"Kenapa hanya karna anak ini terlahir sebagai wanita sampai di buang begitu saja? kau ibu yang tak perasaan" teriak nya sambil mengutuk perbuatan seseorang wanita yang membuang bayi nya di pinggir sungai
Penasaran dengan cerita ini yuk mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua satu
"Ah ini hadiah untuk mu semua. bibi mendapatkan ini dari lelaki tua, saat perjalanan kemari bibi bertemu lelaki tua ini" ucap Nyonya Anhi Cao.
"Tega nya ibu bilang Atu lelati tua...." gumam You you. Nyonya Anhi Cao yang tadinya serius pun langsung menunduk kan kepala untuk menahan tawanya, sedangkan Nian Cao menganggap bibi nya sedang bersedih. dia berpikir lelaki tua yang di temui bibinya itu terluka atau mati.
"Sudah jangan sedih bibi.... nian nian mengucapkan terima kasih atas hadiah Petapa tua yang menemui bibi, Oya bagaimana Nian nian bawa semua ini ya? cincin ruang Nian nian sudah penuh..." ucap Nian Cao.
"Nah kebetulan bibi memiliki cincin ruang khusus rak-rak ini.... tunggu ya" ucap Nyonya Anhi Cao. dia pun langsung berjalan cepat, You you yang di gendongan Nian Cao pun hanya bisa mendesah kecil.
"Ibu.... cincin nya cudah ada di dalam tatong pataian ibu" seru You you. Nyonya Anhi Cao pun langsung berhenti dia meringis kecil karena melupakan cincin ruang nya.
"Aku belum tua-tua sekali kan ya? tapi kenapa aku lupa ucapan putri ku tadi sih" gumam Nyonya Anhi Cao. You you terkekeh geli mendengar gumaman sang ibu, You you pun langsung berbicara membuat Nyonya Anhi Cao melotot.
"Ibu memang belum tua.... tapi cudah belumul" ledek You you. Nyonya Anhi Cao mendelik mendengar ucapan sang putri.
"Bocah nakal.... kau berani meledek ibu? awas ya ibu gigit pipi bulat mu itu" ucap kesal Nyonya Anhi Cao. You you hanya cekikikan mendengar nya.
Nyonya Anhi Cao pun langsung berbalik dan masuk kembali kedalam ruangan ramuan herbal itu. Nian Cao melihat bibi nya sudah kembali, Nyonya Anhi Cao memberikan cincin ruang yang luas untuk sang keponakan.
.
.
....
"Ini cincin ruang yang bisa Nian nian masuki.... cincin cukup luas dan besar, hanya saja. cincin ruang ini bukan hanya untuk penyimpanan. Nian nian bisa menanam herbal atau tanaman obat yang Nian nian ingin tanam" ucap Nyonya Anhi Cao. mata Nian Cao membola, bibinya memiliki cincin ruang yang di incar oleh para kaisar atau pun raja. dia melihat sekitar, Nian Cao pun langsung mendekati sang bibi.
"Bibi mendapatkan nya dari mana? bibi jangan asal memberikan nya kepada orang lain.... bisa-bisa bibi di buru para tetua Kultivasi" ucap Nian Cao. dia tidak mau bibinya kenapa-kenapa jadi dia harus mengingatkan sang bibi.
"Nian nian tenang saja.... bibi yang buat cincin ruang ini, kebetulan bibi akan menjual nya juga. jadi cepat ambil cincin ruang ini" ucap Nyonya Anhi Cao. Nian Cao menatap tak percaya, dia benar-benar terkejut saat mengetahui bibinya bisa membuat cincin ruang. oh tidak ini tidak boleh di ketahui oleh orang lain.
"Bibi kalau bibi mau menjual nya, Bibi harus menutupi identitas bibi.... karena kita tidak tahu orang jahat itu bakal mengincar bibi" ucap Nian Cao. Nyonya Anhi Cao tersenyum tulus kepada sang keponakan, dia juga tidak mungkin menjual terang-terangan cincin ruang itu. sama saja mencari perkara.
"Nian nian tenang saja.... Bibi juga tidak akan terang-terangan menjual cincin ruang ini, bibi akan menjual cincin ini di pelelangan bulan depan. Jadi Nian nian, tidak perlu khawatir" ucap Nyonya Anhi Cao. Nian Cao pun mengangguk, dia bahagia kalau bibinya itu akan bertambah kaya lagi.
"Huhuhu.... keluarga Cao kita akan bertambah kaya bukan? ayah dan ketiga paman pun pasti bilang seperti ini" ucap Nian Cao.
"Nikmat mana lagi yang dewa dusta kan. hahahaha..... itu pasti yang akan keluar dari mulut ayah" ucap Nian Cao. Nyonya Anhi Cao pun tertawa mendengar ledekan sang keponakan, dia juga lupa kalau nanti malam dia dan keempat Gege nya akan pergi melihat gua berlian dan giok.
"Bukan salah kita dong..... sang pencipta memberikan harta yang melimpah! ini anugrah yang sang pencipta berikan untuk kita" jawab Nyonya Anhi Cao.
"Kakak sepupu Nian nian.... dimana kau bersembunyi?
.
BERSAMBUNG.....
bisikan tak kasat meta = Hantu atau Jin
kalau gitu, aku panggil Jin You aja 🤣
malah yg kena pamannya🤣🤣