Indonesia
NovelToon NovelToon
Setulus Cinta Fajar

Setulus Cinta Fajar

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Suami ideal / Tamat
Popularitas:20.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rrnsnti

Fajar adalah seorang duda beranak satu yang telah ditinggal oleh istrinya yang lebih memilih pria lain.

Sedangkan Rain adalah putri tinggal dari pasangan Waiz dan Talia. Gadis manja itu sengaja dijodohkan oleh Waiz karena melihat kelakuan putrinya yang semakin hari susah diatur.

Bagaimanakah sikap Rain dalam menerima semuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rrnsnti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

disita

Rain bersiap berangkat kuliah seperti biasanya, namun saat Rain mencari kunci mobil kesayangannya mobil tersebut malah tidak ada di garasi mobil rumah.

“Kemana mobil ku?” batin Rain.

Rain berlari ke dalam dan malah melihat Waiz yang berdiri tepat di depan pintu kamarnya.

“Mencari ini?” Tanya Waiz sambil menunjukan kunci mobil porche kesayangan Rain.

“Papa, dimana mobil Rain?” tanya balik Rain.

“Papa sengaja menyitanya, jika kamu tidak mau menuruti apa yang Papa mau, kamu tidak akan mendapatkan apa yang kamu inginkan juga” jawab Waiz.

“Ini tidak adil.” Jelas Rain dengan nada kesalnya.

“Ini adil, untuk massa depan mu juga. Jadi segera ambil keputusan dengan menuruti apa yang Papa mau.” Balas Waiz yang kembali masuk ke dalam kamarnya.

Rain yang kesal akhimya hanya bisa pasrah dan pergi kuliah bersama supir yang biasanya mengantar Talia.

Sesampainya di kampus, Rain langsung menghampiri Deka yang sudah menunggunya di kantin kampus.

“Hai sayang” jelas Deka yang langsung memeluk Rain.

“Hai sayang” ucap Rain pelan.

“Kamu kenapa sayang?” Tanya Deka sambil mempersilakan Rain duduk di sampingnya

“Papa menahan mobil kesayangan ku. Jadi hari ini aku terpaksa diantar supir Mama untuk berangkat kuliah” jawab Rain.

“Kenapa?” tanya Deka lagi.

“Semalam ada seorang pria dengan anak kecil di sampingnya datang ke rumah ku. Awalnya aku mengira mereka adalah salah satu rekan bisnis Papa yang datang ke rumah untuk membicarakan soal bisnis.” Ucapan Rain terhenti saat Deka memotong pembicaraan Rain.

“Lalu apa intinya sayang?” tanya Deka

“Pria itu adalah pria yang Papa pilihkan untuk menjadi suami ku.” Balas Rain.

“Kamu jangan bercanda sayang, aku tidak suka.” Ucap Deka sambil melipat kedua tangannya di dada.

“Aku serius, bahkan Papa mengatakan akan mulai menyita semua yang aku punya jika aku tidak segera membuat keputusan untuk menyetujui keinginan Papa untuk menikah dengan pria itu” jawab Rain sambil memeluk Deka.

“Lalu bagaimana dengan ku, aku ini kekasih mu dan aku sudah memberikan tanda keseriusan ku kepada mu” jelas Deka sambil menunjukan cincin pemberiannya.

“Sayang, aku juga tidak mau menikah dengannya. Tapi kamu harus datang ke rumah ku dan menemui Papa dan Mama. Tunjukan jika kamu memang serius dan jauh lebih baik dari pria yang di pilihkan Papa untuk ku” ucap Rain.

“Tapi aku masih kuliah, bagaimana cara ku menunjukkan keseriusan ku di depan Papa dan Mama mu?” tanya Deka.

“Sayang, dengan kamu menunjukan wajah kamu di depan Papa dan Mama lalu meminta ijin mereka untuk menjaga ku dengan baik. Itu awal yang baik dan setelahnya kamu usaha lalu mencari pekerjaan yang terbaik setelah kita lulus kuliah nanti, aku yakin Papa akan mulai mempertimbangkan perjodohan ku bahkan bisa saja membatalkannya karena melihat keseriusan mu kepada ku” balas Rain.

“Baiklah sayang, lusa aku akan datang ke rumah mu untuk menunjukan keseriusan hubungan kita. Aku tidak mau kehilangan kamu, aku sayang kamu” ucap Deka sambil mencium kedua tangan Rain.

Setelah bicara panjang, Rain masuk ke dalam kelasnya dan memulai mata kuliahnya hari ini.

Saat pulang, Rain kembali harus di jemput supir Mamanya untuk kembali pulang.

“Kamu” ucap Rain.

“Maaf, aku di suruh tuan besar Hedi untuk menjemput mu” jelas Fajar yang ternyata membawa.

“Antarkan aku pulang sekarang” ucap Rain dengan nada sombongnya.

“Baik” singkat Fajar.

Sepanjang perjalanan pulang, Rain hanya terdiam sambil memainkan Hp miliknya.

“Kenapa berhenti?” Tanya Rain.

“Maaf saya mau membeli itu untuk Syahara.” Jawab Fajar.

Fajar mulai turun dan membeli permen kapas pesanan Syahara.

“Kamu mengizinkan anak mu untuk memakan itu?” tanya Rain.

“Syahara boleh memakan apapun yang dia suka, asalkan tidak berlebihan.” Balas Fajar.

“Jangan memberinya itu, giginya bisa rusak jika kamu terus memberikannya” jelas Rain.

“Aku tidak pernah berlebihan dalam memberikan makanan kesukaan arra, mau itu permen atau coklat sekalipun. Syahara juga tidak pernah membantah ku jika aku menyuruhnya untuk menyikat giginya setelah makan dan sebelum tidur” jawab Fajar.

Rain kembali diam dan akhirnya keduanya sampai di rumah dan Fajar berlari untuk membukakan pintu untuk Rain.

Rain langsung berlalu pergi dan setelahnya Fajar malah menghampiri penjaga rumah Rain dan memberikam satu permen kapasnya untuk di berikan kepada Rain.

Rain langsung masuk ke dalam kamarnya lalu mandi dan mengganti bajunya. Saat Rain sedang mengeringkan rambutnya, maid rumahnya mengetuk kamarnya dan Rain dengan segera membukanya.

“Maaf nona, ini untuk nona Rain” ucapnya.

“Dari siapa ini, Bi?” tanya Rain.

“Ini dari tuan muda Fajar yang menitipkannya ke penjaga rumah dan menyuruhnya untuk memberikan ini kepada nona Rain” jawab nya.

Rain mengambil permen kapas tersebut dan malah

membuangnya ke tempat sampah kamarnya

"Dia kira semudah itu untuk mendekati ku. Aku bukan abak kecil yang akan luluh hanya karena sebuah permen kapas" batin Rain.

Selesai mengeringkan rambutnya, jenie memilih untuk menonton film sampai sebuah telpon menganggunya.

“Sayang” ucap Deka.

“Ada apa sayang?” tanya Rain.

“Bisa kita bertemu sekarang?” tanya balik Deka.

“Mobil ku masih di tahan oleh Papa, bagaimana kita bisa bertemu malam ini?” ucap Rain.

“Aku akan menjemput mu memaki taxi, malam ini ada pesta ulang tahun di rumah Anggi. Aku mau kamu datang bersama ku. Aku akan menunggu kamu tepat di depan gerbang rumah mu” jelas Deka.

“Itu ide yang bagus, aku akan segera bersiap setelah menikmati makan malam bersama Papa dan Mama” jawab Rain.

Deka memberikan ciuman jauhnya sebelum menutup telponnya.

Makan malam berlangsung cepat, Rain dengan segera kembali ke kamarnya namun Papa memahan tangan Rain.

“Apa keputusan mu?” tanya Waiz.

“Papa, Rain Tidak mau menikah dengan pria pilihan Papa” jawab Rain.

“Lalu kamu tetap dengan pria pilihan mu?” tanya Waiz lagi.

“Deka akan segera menemui Papa dan Mama untuk menunjukan keseriusan hubungannya dengan Rain.” Balas Rain.

“Papa akan menunggu kedatangannya. Papa ingin tau apa dia berani datang atau Cuma bicara omong kosong saja.” Jelas Waiz.

Rain kembali ke kamarnya dan mulai bersiap untuk pergi bersama Deka malam ini.

Saat jam sudah menunjukan jam sepuluh malam, Rain dengan pertahan keluar dari kamarnya dan saat Rain sampai di depan gerbang rumahnya, Deka sudah menunggunya dengan senyum terbaiknya.

“Kamu sangat cantik malam ini” ucap Deka yang langsung memuji kecentikan Rain.

“Hanya untuk kamu, sayang” balas Rain.

Rain dengan perlahan menaiki taxi bersama Deka menuju ke rumah kris. Sesampainya di sana, Rain dan Deka mulai duduk dan menikmati pesta ulang tahun. Kris malam ini.

“Aku tidak bisa minum banyak malam ini” ucap Rain.

“Sayang, ini hanya sedikit. Aku janji akan mengantarkan mu pulang” balas Deka sambil memberikan segelas wine kepada Rain.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!