......tunggu aku kembali"
"Kau tidak pantas untuknya!"
"Aku tidak bisa mencintaimu"
"Akulah yang akan menikah denganmu,bukan mereka.Bisakah kamu menjadi lebih kuat untukku?"
Apakah didunia ini semua tergantung pada pendapat dan pandangan orang luar?suatu hubungan akan berhasil jika kedua insan itu mempunyai rasa yang sama dan tujuan yang sama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
Carol terbangun saat subuh,dia merasa kedinginan dan bingung
"Bukankah aku sedang berada di kamar?kenapa aku berada di sini sekarang?Uhhh...dingin sekali."
Hal pertama yang dipikirkan Carol adalah membuat api.Dengan cekatan dia mengumpulkan ranting-ranting yang ada di dekat sana,tidak sampai masuk kedalam hutan sebab dia tahu itu akan berbahaya baginya.
Carol bukanlah wanita manja yang memperhatikan kuku,rambut atau penampilannya.Dia bukan wanita bangsawan,jadi hal pertahanan diri seperti ini sudah pernah dipelajarinya.
Ranting,daun kering dan rumput kering sudah terkumpul,dia menyusunnya dan kemudian mencari ranting yang cukup panjang dan kulit kayu untuk membuat api.
Aku pernah mempelajari hal ini saat pramuka dulu,aku harap cara ini dapat berhasil.
Dia berusaha membuat api,terus menekan dan menggesekkan ranting itu hingga api mulai menyala.Carol menambahkan daun kering,saat apinya mulai besar,dia menambahkan ranting.
Api membesar.Carol terus menambahkan kayu-kayu kecil yang ada di sana,dia bermaksud membuat kepulan asap.
"Aku tahu,mereka pasti akan mencariku.Aku tak boleh putus asa."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Heh,tetap saja memakai cara keji untuk menyingkirkan orang lain,tapi kali ini aku setuju denganmu.Wanita menjijikkan itu memang harus disingkirkan."Ucap Calvin.
"Kamu bahkan lebih kejam dari aku,masih saja berlagak baik."
Untung saja Eliot datang,jika dilanjutkan akan membuat keduanya kembali berselisih.
"Tuan Dantes,kami telah menemukan sebuah pulau dengan kepulan asap.Saya kira nyonya Carol pasti ada di sana."
"Segera siapkan perahu untuk ke sana."Dantes memberi perintah.
Sekarang mereka bertiga berada dalam 1 perahu dan sedang dalam perjalanan ke pulau itu.
"Perahu?Dantes?Dantes!!!Dantes!!!"Teriak Carol sambil melompat dan melambaikan tangannya.
Dari kejauhan Dantes sudah melambaikan tangannya hingga berada di tepi pantai,Carol berlari dan melompat memeluk Dantes.
"Aku tahu kamu pasti akan datang untukku."Ucap Carol masih berada dalam pelukan Dantes.
"Lain kali jangan lengah,jangan sembarangan makan atau minum sesuatu dari orang lain."Dantes menatap mata Carol memberikan peringatan.
"Jangan terlalu keras padanya."Calvin membela.
"Aku tahu aku memang salah."Carol mengakui.
"Sudahlah ini bukan salahmu,ini salah ******** itu hingga kamu terjatuh ke laut."Calvin menarik Carol kedalam pelukannya.
"Apa kamu mau mati?!lepaskan wanitaku!"Dantes menarik Carol kembali.
"Auchh..Sakittt.."Carol memekik kesakitan.
"Maaf,aku hanya tidak suka melihat orang lain memeluk dirimu."Ucap Dantes.
"Hhh..ya..ya..aku hanya khawatir padanya."Jawab Calvin.
"Aku senang kalian bisa akrab seperti dulu.Bukankah seperti ini bagus."Carol tersenyum bahagia.
Tak terasa perahu sudah sampai di dekat kapal pesiar yang semalam mereka tumpangi.Sudah banyak orang yang menunggu kedatangan mereka termasuk Lisa,Belinda,Eliot dan Tuan X.
Chris lah yang terlebih dahulu turun.Kemudian Dantes,Carol,dan yang terakhir Calvin.
Tiba-tiba Belinda meju melesat kearah Carol dengan membawa sebuah belati.
"Dasar ******!kenapa kamu tidak mati?!aku akan membunuhmu!"Teriaknya.
Darah segar menetes,belati itu masih menancap pada perut seseorang.
"Ya Tuhan,Calvin!Calvin kamu tidak apa-apa kan?Dokter!Dantes..dok..dokter!"Carol berteriak sambil menangis.
"Lisa,tangkap wanita itu.Eliot cepat panggil dokter kemari."
Pertolongan pertama telah diberikan tetapi Calvin kehilangan banyak darah dan masih belum sadar.Kapal berlayar cepat kembali ke kota A.
"Dantes,kenapa Calvin belum membuka mata?"Tanya Carol dengan wajah sembab.
"Sayang,makan dan istirahatlah dulu.Biarkan Dokter lebih leluasa melakukan tugasnya."
Tak lama kapal telah tiba dan mereka segera ke rumah sakit.Carol tidak mau pulang sehingga mau tidak mau Dantes ikut menemaninya di rumah sakit.
Calvin memasuki ruang operasi,1 jam kemudian dokter keluar.
"Dok,bagaimana keadaannya?"
"Tuan Calvin sudah melewati masa kritisnya dan akan segera sadar.Saya harap nyonya bisa tenang sekarang."
"Terimakasih dokter."Raut wajah lega terpancar dari wajah Carol.
"Ayo kita ikuti dia ke kamar."Ucap Dantes.
"Terimakasih Dantes."
Mereka berdua mengekori perawat yang membawa Calvin menuju kamar VVIP yang ada di rumah sakit itu.
"Carol,tunggu aku di sini.Masih ada beberapa hal yang harus aku selesaikan."Dantes pamit.
"Baiklah,aku akan menghubungimu jika dia sudah sadar."Jawab Carol.
"Aku menempatkan banyak pengawal di sini,jika terjadi sesuatu panggil mereka."
"Baiklah."
Dantes meninggalkan rumah sakit dan segera menuju ke tempat rahasia.Tempat dimana dia menyembunyikan Belinda dan Mr.X.
Chris sudah mengerti tujuan Dantes.Selama ini Dantes membunuh dan menyiksa orang-orang yang mencelakainya.Beruntung Calvin beralih sebelum tertangkap Dantes.
Mereka memasuki kawasan hutan liar di pinggir kota A,mobil terus melaju melalui jalan kecil dan sampailah mereka di tengah-tengah hutan.
Bangunan itu tidaklah besar?terlihat seperti sebuah pondok kecil.Dantes masuk kedalam diikuti oleh Chris.
Chris menekan tombol rahasia dan sebuah pintu menuju ruang bawah tanahpun terbuka,para pengawal yang berjaga memasang sikap tegap sempurna dan mengangguk memberi hormat.
Pencahayaan di sana tidak begitu baik,disana tampak kotor dan penuh lumpur.
"Bawa mereka berdua ke atas!"Perintah Dantes.
Para pengawal segera menyeret ayah dan anak itu menuju ke atas.
Di dalam pondok tersebut hanya ada sebuah kursi.Dantes duduk di sana layaknya seorang raja.
"Patahkan kaki dan tangannya.Buat sang ayah buta dan sang anak bisu."perintah Dantes.
"Tidak..tidak..mohon ampun tuan Dantes.Ampuni kami,kami berjanji akan pergi dari kota A dan selamanya tidak akan mengganggu hidup anda."
"Tidak ada kesempatan ke2 kali,kamu telah berani mencelakai istri dan sahabatku.Hukuman mati terlalu mudah untuk kalian.Lakukan!"Tegas Dantes.
Dantes tidak bergeming melihat siksaan itu,yang ada hanya amarah.Mereka berdua pingsan.
"Kirim ke kota X,beri beberapa lembar uang untuk hidup beberapa hari."
"Baik tuan besar."Jawab pengawal itu.
"Bersihkan area ini."perintah Chris.
"Baik tuan Chris."
Calvin membuka matanya perlahan.Dia merasakan seseorang menggenggam tangannya.
Carol?
Senyuman tersungging di wajahnya.Selama ini tidak ada orang lain yang menemaninya saat sakit,Carol adalah wanita pertama yang mencemaskannya.
Tangan Calvin bergerak perlahan membelai lembut rambut Carol,membuat sang empunya rambut mengerjapkan mata terbangun.
Carol melihat Calvin sudah dalam posisi setengah duduk,dengan segera dia menekan tombol yang berada di atas kasur tersebut untuk memanggil dokter.
Tiba-tiba saja Calvin memeluk Carol erat.
"Terimakasih sudah menungguku."Ucapnya dengan suara serak.
"Aku akan selalu mendukungmu Calvin,terimakasih juga karena telah menyelamatkanku."Carol membalas pelukan Calvin.
"Ehem..ehem.."Suara bariton terdengar menginterupsi mereka.
baguss bangett, kerenn
sukses kak untuk karyanya
jangan lupa mampir di karyaku yang menceritakan cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
Terimakasih 🙏
semangatt yaa
yuk baca juga cerita aku yang judulnya CONVERGE!!
dijamin baper deh bacanyaa 😍
mari saling support ya thorr ❤️
thanks