Indonesia
NovelToon NovelToon
Mr. CEO, Fill My Heart

Mr. CEO, Fill My Heart

Status: tamat
Genre:Obsesi / Kehidupan di Kantor / Pelakor / CEO / Tamat
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: Cerasiforme

Rainy Rhosella, sudah bersusah payah tampil buruk saat kencan buta dengan lelaki yang dijodohkan oleh kakeknya, ternyata lelaki itu adalah CEO di perusahaan tempatnya bekerja sekarang, dan lagi dia sangat sombong.

Adimas Wiyono, CEO Damian Group yang terkenal dingin dan menyeramkan, terpaksa menerima perjodohan dari kakeknya yang sudah sakit parah, dan ternyata wanita itu adalah calon asisten baru di perusahaannya, membuatnya selalu ingin mempermainkannya.

Apakah Rainy bisa menaklukkan CEO sombong itu ? Dan akankah Adimas bisa membuka hatinya untuk Rainy?

Update tiap hari yaa... Jadi stay tune 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerasiforme, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Side Story 3.1 : Kisah Setelah Pernikahan

source : pinterest (edited)

"Ini seperti cerita dongeng" ucap Rainy yang melihati foto-foto koleksi Adimas di ruang rahasianya.

"Maksudnya?" tanya Adimas yang kini duduk dibelakang dan memangku istrinya.

"Dari semua yang kau ceritakan, tentang masa laluku dan bagaimana kau begitu menyukaiku itu terasa seperti fantasi" gumam Rainy yang menatap kosong objek di depannya. Adimas memeluknya dan mencium pundak kanan istrinya. "Karena memang kau ditakdirkan sebagai tokoh utama dalam fantasi itu. Dan aku adalah bagian cerita yang berusaha mewujudkannya menjadi kenyataan"

"Hehe. Aku tidak menyangka seorang CEO kaku seperti dirimu bisa mengucapkan kata-kata romantis"

"Tentu saja aku mempelajarinya" Rainy menoleh memandang wajah suaminya, "Belajar dari siapa?" tanyanya penasaran.

"Dari wanita yang sangat baik dan cantik" jawab Adimas dengan senyum mengembang seolah membayangkan seseorang yang dibicarakannya. Rainy langsung melepaskan diri dari pelukan suaminya dan berdiri menghadapnya.

"Siapa dia? Apa dia lebih baik dan lebih cantik dari pada aku?" tanya Rainy.

"Tentu saja"

"Kau!" Rainy mulai kesal dan hendak beranjak namun tagannya di tarik Adimas dan membuatnya jatuh kepangkuan suaminya lagi.

"Tidak penasaran siapa dia?"

Rainy menatap suaminya kesal. "Tidak ingin. Biarkan aku pergi" berontaknya. Adimas menangkup wajah kecil istrinya dan mencium bibirnya. Rainy terkesiap lalu memukul pundak suaminya.

"Wanita itu adalah mamanya Bryan Wiyono" ucap Adimas lirih, berhasil membuat Rainy tersipu. Adimas tersenyum penuh kemenangan.

"Aku tidak tahu lagi sebenarnya kau ini terbuat dari apa? Pandai sekali membuat orang shock. Dan mulutmu itu manis sekali" ucap Rainy gantian menangkup wajah suaminya dan memberinya kecupan di bibir lalu memeluknya erat.

"Oh ya, jika kau bilang kau memang menyukaiku, waktu itu kenapa kau selalu membuatku kesal?"

"Hm. Sejujurnya saat pertama kali aku melihatmu di cafe waktu itu aku sudah bersiap untuk menceritakan semuanya. Tapi saat itu kau sengaja mengubah tampilanmu dan menolakku. Kupikir kau menyukai permainan peran, jadi aku hanya mencoba mengimbangimu saja"

"Itu tidak adil. Aku tidak tahu apapun tentangmu jadi aku sengaja melakukan itu"

"Baiklah aku minta maaf. Tapi saat itu kau bilang kau punya pacar dan akan menikah dalam sebulan. Siapa dia?"

Rainy tersenyum bodoh. "Tidak tahu" ucapnya.

"Kau sungguh membuat alasan yang lucu sekali"

"Tidak. Sebenarnya aku tidak yakin dengan perasaanku. Saat aku buta dulu kau bilang sering datang dan mengobrol banyak denganku. Kau sengaja tidak memberitahukan namamu. Apa kau tahu bagaimana aku sudah berharap banyak saat pertama kali aku bisa melihat lagi, aku bisa melihatmu. Aku mencarimu dimana-mana tapi tidak ada yang tahu, atau mereka sengaja tidak memberitahuku. Hingga ku pikir semua itu hanya imajinasi orang buta sepertiku"

"Aku minta maaf, aku sungguh tak berdaya saat itu"

"Aku mengerti. Tapi, itu sangat menyesakkan meski aku mencoba melupakanmu, tapi aku masih berharap bisa bertemu denganmu lagi. Makanya saat itu aku mencoba banyak cara untuk menolakmu, karena tidak tahu kau adalah orang yang kucari hingga kakek Wiyono memberitahuku"

"Maafkan aku. Aku sungguh minta maaf sudah membuatmu menderita"

Adimas masih memeluk erat istrinya.

"Sekarang sudah tidak masalah. Aku sudah membuktikan kalau aku tidak berkhayal. Kau harus menebusnya seumur hidupmu"

"Dengan senang hati"

Adimas memeluk pinggang istrinya dan menatap matanya. Hidung mereka saling menempel dan saling tersenyum. Seolah semua kesalah pahaman sudah terselesaikan dengan baik.

"Aku mencintaimu"

"Aku juga mencintaimu"

Mereka berciuman dan melepaskan hasrat mereka.

...****************...

"Mama. Bangun" tangan kecil Bryan mengusap pipi Rainy beberapa kali. Tak kunjung mendapat respon ibunya ia menaiki tubuh ibunya dan mengusap-usap pipinya lebih keras lagi. "Mama bangun. Bangun" ucapnya sedikit berteriak. Tiba-tiba Rainy memeluknya dan duduk membuat Bryan terkaget dan tertawa keras.

"Bryan bangun pagi sekali. Apa kamu lapar? Mama akan segera membuatkannya"

"Kata Papa, Mama mandi dulu" ucap Bryan dengan nada imutnya. Rainy menatap putranya dari atas dan bawah, dia sudah begitu rapi dan wangi.

"Oh. Siapa yang memandikan Bryan? Kok sudah ganteng dan wangi sekali? Mama kan jadi jatuh cinta"

"Tidak. Mama tidak boleh bilang seperti itu. Nanti aku dihukum Papa lagi" Bryan menutup mulut Rainy dengan tangan kecilnya.

'Apa yang sudah dikatakan pria itu pada anakku?' pikir Rainy. "Ahaha. Itu bukan hal yang salah, nak. Mama mencintai papa dan kamu dengan cara berbeda. Jadi tidak masalah mengatakan hal itu"

"Benarkah? Berarti aku boleh mengatakannya pada Mama?" tanya Bryan dengan senyum lebarnya. Rainy mengangguk.

"Baiklah. Mama akan mandi dulu. Bryan ke tempat Papa dulu ya"

Rainy membantu putranya turun dari ranjang, ia langsung berlari kecil meninggalkan Rainy. Rainy pun segera mandi.

Tak berapa lama kemudian ia turun kebawah dan melihat suaminya sudah menyiapkan sarapan untuk mereka. Lalu putranya juga sudah duduk rapi di kursinya.

"Kau sudah selesai?" sambut Adimas lalu mengecup kening istrinya dengan lembut dan menarikkan kursi untuk diduduki Rainy.

"Maaf aku telat bangun" ucap Rainy. "Tidak masalah, ini hanya hal kecil" Adimas duduk di kursinya.

"Bryan sudah bisa makan sendiri kan? Harus belajar tidak boleh di suapi mama" ucap Adimas sambil mendekatkan mangkuk makan putranya itu. "Baik" jawab Bryan sedih.

"Jangan terlalu keras padanya. Dia masih 3 tahun" interupsi Rainy.

"Bukan masalah apapun. Dia ini seorang laki-laki, harus bisa mandiri dan kuat"

Rainy memandang kecut suaminya itu. Tapi ia juga tidak bisa membantahnya, karena itu juga bukan hal salah untuk dilakukan, itu juga demi masa depan putranya. Rainy mengelus rambut putranya dengan lembut. "Bryan anak pintar. Kalau bisa makan sendiri berarti Bryan anak kuat, katanya Bryan ingin melindungi mama seperti Papa, kan?"

"Apa mama benar? Jika Bryan makan sendiri Bryan akan sekuat Papa?" tanyanya Bryan.

"Tentu saja. Lihat Papa makan sendiri" ucap Adimas sambil mencontohkan. Bryan tersenyum senang dan mulai makan makanannya sendiri. "Anak pintar" ucap Adimas.

"Apa yang akan kau lakukan hari ini?" tanya Adimas.

"Mungkin aku akan mengajak Bryan ke panti mengunjungi kakek" jawab Rainy.

"Akan kuantar nanti"

"Tidak perlu. Bukankah kau ada rapat pagi? Nanti aku akan di jemput Vino dan Celline"

"Baiklah kalau begitu"

Mereka menyelesaikan sarapan. Setelahnya Rainy mengambilkan jas suaminya dan memakaikannya. "Biar ku urus sisanya" ucapnya.

"Bryan, salim dulu sama Papa" ucap Rainy. Bryan meraih tangan Adimas dan menciumnya. "Jadi anak baik ya" ucapnya. Bryan hanya tersenyum.

Adimas mencium kening istrinya lagi. "Nanti hati-hati ya. Aku pergi dulu"

"Tentu saja. Kau juga hati-hati" ucap Rainy mengantar kepergian suaminya. Setelah pintu tertutup, Rainy segera membersihkan meja, dan mencuci piring. Tidak lupa membersihkan peralatan makan putranya.

"Mama, Bryan bantu"

"Baiklah. Tolong letakkan ini di sana ya" ucap Rainy memberikan peralatan makan milik putranya yang selesai di cuci dan di lap. Ia tak pernah menolak bantuan dari Bryan, dan membiarkannya melakukan apa yang ia bisa.

"Sudah selesai" ucap Bryan gembira. "Oke kerja bagus. Nanti kita akan bertemu kakek buyut" Rainy meraih tangan Bryan dan membersihkan tangannya dengan tissue basah.

"Baiklah. Mari kita bersiap. Dan menunggu paman Vino dan tante Celline"

"Siap" jawab Bryan penuh semangat. Rainy tersenyum melihat putranya yang sangat pintar itu.

1
Its___Kaaa
cemungut ya kathor
diaryouli_: terima kasih sudah mampir /Smirk/
total 1 replies
Diaa
semangat ya kak🤗
diaryouli_: terima kasih sudah mampir
total 1 replies
Sophia Aya
lanjut thor
diaryouli_: Terima kasih sudah mampir
total 1 replies
de eva
👍
Ichakim
Bego emang rainy, kecuali lo operasi plastik dan memalsukan nama baru gak ketahuan 🤣🤣🤣🤣
Ichakim
haha siapa yang ngomong ank pembantu kemarin wkwk
Ichakim
Mampus wkwkwk
Ichakim
Hahaha ketuan banget bohongnya
Ichakim
Whahaha inimah kayaknya taktik doang
deeyaa
semangat
diaryouli_: terima kasih sudah mampir 🥰
total 1 replies
Anis Hasan
lanjut semoga cepat sembuh ka author
°Aryas°
mantab gan! lanjutkan! jan lupa mampir 🐰
diaryouli_: okay, makasii udah mampir 😁
total 1 replies
Ryuu nee
Lanjutkan 😱
diaryouli_: okay 😁👌
total 1 replies
diaryouli_
Yo semangat buat Rainy dan Adimas, kalian pasti bisa meyelesaikannya.
Ryuu nee
Lanjut kaka
diaryouli_: siap... makasih selalu mendukung karya saya 😘
total 1 replies
Anis Hasan
lanjut
diaryouli_: okay 😊👍
total 1 replies
Diana Amalia
wah gercep kali nih😃

mampi juga yuk kak😁
diaryouli_: okay 👌 makasih udah mampir 🤗
total 1 replies
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
semangat terus kak up nya, ceritanya menarik niu
diaryouli_: okay, terima kasih sudah mampir 🤗
total 1 replies
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
wah susah juga kalau posisinya gini ya
diaryouli_: ehehhe
total 1 replies
Anis Hasan
lanjut
diaryouli_: okay siap
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!