Menikah?
Michelle Anastasya, putri tunggal dari Marwan Aggara dengan Monalisa. Gadis cantik berseragam urak - urakan, mengenakan kalung berinisial M
Alvino Kusuma, anak bungsu dari Arya Kusuma dengan Anasari. memiliki kakak bernama Alvaro Kusuma ketos SMA Jaya, tegas, di siplin, cool rapi, pintar, anak basket
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Nursa'adah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu?
Ntah sudah berapa kali Michelle menguap mendengar sang Ketos berceloteh, ntah apa yang di sampaikan. Ya cara agar ikut pergi bersama anggota Osis dengan masuk ke dalam tim pendamping, dan alasan itulah Michelle berada di antara manusia - manusia yang tengah berdiskusi.
Sesekali ia menggaruk kulit kepalanya yang tiba - tiba gatal, ini sih lebih pusing dari pelajaran Geografi, fikirnya.
"Bosen ya?"
Michelle langsung menoleh begitu mendengar bisikan di sebelahnya, tapi bukannya menjawab ia malah berbalik tanya "Ngapain lo di sini?"
"Gue masuk tim pendamping" jawab Aldy "Lo sendiri?"
"Sama gue juga masuk tim pendamping"
"Cieeee samaan, jangan - jangan jodoh"
"Apa hubungannya?"
"Ya ada, nih ya-"
Braak......
Sontak semua menatap Alvin termasuk Michelle dan Aldy
"Tolong hargai saya selaku Ketua Osis di sini, perhatikan dan simak baik - baik, jika ingin mengobrol silahkan keluar"
Michelle menelan ludah melihat tatapan tajam Alvin yang tertuju padanya, ia berdehem dan mengalihkan pandangannya kesegala arah asal tidak bertemu dengan mata elang suaminya itu.
Setelah satu jam akhirnya Michelle bernafas lega karna rapat yang di ikutinya telah selesai. Ia memijit pangkal hidungnya yang sedikit berdenyut, kalau bukan karna khawatir pada Alvin, ia tidak akan mengikuti rapat ini.
Baru satu jam saja kepalanya sudah pusing apalagi setiap hari, hadeh bisa rontok semua rambutnya.
Michelle tetap duduk di kursinya dengan membaringkan kepala ke atas tangan yang telipat di atas meja, bukan karna enggan beranjak melainkan di tahan oleh, siapa lagi kalo bukan Alvin.
Ia mendongak, menyandarkan tububnya sambil menatap malas pemuda yang entah sejak kapan duduk di sebelahnya.
"Ayok pulang!!"
"Ini kan belom jam pulang"
"Yang pergi besok boleh pulang awal, untuk nyiapin segala kebutuhan yang mau di bawa" jelas Alvin
Michelle tersenyum lebar kemudian berdiri "Dengan senang hati, ayok pulang" ujarnya dengan semangat
Alvin ikut berdiri "Pulang aja cepet" cibirnya dan tak di hiraukan oleh Michelle, keduanya berlalu meninggalkan ruang Osis.
******
"Emangnya nggak papa kita ke sini? ini kan masih jam sekolah, kalo di tangkap satpam gimana?" tanya Michelle beruntun sambil melepas sealbelt, saat pemuda di sebelahnya itu menghentikan laju mobil di lobi mall dan mengatakan akan berbelanja
"Nggak, kalo di tangkap bilang aja beli keperluan sekolah"
Alvin menggandeng tangan Michelle sembari melangkah masuk ke dalam mall, gadis itu hendak protes namun tatapan yang di berikan seolah berkata di larang protes, dan akhirnya ia membiarkan saja.
"Lo mau buka warung di sana?" komentar Alvin melihat troli yang di tinggalnya sebentar untuk mengambil minum ternyata sudah hampir penuh dengan cemilan
Michelle menoleh sekilas pada troli lalu menyengir ke Alvin "Sekalian buat di rumah"
Alvin mencibir, setelah meletakkan minuman ke dalam troli, ia mendorong troli tersebur di ikuti Michelle
"Kita cuma beli cemilan?" tanya Michelle
"Sebenarnya sih nggak, tapi ini hampir penuh sama cemilan" sindir Alvin
"Ambil lagi aja trolinya"
"Nggak usah, ribet"
"Yaud-"
bugh..... braaakk....
"Eh, sorry - sorry gue nggak sengaja" ucap Michelle sambil membantu seorang gadis yang tak sengaja menabraknya
"Bukan salah lo, gue nya yang nggak liat - liat, maaf ya" kedua gadis itu berdiri dan mata gadis tadi membulat saat melihat "Kak Alvin?"
"Gina!!" gumam Alvin
Michelle tertegun saat melihat gadis yang mengaku Gina itu berhambur ke pelukan Alvin yang hanya diam tanpa membalas atau menolak, mungkin ia juga terkejut
"Kak Alvin apa kabar? Gina kangen banget sama kakak" tanya Gina setelah melepas pelukannya
Alvin berdehem "Gue baik kok, lo sendiri?"
"Gina baik juga, kak Alvin ngapain di sini? sama siapa?"
"Sama gue" sela Michelle yang langsung mengalungkan tangannya ke lengan Alvin "Michelle Anastasya, pacarnya Alvin" sedikit berjinjit dan
cup....
"Duluan ya, bye, ayok" sebelum pergi ia memberikan senyuman termanisnya pada Gina yang masih tercengang, serasa jauh Michelle melepaskan rangkulannya
"Kok di lepas?"
"Malu di liatin orang"
"Cih... tadi aja nyosor, sekarang bilangnya malu"
Michelle berdecak, malu mengingat kelakuan yang di buatnya beberapa menit yang lalu "Emang dia siapa sih? akrab banget"
"Cemburu yaaa?
"Gue cemburu ke lo? nggak guna"
"Ngaku aja kalo cemburu nggak usah malu gitu"
"Di bilangin nggak cemburu, ya nggak cemburu"
"Iya deh iya, susah amat ngakunya"
"Bodo"
"Namanya Giania Rahma, masih ada hubungan saudara sama Gio, anak SMA GARUDA" jelas Alvin, Michelle merespon dengan anggukan acuh "Cieee cemburu, seneng gue tuh"
"Gue nggak cemburu"
"Iya juga nggak papa"
"Terserah, kita makan di sini aja ya, gue males masak"
"Oke"
*****
Dengan tenang sambil memainkan ponselnya Michelle menunggu pesanan mereka, beberapa saat kemudian yang di tunggu mendarat di atas meja, asap yang masih mengepul membuat cacing dalam perut meronta - ronta.
Baru 3 sendok makanan itu masuk ke dalam lambungnya, kedatangan seseorang mengganggu cacing - cacing dalam perut yang sedang menikmati santap siangnya.
"Gina boleh gabung nggak?"
yups, seseorang itu Giania Rahma, Alvin menoleh pada Michelle seolah meminta persetujuan yang mau tak mau di jawab "Boleh kok, silahkan"
ya kali di usir, Michelle tidak sekejam itu ferguso. Seketika nafsu makannya musnah apalagi melihat gadis yang dengan santainya duduk manis di samping Alvin
"Kak Alvin masih suka seafood?" tanya Gina memecah keheningan
"Masih" jawab Alvin singkat
"Nih, Kak Alvin cobain deh cumi saus tiramnya, ini enak banget loh, Gina yakin Kak Alvin pasti suka" Gina menyodorkan sesendok cumi ke Alvin
Alvin melirik Michelle yang tampak menahan kesal plus amarah dan plus - plus lainnya yang akan meledak, ia menoleh pada gadis di sampingnya yang masih menyodorkan sendok.
Alvin mengambil sendoknya sendiri kemudian memindahkan cumi itu dari sendok Gina ke sendoknya, lalu memasukkan ke dalam mulut "Iya enak" komennya
Gina membalas dengan tersenyum canggung, kembali memakan makanannya sedangkan Michelle berusaha keras menahan tawa yang akan meledak
"Kak Alvin masih tinggal di perumahan Anggek atau udah pindah?"
"Udah pindah"
"Pindah kemana? kenapa pindah?"
"Ke perumahan Green House, karna ada sedikit masalah, makanya pindah" jelas Alvin
Gina mengangguk paham "Kapan - kapan boleh kan Gina main ke rumah kak Alvin?"
"Vin!! pulang yuk" ajak Michelle
"Oh, ayok" Alvin menoleh pada Gina "Lo pulang sama siapa?"
"Gina juga nggak tau pulang sama siapa"
"Lah, lo ke sini sama siapa?"
"Sendiri, naik taksi"
"Mau gue telfonin Gio, supaya jemput lo"
"Gimana kalo kak Alvin aja yang anterin Gina pulang, kasian kak Gio kalo harus bolak balik"
Michelle menghela nafas panjang dengan kasar, nih anak maunya apa sih? geramnya "Maaf ya Gina, Alvin nggak bisa anter lo,karna pulang dari sini kita mau ke kandang singa buat nontonin dia cara menerkam mangsa dengan baik dan benar, permisi"
Michelle menarik tangan Alvin dan berjalan cepat meninggalkan Gina.
jangan lupa ya thor mampir keceritaku
- Suster untuk Tuan Muda
- Filza dan Farhan
- Rival SMA