Leon Bagastiarsy menemukan cinta pertama sekaligus dia anggap yang terakhir dalam hidupnya. Bahkan hingga memiliki buah hati, Leon hidup bahagia dengan cinta pertama itu.
Moment indah yang terjalin mengikat kuat dalam pernikahan pertamanya, sampai dimana Tuhan merenggut hal berharga dalam hidup Leon.
Dapatkah sosok Leon kembali menemukan Cinta keduanya dan menjadikannya pelabuhan terakhir dalam hidupnya sebagai pengganti cinta pertama?
Yuk Simak dan ikuti selengkapnya ya 💕🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fuqin Gennil G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 16
Episode 16
Keesokannya, dimana Cia sudah menemukan tempat tinggal yang sesuai dengan kriteria lokasinya, dia pun langsung memproses segalanya agar dirinya bisa cepat pindah. Tak ingin lama-lama dan sekarang di dalam rumah Cia ia dan ibunya bahkan sudah membereskan pakaiannya. Cia membeli rumah sederhana namun didalamnya sudah terdapat perabotan lengkap sehingga dirinya tak perlu menggotong banyak barang berat.
“Ci... Barangmu cuman ini aja? Apa gak ada yang kelupaan nanti? “ tanya Ibunya yang meneliti semua barang bawaan Cia. Hanya ada 1 koper sedang dan 2 tas ransel besar.
“Tenang aja bu, semau yang Cia perlukah sudah ada didalamnya. “ kata Cia
“Kapan orang yang menjemput kita datang? “
“Bentar lagi bu, gak lama lagi kok. “ tak lama kemudian suara mobil dari luar terdengar ibu dan Cia langsung membawa barangnya keluar rumah.
“Semoga setelah ini, aku tidak akan berpapasan kembali dengan Leon, aku sudah susah payah mencari rumah terbaik dan jauh dari lingkungan Leon. “ batin Cia yang memasukkan barang ke dalam mobil dan menatanya rapi.
“Baik, apa sudah tidak ada yang ketinggalan? Kita akan berangkat. “ tanya Pak supirnya.
“Sudah pak, mari kita berangkat sekarang. “ ucapku, sambil melirik sebentar kearah rumah yang akan kutinggalkan.
Ketika mobil yang aku tumpangi keluar gang rumah, sebuah mobil mewah melewati sisi sampingku, aku yang melihat siapa pemilik mobil itu langsung menyembunyikan wajahku ke pundak ibuku.
“Kamu kenapa Ci? “ tanya ibu Cia
“Gak ada apa-apa kok bu, oh ya gimana nanti malam kita coba makan malam diluar bu?! “ ucap Cia
“Ya gak papa, apalagi kita juga belum belanja isi dapur, “ kata ibunya, Cia pun tersenyum mengangguk.
“Yaudah yang belanja biar Cia, besok sepulang kerja Cia mau mampir ke supermarket. “
“Belanjanya pakai uang ibu aja ya Ci, mending kamu tabung uangnya, “ ia hanya menyetujui apa kata ibunya.
Sedangkan di depan rumah Cia, Leon yang dari tadi mengetuk pintu rumahnya masih belum mendengar suara dari dalam.
“Kemana nih Cia kok gak ada jawaban? “ gumamnya, dia merogoh ponselnya namun baru tersadar selama ini dia belum meminta nomer HP perempuan itu.
“Mas lagi ngapain disitu? “ tanya tetangga sebelah rumah Cia.
“Bu saya mau tanya orang yang punya rumah ini lagi kemana ya? Saya ketuk pintu nya gak ada jawaban. “ kata Leon
“Ibunya Cia sama anaknya baru aja pindah hari ini, mereka juga dadakan pindah nya, entah kenapa juga, saya gak tahu mas. “ ucap tetangga itu, Leon pun segera pergi dari situ.
Di dalam mobil,” Kemana itu anak? Segitunya dia mau ngehindar dari aku? Kelakuanku emang bikin risih ya?! “ gumamnya, Leon bertanya-tanya pada diri sendiri, apa belakangan ini dia terlalu mengganggu Cia.
“Tapi pindah kemana? Meskipun dia pindah jauh dari sini, aku percaya dengan mudahnya bisa menemukannya. “ kata Leon.
Leon pun mencoba mengalah dan memberikan Cia waktu agar hatinya tertata kembali. Dia yang bingung mau menghabiskan waktunya dengan melakukan apa. Biasanya dia akan mendatangi Cia dan mengajar keluar berdua namun kini berbeda. Lagi-lagi Leon akan menghabiskan waktunya dikamar sambil bermain PS.
Bukannya Leon tidak mempunyai teman, hanya saja satu teman lnya sedari masa sekolah nya dulu, kini sedang diberi beberapa tugas oleh orang tuanya untuk mengurusi cabang perusahaan di luar kota. Perkiraan Leon, mungkin seminggu lagi temanya itu akan segera pulang dan dia tebak begitu pulang, orang pertama yang akan didatangi pasti dirinya nanti.
Saat masuk Rumah, “ Loh Leon katanya mau pergi? Kok pulangnya cepet banget?! Tanya Mami nya yang sedang mengaduk teh.
“Orang yang mau Leon ajak keluar lagi ada urusan jadi yang gak keluar. “ jawab Leon
“Ohh, mami punya ide kalau gitu, gimana kalau kamu bantu mami! “ kata Maminya
“Bantu apa Ma? Gak aneh-aneh kan? “ tanya Leon
“Ya gak dong, udahlah mending kamu ganti baju oke, pakai celana training sama kaus oblongmu aja. “ ujar Mami nya, kedua alis Leon berkerut.
“Ya udah kalau gitu. “ Leon pun pergi ke kamarnya.
Beberapa menit kemudian, suara panggilan Mami nya terdengar dari bawah, Leon yang tadinya ingin tidur tidak jadi melakukannya. “ ya ma bentar. “ sahut Leon, mencuci mukanya agar lebih segar.
“ Kok lama banget sih? Nih dipakek nanti ya kalau udah sampai disana. “ kata Mami nya sambil menyodorkan sebuah topi.
“Kita mau kemana sih Ma? Papi ikut gak? “ tanya Leon
“Semuanya ikut dong, Papinya juga udah Mami minta bantuin juga jadi nanti lebih cepat. Kata Maminya
“Leon masih belum ngeh mau kemana, kita mau ngapain sih ini?! “ seru Leon masih kebingungan.
“Kamu ini kok gak langsung peka ya, kamu megang topi, pakai kaos sama training, ya udah pasti kamu bantu Mami berkebun di kebun Mami. “
“Sejak kapan Mami punya kebun! Kok Leon gak tahu sih!” pekik Leon
“Kamu aja yang gak pernah perhatian sama Mami , sibuknya sama kerjaan melulu. “ kesal Mami nya lalu pergi keluar rumah.
Leon menggelengkan kepala, pusing mendengar omelan maminya. Di mobil papi Leon yang menyeturt, masih dalam kondisi diam Leon juga tak berminat untuk berbicara, dia hanya memperhatikan jalan raya yang diluar sana panas dan berpolusi.
“Masih jauh Pa? “ tanya Leon
“Gak kok bentar lagi juga sampek, kebun Mami kamu itu rindang dan sejuk banget, kamu kalao disana bentah banget pastinya. “ kata papinya
“Sebagus apa emang? “ batin Leon
*
Di sisi lainnya, sebuah rumah baru versi perumahan tidak begitu kecil dan tak besar juga. Di depannya juga menyisakan sebuah teras yang kemungkinan kedepannya dengan ibu Cia bisa ditanamai sebuah pohon hias.
“Kamu pinter banget Cia cari rumahnya, lokasinya juga bersih dan segar dipandang mata. “ puji ibunya
Lingkungan sekitar rumah sudah beraspal dan tak jauh dari rumahnya terdapat sebuah kebun bunga dan buah yang ramai dikunjungi para warga sekitaran. Para warga juga bisa membeli tanaman hias dan buah-buahan matang dengan harga terjangkau.
“Iya dong bu, Cia juga baru tahu kalau di dekat sini ada sebuah perkebunan jadi pingin mampir Cia. “ kata Cia.
“Ya kapan-kapan kita mampir dan membeli buah mereka. Pasti segar kalau baru petik dari pohonnya.
“Hemm... Kalau gitu yuk bu, kita cari makan malam sebelum kemalaman. “
“ Kita beli makan atau mau makan diluar Cia? “ tanya ibunya
“Terserah yang penting kenyang. “ kata Cia
“Beli terus bawa pulang aja ya, “
“Okeh.” Jawab Cia
.
.
.
.
.
.
.
jika suka jangan lupa like, komen dan vote hadiah mawar ya, masukin juga ke list favorit..
ayo dukung author agar lebih semangat upnya... 🙏🔥
CINTA 5300km
meninggalkan jejak 10 like
merindukan senja hadir lagi 😁
nanggung gini bacanya😅
feedback ke novelku Who is He mulai bab 6, yah, terima kasih😁💕
Saling dukung yuk✨