Sekuat apapun kita berjanji, selama apapun kita bersama, itu tidak akan menjadi alasan tuhan tidak akan memisahkan kita walaupun dengan cara tersakit sekalipun_Agatha
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qr_smi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AA_21
HAPPY READING
.......
"Tha lo bawa cemilan gak?" tanya Alexa yg tengah menatap Agatha dengan pandangan yg berbinar meminta belas kasihan agar Agatha memberikannya cemilan
fyi
ini mereka lagi di perjalanan menuju ke desa yg menjadi tempat penelitiannya mereka kali ini, karena tahun-tahun sebelumnya PHS tidak ada menerapkan sistem seperti ini tapi karena sudah dipertimbangkan dengan baik jadi pihak sekolah mengajukan untuk melakukan penelitian dengan metode langsung terjun kelapangan jadilah sekarang mereka dan beberapa anak kls 11 lainnya tengah berada di dalam bus yg tengah melaju ke sebuah desa yg tak terlalu ter ekspos ke daerah lain jadi karena itu jalan menuju desa tersebut sedikit rusak makanya perjalan mereka akan menempuh 8-9 jam lah itu pun kalo gak macet ya.
"gak ada males gue bawa cemilan berat tau gak, kita juga bakalan berhenti kok nanti tunggu aja bentar lagi, nih gue cuman bawa permen" balas Agatha ambil memberikan permen itu kepada Alexa, meski dengan wajah masamnya Alexa menerima permen itu dan mulai memakannya
jadi duduknya itu kayak gini, Agatha duduk sama Alexa nah kalo Jasmine duduk sama anak kelas sebelah yg kebetulan sama-sama anak PMR jadi mereka lumayan dekat lah, di sebelah Alexa ada Nathan dan Leo sedangkan Alva, lelaki itu berada di mobil satunya lagi atau lebih tepatnya dia bawa mobil sendiri selain dia jadi penunjuk arah jadi lebih bagus bawa mobil sendiri, sekolah gak mempermasalahkan itu toh nanti mobilnya juga dibawa pulang lagi sama sopir Alva ya ikut dengan laki-laki itu sekarang
"ok kita udah berangkat 2 jam yg lalu, kalian pasti capek atau ada yg mau ke toilet, kalian mau berhenti dimana" tanya bu Dewi yg menjadi salah satu guru koordinator untuk ikut serta dalam penelitian ini
"di mana aja deh bu, yg penting ada jual cemilan" celetuk Alexa yg di hadiahi cubitan oleh Agatha, gadis satu ini memang bikin malu aja deh
"ok kita berhenti di pertamina aja ya, sekalian bus nya mau ngisi bahan bakar, Agatha kamu kasih tau Alva ya buat berhenti di depan"ujar bu Dewi sambil tersenyum usil kepada Agatha bermaksud menggoda gadis itu, yaelah siapa sih yg gak tau hubungan mereka, satu sekolah udah tau kali es kutub mereka udah nemuin mataharinya, mendengar perintah tersebut Agatha mengangguk saja dan langsung menelfon Alva agar berhenti di pertamina yg kebetulan tak jauh lagi
Beberapa menit kemudian bus berhenti dan siswa disilahkan untuk keluar dan bebas mau ke mana, ke toilet atau minimarket yg memang ada dilingkungan itu, bahkan ada yg menuju mushola untuk menunaikan ibadah sholat karena sekarang sudah masuk pukul 12.30 jadi mereka tidak mau meninggalkan kewajiban tersebut
"Tha ke toilet dulu yuk"
"hmm"
setelah mereka keluar dari toilet kaki jenjang itu langsung melangkah menuju minimarket yg menyediakan lumayan banyak cemilan yg enak dinikmati saat perjalanan.
setelah mengambil hampir semua varian cemilan itu mulai dari pedas, manis, gurih bahkan yg rasa lainnya mereka beralih menuju ke lemari pendingin yg menyediakan minuman dan juga beberapa ice cream, mereka mengambil minuman yg berasa beberapa selebihnya memilih untuk mengambil air mineral, karena biasanya kalo diperjalanan minum minuman yg memiliki rasa apalagi yg manis-manis itu akan membuat perut menjadi tidak enak
setelah membayarnya Agatha dan Alexa beralih menuju luar toko itu dan sudah mendapatkan Leo dan Nathan yg tengah berdiri di dekat mobil Alva dengan lelaki itu yg tengah berdiri sambil bersandar di pintu mobilnya yg tidak ia tutup itu, melihat Agatha yg telah selesai membeli cemilan Alva langsung memanggil nya tanpa pikir panjang kedua gadis itu langsung menuju kearah ketiga lelaki itu
"kenapa?" pertanyaan Agatha terlontar kepada lelaki itu, sedangkan Alexa hanya berdiri diam dibelakang Agatha tanpa niat untuk membuka suara sama sekali, kalian ingat kan perdebatan Alexa dan Nathan tempo hari, sampai sekarang mereka masih diam tanpa berniat untuk menyelesaikannya
"masuk"
"hah? masuk kemana?"
"lo gimana sih Al elah, gini Tha, Alva minta kalian buat pindah ke mobilnya biar nanti nyetirnya bisa tukar-tukar soalnya ni anak takut kalo dia nyetir sendiri nanti terjadi apa-apa gitu" penjelasan Leo agar gadis di depannya ini mengerti maksud dari perkataan lelaki es disebelahnya ini
"Oww ya lo ngomong singkat amat, yaudah yuk Lex" ajak Agatha, tubuhnya hampir memasuki mobil tapi tangannya langsung ditahan oleh Alexa, gadis itu sedikit gugup untuk menyampaikan apa yg ingin ia katakan, Agatha yg paham kemana arah permasalahan ini ia mengangguk untuk mengizinkan gadis itu agar tetap di bus saja, ia tau gadis itu tidak ingin terjebak di satu mobil dengan Nathan
"yaudah, nanti duduknya sama Jasmine aja"
"hmm, trus ini cemilannya gimana?"
"ambil aja, Alva juga udah beli in tadi" balas Agatha dengan seyum tipis membuat Alexa mengangguk dan berpamitan kepada mereka untuk kembali ke bus
"hati-hati Lex, nanti kalo perutnya gak enak kasih tau Jasmine, dia ada minyak angin pasti" peringat Agatha dan dibalas anggukan oleh Alexa sebelum gadis itu memasuki pintu bus, disusul oleh Leo setelahnya, karena memang mereka akan segera berangkat lagi karena mengingat perjalanan yg lumayan lama jadi mereka akan sampai sebelum hari gelap, perkiraannya
"kenapa Alexa gak ikut aja?"tanya Alva yg sudah memasangkan sabuk pengaman kepada agatha, emang udah bucin sih bapak satu ini
"tanyain noh temen lo, mulutnya gak dijaga"
"masalah kemaren?"
"iya lah, itu aja belum selesai masa bikin masalah baru lagi"
mendengar itu Alva memilih diam, gadis ini sepertinya tengah dalam mood yg buruk jadi ia memilih untuk kembali menjalankan mobilnya diikuti oleh bus yg juga perlahan meninggalkan tempat itu
sekarang jam sudah menunjukkan pukul 19.00 malam, sangat jauh dari perkiraan karena mereka beberapa kali berhenti tadi, terakhir pemberhentian mereka yaitu mesjid di dekat desa yg menjadi tujuan mereka, mengingat di dalam bus itu masih ada siswa/i yg harus menunaikan sholat mereka
setelah memasuki plang selamat datang di desa itu, mereka langsung bertemu dengan beberapa petinggi di desa itu, seperti bapak RW dan RT nya juga ada beberapa ibu-ibu disana, karena jalan menuju rumah yg akan menjadi tempat tinggal mereka selama disini berada di dalam desa itu, dan jalan yg tidak memungkinkan untuk dimasuki oleh mobil apalagi bus, jadi mereka turun di sini nanti barang-barangnya akan di angkut oleh anak laki-laki yg ikut juga beberapa pemuda desa itu
melihat mereka yg memberhentikan busnya di sana, Nathan memberhentikan mobil Alva yg sedari beberapa jam yg lalu ia bawa, melihat kebelakang Agatha sudah tertidur dengan Alva yg terus menjaga kepala gadis itu agar tidak terbentuk oleh kaca jendela karena jalan yg berlubang
"bangunin deh Agatha nya, kayaknya gak bisa masuk soalnya kita diberhentiin disini"ujar Nathan sambil membawa barang-barang yg sekiranya bisa ia bawa sendiri, ia juga membawa tas Alva yg kebetulan tak terlalu besar itu, soalnya Alva udah pasti ngebawain tas agatha nanti
"Tha bangun hey" ujar Alva dengan tangan yg menggoyangkan tubuh Agatha dengan pelan yg berhasil membuat Agatha membuka matanya dengan pelan
"udah sampe?"
"hmm"
"kok berenti disini?"
"mobil gak bisa masuk jadi berhenti disini dulu"
"hmm yaudah, yuk turun gak malu apa diliatin sama pak Budi itu" ujar Agatha yg keluar dari mobil itu sambil membawa cemilan-cemilan yg belum sempat ia makan tadi, lumayan buat ganjal perut nanti, meninggalkan alva yg cengo sambil melirik pak Budi yg melihat mereka dengan kekehan geli
"yaudah pak aku sampe sini aja, nanti tolong bawa mobilnya ya pak, maaf ngerepotin"setelah berpamitan dengan pak Budi, Alva keluar dari mobil dengan membawa tas Agatha bersamanya, ikut berkumpul dengan anggota lain yg sudah turun dari bis
setelah sedikit berkenalan bu Dewi dan beberapa orang penting desa tersebut mempersilahkan mereka untuk langsung ke rumah yg sudah disediakan, hanya perlu beberapa menit untuk sampai dan setelahnya mereka dipersilahkan untuk istirahat terlebih dahulu untuk memulai pemukaan esok pagi
fyi pembagian kamarnya itu, ada yg 3 orang dalam satu kamar, dan dirumah itu memang tersedia sekitar 8 kamar yg cukup luas untuk diisi sebanyak 3 orang, kebetulan rumah itu juga sering di gunakan oleh anak-anak kuliahan yg juga melakukan kegiatan seperti ini di desa tersebut, jadi mereka gak menggunakan rumah warga untuk tinggal
....
paginya sekiat pukul 08.00 pagi semuanya sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing, ada yg mandi dan ada yg memasak sarapan, kebetulan kamar mandi disana hanya tersedia 4 buah, 2 untuk cowok dan 2 untuk cewek, jadi mandinya rada ngantri gitu, kalo siswa yg sholat subuh sih mandinya gak ngantri
setelah menyiapkan sarapan dan menikmatinya, sekarang waktu untuk mengambil barang- barang yg sudah tertumpuk di ruang depan, mereka memilih mana barang mereka dan langsung menyimpannya di dalam kamar masing-masing, karena nanti sekitar pukul 10.00 mereka akan mengadakan acara penyambutan oleh masyarakat sini, setelah mendapat kan barang-barang nya mereka mulai menata dan membersihkan kamar atau lebih tepatnya merapikan karena semalam barang yg sempat mereka bawa sendiri itu berserakan di lantai kamar dan itu adalah tugas mereka pagi ini.
sekarang semuanya sudah siap untuk menghadiri acara penyambutan di balai desa, mereka sekarang kompak untuk mengenakan kaos yg memang sengaja dibuat untuk acara ini, yaitu kaos hitam dengan tulisan PHS dipunggungnya dan didadanya terdapat logo sekolah
seperti saat ini Agatha memilih mengenkaan jeans hitam untuk melengkapi kaos itu dengan rambut yg diikat tinggi itu membuat penampilan Agatha hari ini terlihat perfect, dengan Alva Yg juga mengenakan pakaian atau lebih tepatnya celana yg sama dengan yg dikenakan oleh Agatha
setelah dipastikan lengkap, mereka mulai berjalan kaki menuju balai desa yg sudah banyak orang-orang berdiri disana, menyambut kedatangan mereka, Agatha dan Alva yg berjalan paling depat pun sedikit menunduk untuk membalas sapaan masyarakat yg terlihat antusias dengan kedatangan mereka di sini
"baiklah, terima kasih kepada ibu penanggung siswa yg telah memberikan sepatah katanya, selanjutnya dipersilahkan untuk ketua kegiatan atau lebih tepatnya itu ketua osisnya, dipersilahkan" lanjut pembawa acara itu mempersilahkan Alva untuk maju memberikan sambutan nya
dan acara pembukaanya berjalan dengan lancar dengan dilanjutkan mereka menepatkan arahan untuk kegiatan selama mereka disini, setelahnya mereka bebas ada yg tetap disana menikmati hidangan yg disediakan, kembali ke rumah atau berkeliling untuk mengenal desa ini lebih jauh
🍈🍈🍈
Udah dulu ya guys, lanjut besok lagi maaf kalo ada typo mohon diberi tahu jangan diberi tempe ya apalagi diberi harapan palsu🤧🤧
Maaf kalo makin lama makin gajelas ceritanya karena yg jelas itu rasa satang aku ke mick😍
Ok sekian terima uang dari bapak opas
Jangan lupa VOMENT OK😉