berpengalaman, mata Xiu Ying bekerja sangat cepat. Ia menilai lokasi, arus lalu lintas pejalan kaki, serta jenis usaha yang berderet di pasar tersebut. Tiba-tiba, langkah kaki Xiu Ying terhenti di sudut jalan yang agak sepi, tepat di persimpangan strategis dekat dermaga pasar.

Di sana berdiri sebuah bangunan dua lantai berbahan kayu cedar tua. Papan namanya bertuliskan Kedai Obat dan Teh Kebajikan, namun kondisinya sangat menyatukan hati. Atapnya berdebu, pintunya sebagian tertutup, dan di depannya berdiri tiga orang pria berbadan tegap dengan wajah garang dan pakaian tidak rapi.

"Hei, Tua Bangkai!" teriak salah satu pria berbadan tegap sambil menendang meja kayu di depan kedai hingga patah. "Hari ini jatuh tempo! Kalau kau tidak bisa membayar sepuluh tael perak untuk uang keamanan bulan ini, serahkan surat kepemilikan kedai ini sekarang juga!"

Dari dalam kedai, seorang pria paruh baya bertubuh kurus dengan pakaian tambalan keluar sambil membungkuk-bungkuk memohon. Tangannya gemetar memeluk sebuah kotak obat tua.

"Tuan-Tuan... kasihanilah hamba," ratap pemilik kedai itu dengan suara bergetar. "Bulan ini toko sangat sepi... pasokan bahan obat dari utara tertahan bandar besar. Hamba hanya punya dua tael perak... Tolong beri hamba waktu seminggu lagi!"

"Seminggu?!" pria kekar bermuka gopeng menampar wajah pemilik kedai itu hingga tersungkur di tanah. PLAK! "Kau pikir kami ini lembaga amal?! Kalau tidak ada uang, angkat kaki dari sini!"

Melihat tindak perundungan di depan matanya, mata Xiu Ying berkilat dingin. Ia menyilangkan dadanya dengan tenang.

Namun, di sampingnya, Zhen Yu yang masih memegang erat tangannya tiba-tiba menegang. Di balik topi bambunya yang agak miring, mata hitam pekat Pangeran Zhen Yu berkilat mematikan.

Tanpa disadari Xiu Ying, Zhen Yu menyentuh ibu jarinya ke jemari tangannya sendiri, memberikan sinyal rahasia dalam bahasa isyarat Jaringan Bayangan.

Di atas atap kedai tua di seberang jalan, dua sosok berbusana serba hitam yang menyamar sebagai kuli panggul seketika menangkap sinyal tersebut.

Perintah Pangeran: Bikin para preman itu berlutut tanpa menimbulkan kecurigaan sang Nyonya.

Sebelum para preman itu sempat menginjak tangan sang pemilik kedai, Xiu Ying sudah melangkah maju dengan suara langkah yang tegas dan keras.

"Berapa banyak uang yang dia utang padamu hingga kau berani bertindak seperti binatang di siang bolong begini?" suara jernih Xiu Ying menggelegar, memotong keributan di depan kedai.

Pria berkulit gopeng itu menoleh dengan wajah gusar. "Siapa kau?! Wanita asing jangan ikut campur kalau tidak mau—"

Kalimat preman itu terhenti secara aneh. Tiba-tiba, lutut kanannya terasa dihantam oleh sebuah benda kecil yang melayang sangat cepat dari arah belakang—sebuah kerikil tajam yang dilemparkan oleh pengawal bayangan Zhen Yu dari balik kerumunan.

CRUAK!

"Aaghh!" pria kekar itu mendadak kehilangan keseimbangan dan berlutut keras di atas batu jalanan hingga menjerit kesakitan.

"Bos! Ada apa dengannmu?!" dua temannya panik.

Xiu Ying memiringkan kepalanya sedikit heran melihat preman itu mendadak jatuh melayang konyol, namun ia mengabaikannya dan terus melangkah mendekat. Ia mengeluarkan tiga keping perak murni dari kantong bajunya dan melemparnya tepat ke dada preman yang tersungkur itu.

"Ini sepuluh tael perak untuk uang yang kau sebut tadi, ditambah lima tael sebagai ganti rugi atas kerusakan meja milik Paman ini," ujar Xiu Ying dingin dengan aura dominasi yang luar biasa. "Sekarang, ambil uang itu dan angkat kaki dari sini sebelum aku memanggil penjaga wilayah!"

Kedua preman lainnya mencoba maju gatal ingin membalas, namun tiba-tiba bulu kuduk mereka berdiri. Dari belakang tubuh wanita anggun itu, seorang pemuda bertopi bambu (Zhen Yu) menatap mereka dari balik bayangan topi. Tatapan mata pemuda itu begitu dingin, tajam, dan penuh janji kematian yang sanggup membekukan darah mereka seketika.

Merasa ada bahaya gaib yang mengintai, para preman itu ketakutan setengah mati.

"A-Awas kau! Ayo pergi dari sini!" jerit sang bos preman sambil memegangi lututnya yang memar, berlari terbirit-birit meninggalkan pasar bersama anak buahnya.

Pemilik kedai yang tersungkur di tanah membelalak tak percaya. Ia bergegas merayap dan bersujud di depan kaki Xiu Ying. "Nona... Nona Dermawan! Terima kasih banyak! Anda telah menyelamatkan nyawa hamba dan kedai peninggalan leluhur hamba ini!"

Xiu Ying membimbing pria tua itu untuk berdiri. "Paman, berdirilah. Siapa namamu?"

"Hamba... hamba bernama Paman Lin, Nona," jawabnya sambil menyapu air mata.

Xiu Ying mengedarkan pandangannya ke dalam kedai. Bangunan ini sangat kokoh, jalurnya strategis karena dekat dermaga, dan aroma obat herbal tradisionalnya masih sangat pekat. Ini adalah aset yang sempurna untuk dijadikan titik awal kerajaan bisnisnya.

"Paman Lin," buka Xiu Ying dengan suara bernada pengusaha sejati. "Aku melihat kedaimu memiliki potensi besar, namun kau kekurangan modal dan perlindungan dari penguasa lokal."

Paman Lin menunduk sedih. "Benar, Nona... bahan obat mahal, dan bandar besar selalu menekan harga kami..."

Xiu Ying menyunggingkan senyum tipis. "Bagaimana jika aku membeli seluruh kedai ini darimu? Aku akan melunasi seluruh utangmu, menyediakan pasokan modal segar, dan menjamin perlindungan penuh dari para preman."

Paman Lin terperanjat. "A-Apa?! Anda ingin membelinya?"

"Ya," pangkas Xiu Ying tegas. "Tapi aku tidak akan mengusirmu. Kau akan tetap bekerja di sini sebagai Kepala Toko dengan gaji bulanan yang tinggi dan sepuluh persen keuntungan dari kedai ini. Yang perlumu lakukan hanyalah mengelola resep obat, sementara aku yang akan mengatur manajemen, pemasaran, dan keuangannya."

Mendengar penawaran yang begitu menguntungkan dan adil yang bahkan tidak pernah ia impikan sebelumnya—Paman Lin kembali meneteskan air mata haru. Ia berlutut penuh rasa hormat. "Nona Dermawan... jika itu benar, hamba siap mengabdikan seluruh sisa hidup hamba untuk mengelola kedai ini di bawah perintah Anda!"

Xiu Ying tersenyum puas. Fondasi pertamanya telah resmi tertancap di ibu kota.

Di sampingnya, Zhen Yu mengerjapkan matanya pelan dari balik topi bambu. Ia menatap profil samping wajah istrinya yang terpapar sinar matahari. Binar percaya diri, ketegasan tanpa ragu, serta kecerdasan intuitif yang ditunjukkan Xiu Ying dalam bertransaksi benar-benar membuat dada Zhen Yu bergemuruh hebat oleh rasa kagum dan kehangatan yang tak terlukiskan.

Wanita ini... batin Zhen Yu dengan senyuman paling tulus di balik topinya. Dia tidak membutuhkan perlindungan seorang pangeran untuk bertaring. Dia adalah seorang ratu sejati yang sedang membangun kerajaannya sendiri.

"Kak Ying! Kak Ying hebat sekali!" celoteh Zhen Yu tiba-tiba memecah suasana, kembali melompat-lompat polos sambil memeluk lengan Xiu Ying. "Tadi paman jahatnya langsung lari ketakutan gara-gara Kak Ying!"

Xiu Ying terkekeh renyah, mengacak rambut suaminya dengan penuh kasih sayang. "Tentu saja. Suamiku tidak boleh dimintai uang oleh orang jahat. Ayo, Yu-er, sekarang kita beli gajah kayumu dan makan manisan!"

"Horeee! Makan manisan!" sorak Zhen Yu riang, membiarkan dirinya ditarik oleh Xiu Ying menyusuri pasar yang ramai.

Sambil berjalan menggandeng tangan Xiu Ying, Zhen Yu diam-diam memberikan sinyal tangan pendek ke arah atap bangunan di seberang.

Perintah Tambahan: Beli seluruh toko di sebelah kedai ini atas nama jaringan bayangan, dan tempatkan lima pengawal tingkat tinggi untuk menyamar sebagai pekerja di sana. Pastikan usaha istriku tidak tersentuh oleh pihak mana pun.

Dengan langkah mantap dan dua kekuatan yang saling melengkapi—kecerdasan bisnis terbuka Xiu Ying dan perisai bayangan rahasia Zhen Yu—fondasi tak tergoyahkan mereka di luar dinding istana resmi dimulai.

(Bersambung)

1
Quinza Azalea
next
merry
romantis bagi yg melihat nya
Pa Muhsid
pangeran edan gak tau tempat kan kasian tim jomblo 🙊
Nurhasanah
makin seru tapi sayang cuma 1 bab 😁😁😁 .. boleh tambah lagi nggak thor nanggung nih 👍👍👍👍
Nurhasanah: eh maaf cuma 2 bab 🤣🤣🤣 ... saking serunya sampe salah tulis 😁😁😁😁
total 1 replies
merry
belah duren kah mrkk 🤭🤭
Nurhasanah
masih kurang kak 🤣🤣🤣 ... tambah lagi kalau bisa 😁😁😁😁 seru bangett soalnya 👍👍👍👍
Apis
aku salfok sana kata " kain kafan di cerita tema kerajaan Tiongkok kuno thor
Anggye syahab
Sangat bagus..semoga sukses trus karya nya kak
Anggye syahab
wach kak..ceritamu sangat kerennn..jangan lupa jaga kesehatan yaaa..tetap semangat dengan karya nya🤗
Heresnanaa_: wahhh terimakasih banyak Kaka, Kaka juga jaga kesehatan selalu yaa🫶😚
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Nurhasanah
karya bagus yg wajib di baca 👍👍👍
Nurhasanah
lanjut thor makin seru ceritanya ... jangan hiatus ya thor semangatt 👍👍🥰🥰🥰🥰
Pelangi Jingga
perbanyak up tor 💪😂🤭🤣
Heresnanaa_: stay tune yaa 😚🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
sehari tidak up bbrp bab kak?
Heresnanaa_: tergantung mood author si 🙏😂
total 1 replies
Pa Muhsid
mending ini didalam kereta, ada satu yang belah duren dibawah pohon diatas rumput pernah baca di novel tetangga 🙈🙈🙈
Heresnanaa_: huaaaa🥹😂
total 1 replies
Arix Zhufa
semakin menarik
Arix Zhufa
Belah duren di dlm kereta....baru kali ini ada cerita yg berbeda dari novel lain 😄😄
Heresnanaa_: stay tune terus beb😚
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Arix Zhufa
pangeran ke 7 kok bisa kaya modal nya dari mana thor?
Xeon Nana
jujur aja pangeran ke 7 itu engga idiot kayak yg di ceritakan apa lagi kata mereka atau rumor yg beredar malah pangeran menurutku sedang menyembunyikan identitas nya entah apa alasannya aku gak tau tpi jujur aku suka sama alur ceritanya semangat terus buat up ya kk 🙏🙏
Xeon Nana: oke kak aman semangat ya banya banya up
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!