Nasib Kyarra, Kakanya yang meninggalkan suami dan juga putrinya. Kyarra harus menikah dengan kakak iparnya demi keserakahan ibunya.
Kyarra melakukannya demi keponakannya yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Tetapi banyaknya pertentangan dalam pernikahan mereka, belum lagi Kakak iparnya menganggap bahwa dia menerima pernikahan itu semata-mata hanya ingin memeras.
Kyarra benar-benar terjebak dalam pernikahan yang seharusnya tidak terjadi dan apalagi kontrak yang pasti pengetahuannya antara ibunya dengan Kakak iparnya.
Lalu bagaimana Kyarra yang awalnya hanya menjalankan peran sebagai seorang tante yang menyayangi keponakannya dan saat ini harus menjadi istri dari mantan Kakak iparnya, di tengah banyaknya mimpi yang ingin dia tuju?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16 Kemarahan Kyarra
Kelly hanya dilarikan rumah sakit dan sekarang ditangani serius di ruang IGD, suster melarang untuk pihak keluarga masuk ke dalam ruangan tersebut karena hanya mengganggu konsentrasi dari dokter.
Semua keluarga terlihat panik termasuk Kyarra pasti begitu takut terjadi sesuatu pada keponakannya.
"Apa yang kamu lakukan sebenarnya hah!"
"Kenapa tiba-tiba cucu saya seperti itu, muntah-muntah seperti itu apa yang kamu berikan kepadanya?" Lina benar-benar marah dan menyalahkan Kyarra.
"Lina sudah cukup, ini bukan waktu yang tepat untuk marah-marah, ini rumah sakit dan sekarang Kelly sedang ada di dalam!" tegas Heri.
"Tetapi semua yang terjadi gara-gara wanita itu, dia ceroboh dan tidak becus, kamu dan keluarga kamu hanya menginginkan uang saja tanpa bertanggung jawab kepada Kelly!" tegas Lina semakin tidak bisa mengendalikan dirinya.
"Tante bisa tidak diam dan jangan menyalahkan saya!" tegas Kyarra dengan sedikit membentak karena sudah panik dan ditambah lagi disalah-salahkan oleh Lina.
"Kamu berani meninggikan suara kepada saya hah!" Lina tidak terima dan justru ingin menghampiri Kyarra yang ditahan oleh Heri.
"Sudah cukup hentikan jangan ada keributan!" bentak Alvino.
Kyarra menelan ludahnya dan menatap tajam Lina yang juga sama menatap dirinya dengan keduanya saling bertentangan.
"Jika kalian ingin ribut, sebaiknya jangan di sini, kepalaku bertambah sakit!" tegas Alvino.
Kyarra mengalihkan pandangannya, jika semakin melihat Lina maka amarah Lina akan semakin menggebu-gebu, dan ini bukan saatnya untuk mencari pembelaan atau menyalahkan siapapun.
Setelah melakukan pemeriksaan intensif pada Kelly, akhirnya salah satu dokter pria keluar dari ruang IGD.
"Dok bagaimana keadaan putri saya?" tanya Alvino tampak was-was.
"Pasien saat ini masih ditangani, kondisinya belum stabil," jawab Dokter.
"Apa yang terjadi sebenarnya? kenapa Kelly muntah-muntah seperti itu?" tanya Alvino.
"Pasien keracunan makanan dengan pola makanan yang berubah dari imun tubuhnya yang sebelumnya, pasien memiliki alergi, tetapi alergi pasien tidak terlalu parah, tidak mengakibatkan efek samping apapun, pola makan yang sudah tidak sehat membuat pasien yang usianya masih sangat kecil tidak mampu menerima makanan itu dan membuat ususnya bermasalah," jawab dokter memberi penjelasan sedikit.
"Astagfirullah....." lirih Heri cukup kaget.
"Kami tim medis akan melakukan yang terbaik, keluarga pasien bisa tetap menunggu dan berdoa .... saya permisi!" ucap dokter tidak mengatakan apapun lagi dan langsung pergi.
"Ya ampun Kelly, kenapa kamu bisa seperti ini," Lina terlihat begitu khawatir.
Kyarra semakin tidak bisa mengendalikan dirinya sudah meneteskan air mata yang mengusap wajahnya menggunakan kedua tangannya, benar-benar takut sesuatu pada keponakannya.
"Kyarra, makanan apa yang kamu berikan kepada Kelly, kenapa keadaannya bisa seperti ini, bukankah terakhir kali dia bersama kamu," Lina ternyata tidak berhenti menyalahkan Kyarra membuat Kyarra melihat dengan tatapan serius kepada Lina.
"Tante tanya kepada saya? Tante lupa ingatan jika pola makan Kelly berubah semenjak berada di rumah Tante!" tegas Kyarra dengan suaranya kembali meninggi yang sejak tadi sudah berusaha untuk mengendalikan diri.
"Kamu menyalakan saya atas apa yang terjadi hah! Heh itu adalah cucu saya dan saya lebih tahu apa yang terbaik untuk cucu saya dan setiap makanan yang saya berikan itu selalu melalui dokter gizi!" tegas Lina tetap saja tidak mau disalahkan.
"Selalu mengatakan cucu dan tahu apa yang terbaik dan terbukti, Kelly keracunan makanan karena tidak sesuai dengan imun tubuhnya, dan benar bukan harusnya bukan hanya Tante yang disalahkan tetapi juga semua orang yang ada di rumah dan termasuk ayah kandungnya sendiri!" tegas Kyarra melihat ke arah Alvino.
"Kalian sudah puas melihat Kelly seperti ini, kalian selalu menentang apa yang saya katakan, kalian selalu mengatakan bahwa saya sok tahu, memang pada kenyataannya saya lebih tahu daripada kalian semua, kalian memang punya ikatan darah dengannya, tetapi tidak tahu apapun tentang Kelly!" tegas Kyarra.
"Pantas saja Mama harus mengambil Kelly dari kalian, karena jika tidak, mungkin anak itu sudah mati akibat keegoisan dan keserakahan kalian!" tegas Kyarra.
Alvino sampai tidak berani berkutik, benar apa yang dikatakan Kyarra, ini semua karena kecerobohan mereka.
"Kalian selalu beranggapan bahwa saya ingin memisahkan Kelly dari kalian, kalian selalu menentang semua makanan yang saya berikan kepada Kelly dan padahal saya lebih tahu, walaupun Tante mengatakan sudah konsultasi dengan dokter gizi jika tidak sesuai dengan Kelly, maka dia bisa keracunan, apa Tante sudah puas mengacak-acak parenting saya selama ini dan membuat Kelly harus menderita di dalam sana!" ucapnya merendahkan suaranya dengan nada bergetar sejak tadi.
"Kalian semua benar-benar egois, kalian yang memiliki masalah rumah tangga dan anak itu yang harus menjadi korban," ucapnya sudah cukup menahan diri selama ini.
Kyarra selalu dianggap sok tahu dan jika menegur makan akan dikatakan berusaha untuk memisahkan
Kyarra juga pasti menyalahkan dirinya karena membiarkan dan hanya menonton tanpa berusaha untuk mencegah Alvino dan keluarganya yang berlebihan memberi makanan yang tidak sesuai dengan Kelly sampai-sampai harus keracunan makanan.
*****
Kelly akhirnya bisa diselamatkan, setelah mendapat penanganan serius dari beberapa dokter. Kelly sekarang dipindahkan ke dalam ruang perawatan.
Kyarra sudah pasti menemani keponakannya itu dengan duduk di kursi yang ada di samping Kelly dan menggenggam tangan Kelly, menatap nanar wajah Kelly yang tampak memejamkan mata seperti orang tidur.
"Kelly...."
"Kamu harus cepat bangun, Tante di sini menunggu kamu," ucap Kyarra.
Tanpa disadari Kyarra, ternyata Alvino berdiri di depan pintu ruang perawatan yang terbuka sedikit, sejak tadi sosok Alvino tidak mengeluarkan suara, tidak merasa paling benar, tidak marah mendapat bentakan berkali-kali.
Ketika Kyarra berteriak-teriak di depannya dan juga kedua orang tuanya. Alvino hanya diam seolah-olah menyadari kesalahannya.
"Pak Alvino!" Alvino terbuyar dari lamunannya melihat ke arah suster yang memanggilnya.
"Dokter Adi ingin bertemu dengan Anda, mari silahkan," ucap suster tersebut membuat Alvino menganggukkan kepala dan mengikuti suster.
****
Saat ini Alvino sudah berada di dalam ruangan dokter duduk berhadapan dengan meja di tengah mereka.
"Ini hasil lab pasien!" dokter memberikan lembaran yang berupa berisi bagian usus pasien.
"Bagaimana kondisi putri saya?" tanya Alvino.
"Alhamdulillah sudah mulai membaik, masih bisa melakukan pengobatan tanpa melakukan operasi pemotongan usus," jawab dokter.
Alvino cukup ngeri mendengar operasi besar yang akan dilakukan putrinya yang masih berusia 6 tahun.
"Tetapi ini menjadi pelajaran ke depannya. Saya sangat berharap keluarga bisa memperhatikan pola makan pasien, anak seusia pasien yang sejak bayi sudah diberikan pola makanan yang teratur dan sesuai dengan kebutuhan, lalu tiba-tiba diberikan dengan makanan-makanan yang kurang cocok dengan tubuhnya menyebabkan pembengkakan pada usus, ini sangat berbahaya untuk anak seusia pasien, jadi mohon untuk kedua orang tua lebih memperhatikan lagi," ucap dokter.
Sudah begitu jelas apa yang terjadi pada Kelly karena kecerobohan dari keluarga Alvino sendiri yang merasa paling benar sehingga memberi makanan yang tidak-tidak dan seolah-olah sengaja ingin membuktikan kepada Kyarra bahwa mereka bisa melakukannya.
"Baiklah dokter, terima kasih sudah melakukan yang terbaik untuk putri saya," ucap Alvino.
"Sama-sama. Pak, semoga pasien secepatnya sembuh," ucap dokter tidak lupa memberikan doanya.
Alvino menganggukkan kepala.
Bersambung.....