Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjebak Dendam Suamiku

Terjebak Dendam Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Badboy / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:797.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Irma Kirana

Sang suami adalah kekasih yang telah menjalin cinta dengannya selama 4 tahun, pria yang hangat perhatian dan penuh kasih sayang itu, tiba-tiba berubah dimalam pernikahan mereka. Bara Rahadian, tak ada angin tak ada hujan..dia memperlakukan Maura dengan berbeda. Tak cukup membawa wanita lain naik ke atas ranjang pengantin mereka dan bersenang-senang disana, Bara juga memperlakukan Maura seperti babu setelah pria miskin dan yatim piatu itu mengambil semua harta keluarganya. Hingga fakta lain terungkap atas perlakuan Bara selama ini. Dia memiliki dendam pada ayah Maura.

Dendam apakah yang membuat Bara sangat membenci ayahnya hingga melampiaskan semua dendam itu pada Maura yang tidak bersalah?
Apakah Maura bisa meluluhkan hati suaminya kembali dengan cinta? Apa dia malah memilih menyerah? Ataukah dia akan balik membalas dendam dan mengambil semua yang menjadi miliknya dari Bara?

Jangan lupa like, vote, gift dan komennya ya 😍😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22. Aku akan melupakanmu

...🍁🍁🍁...

Maura melihat Evan berdiri didepan kontrakan Hanna bersama Hanna juga disana. "Kenapa kamu baru pulang? Apa kamu baik-baik saja?" tanya Evan sambil menghampiri adik sepupunya itu.

"Aku habis dari rumah sakit menjenguk ayah." ucap Maura sambil tersenyum pahit.

"Bohong, aku lama berada disana dan kamu gak ada. Ini aku baru saja pulang menjenguk om Samuel." jelas Hanna yang menepis ucapan bohong Maura.

Maura tercekat mendengarnya. Dia tidak bisa berbohong lagi untuk menutupi kembalinya dia kerumah Bara.

"Maura, apa kamu kembali ke rumah Bara?" tanya Evan cemas.

"Iya."

"Kenapa kamu kembali? Bukankah urusanmu disana sudah selesai pada sore hari?" Tanya Evan sambil memegang tangan Maura, dia menatap adik sepupunya dengan cemas.

"Kak...tadi aku ketinggalan sesuatu dan aku mengambilnya kembali." jelas Maura berbohong lagi.

"Maura... sebenarnya-" Evan menghentikan ucapannya saat dia melihat memar dipergelangan tangan adik sepupunya itu.

Menyadari tatapan Evan pada tangannya, Maura segera menarik tangannya dari Evan,lalu menyembunyikannya. "Maura!"

"Aku lelah, aku ingin istirahat kak."

"Tanganmu kenapa? Apa Bara menyiksamu lagi?" Evan memegang lengan Maura, meminta Maura untuk bicara padanya.

Maura melepaskan tangan Evan, dia berjalan masuk ke dalam rumah. Namun, langkahnya terhenti saat Evan mengatakan jika Maura tidak mengatakan kenapa tangannya terluka, dia akan pergi memukuli lagi Bara sampai mati.

"Kalau kamu tidak bicara kenapa tanganmu terluka, aku akan pergi ke rumah si brengsek itu dan memukulinya sampai mati!" Seru Evan mengancam.

"Tidak kakak! Jangan lakukan itu!" Teriak Maura takut.

Evan mendekati Maura dan bicara keras padanya. "Kenapa masih ada sisa rasa dihati kamu untuk pria jahat seperti dia? Kamu tidak mau dia terluka! Kamu masih cinta pada binatang itu?! Katanya kamu mau balas dendam, lupakan perasaan mu itu Maura...kamu harus ingat karena dia om Samuel masuk rumah sakit dan koma, karena dia kita hidup susah! Kamu jangan lupa itu!"

"Kak Evan, udah cukup!" Seru Hanna pada Evan yang terus menekan Maura melupakan Bara.

"Tidak Hanna! Aku harus bicara, aku harus mengingatkan dia bahwa dia tidak boleh terjebak dalam cinta, atau dia akan terjebak dalam dendam." ucap Evan sambil menatap Maura. "Maura dengarkan aku, semua akan berjalan lancar kalau setengah hatimu sudah melupakan dia! Kalau bisa sepenuh hatimu, kamu harus melupakannya, membunuh semua perasaan cinta itu."

Cinta? Apa aku masih mencintai Bara? Apa karena itu, aku tidak ingin dia terluka. Kak Evan benar, perasaan cintaku ini harus mati untuknya...tapi kenangan tentangnya masih teringat jelas dalam benakku. Hatiku tidak semudah itu melupakannya, tapi aku harus!

"Kakak benar, aku akan mencoba melupakannya...namun aku masih belum bisa lepas darinya. Aku masih ada kontrak dengannya." jelas Maura jujur.

"Maura, berapa hutangmu padanya? Kita lunasi semua hutangmu dan kamu akan bebas darinya."

Kebetulan pak Bryan juga ingin membantu meminjamkan uang, maka aku akan dengan senang hati menerimanya asal Maura tidak menderita lagi.

"Sebenarnya ini bukan soal uang, kak. Tapi, aku memikirkan sesuatu yang menarik." ucap Maura sambil tersenyum menyeringai.

"Sesuatu yang menarik apa itu Maura?" tanya Hanna penasaran.

"Aku akan buat dia menyerahkan semua kembali apa yang menjadi milik keluarga Argadana." ucap Maura sambil tersenyum penuh tekad.

Ya Allah, tolong buat agar hatiku bisa melupakannya.

Tanpa mereka sadari Bryan melihat mereka bertiga dari mobilnya dari kejauhan. Dia merasa bersalah karena sudah mengatakan hal yang menyakiti hati Maura.

****

Keesokan harinya, Maura pergi ke rumah Bara pagi-pagi sekali seperti biasanya untuk beres-beres rumah sebelum dia berangkat bekerja. Pagi itu dia melihat wanita lain yang keluar dari kamar Bara dengan pakaian tipis.

Namun anehnya dia tak melihat Bara dikamar itu. Biasanya Bara akan disana bersama Vera atau wanita yang selalu dia bawa hampir setiap malam ke rumah.

"Heh! Aku haus, minta jus jeruk dong!" kata wanita seksi itu pada Maura.

"Maaf, saya bukan pembantu kamu jadi kamu tidak bisa menyuruh-nyuruh saya." ucap Maura menolak dengan tegas.

"Cepat ambilkan aku jus jeruk!" wanita itu mencengkram tangan Maura. Maura melawannya dan mendorong tubuh wanita itu hingga jatuh ke lantai.

Tak mau membuat masalah, Maura memilih pergi. Namun langkahnya terhenti saat melihat Bara keluar dari ruang kerjanya. Tepat saat itu, si wanita seksi menjambak rambut Maura.

Ini saatnya aku mengetes kamu Bara.

"Akhhhh!! Sakit! Tolong lepaskan!" Maura berteriak agar Bara mendengarnya. Maura pun terjatuh ke lantai.

BRUGH!

"Apa-apaan ini?!" Bara bertanya apa yang terjadi, dia melihat Maura terjatuh ke lantai dengan rambut acak-acakan.

"Bara...hiks..." Maura menangis, dia menatap Bara.

Aku akan melihat apa kamu peduli padaku atau tidak, Bara.

"A-aku gak ngapa-ngapain dia.. sumpah, sayang." kata wanita itu membela diri.

Sial! Aku gak mendorong dia, dia jatuh sendiri. Apa dia pura-pura?

Bara menatap tajam ke arah wanita seksi depannya itu. Dia membawa si wanita bukan untuk menyiksa tubuh Maura, tapi hati dan batinnya saja.

Bara membantu Maura berdiri, dia menatap wanita itu dengan rasa sedikit empati. "Auw...sakit..." rintih Maura sambil memegang kaki kanannya, satu tangannya memegang tangan Bara.

"Apa kamu bisa berjalan?" tanya Bara sambil memegang tangan Maura, namun Maura menepisnya.

"Aku bisa sendiri." Ucap Maura sambil berusaha berjalan sendiri. Namun dia terjatuh beberapa saat kemudian. "Ughh.. "

Eh, kenapa aku tidak jatuh?. Maura heran kenapa dia tidak jatuh ke lantai. Ternyata sepasang tangan kekar menahan tubuhnya.

Bara, ternyata kamu punya hati. Maka akan aku gunakan hati itu untuk menghancurkan kamu, sama seperti kamu menghancurkanku.

...*****...

1
Rita Juwita
/Good/
Aisyah Kim
Luar biasa
Irma Kirana: Thanks kakak
total 1 replies
Aisyah Kim
Biasa
lina
yaaaaah pake iklan
Author_Ay: Permisi

yuk baca kak novelku SUAMIKU 5 MILYAR

BERI LIKE, KOMEN DAN VOTE YA

JANGAN BOOM LIKE
total 1 replies
lina
🤣🤣🤣 d luar ekpentasi
lina
ciuman gaya baru 😅😅
lina
jangan jangan anaknya
Juan Sastra
beruntung si brengek bara 2x dpt perawan.sedangkan bryan yg tulus malah dpt bekasan bara
Juan Sastra
ggak tau lagi julukan apa untuk samuel,,
Juan Sastra
jangan sampai ada perpecahan antar saudara
Juan Sastra
dilema
Juan Sastra
jika bara kenzo harusnya ada mirip mirip nya sama bryan atau mama papahnya...
Juan Sastra
tuh kan bener
Juan Sastra
penasaran tentang kenzo,, jgn jgn bara
Juan Sastra
kokceritanya jadi semakin rumit,, dan terkesan berbelit belit thorr,, konfliknya terlihat ggak berat namun pelik
Irma Kirana: tenang aja kak...ini hanya bagian dari alur 🙈 namun akan tetap indah pada akhirnya hehe
total 1 replies
Juan Sastra
ganggu aja tuh si bar bar
Juan Sastra
waahh bryan jgn sampai mengulang kesalahan bara jikaenyuruh preman memperkosah ghea
Juan Sastra
celakalah bw bryan
Juan Sastra
hah justru itu yg di harapkan maura bercerai secepatnya..baguslah vera membantu maura secara tidak langsung..walau imeg maura jadi jelek ggak apa apa dr pada bertahan di penikahan menyakitkan itu.
Juan Sastra
di saat saat kw di buih adakah para jalangmu datang tuk menghiburmu bara..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!