Indonesia
NovelToon NovelToon
Bukan Mimpi Biasa

Bukan Mimpi Biasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Horor / Tamat
Popularitas:134.6k
Nilai: 5
Nama Author: Zahnita Irsa

Haaii Readers jangan lupa like dan rating bintang 5 yaa. Terima kasih semoga kebaikan kalian dibalas Tuhan.

Mengalami dua kali gagal menikah membuat Rasty begitu terpukul dan merasa dirinya adalah wanita pembawa sial. Namun Mimpi-mimpi aneh mulai menghampiri tidurnya saat neneknya telah tiada. Akankah ia bisa bebas dari jerat mimpinya itu?? dan Akankah ia bisa membuka hati untuk bersama Reno mengingat setiap lelaki yang akan bersamanya harus tiada??? Ikutin kisahnya yaa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahnita Irsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Matahari mulai menenggelam kan sinar nya, langit mulai merubah warnanya dari terang menjadi gelap. Setelah melaksanakan sholat magrib di mesjid milik keluarga rasty, kami berjalan menuju rumah dengan perasaan cemas.

Begitu reno dan rasty sampai di gerbang utama, mereka melihat alif dan enam orang teman nya turun dari mobil. Rasty yang masih mengenakan mukena pun terlihat mengikuti reno memberi salam namun tidak saling bersentuhan.

Saat berjalan menuju pintu utama, suasana disekitar sudah terasa begitu dingin dan mencekam.

Saat memasuki rumah, kami memilih ruang tamu sebagai tempat untuk duduk dan memulai ruqyah. Alif dan teman-teman nya duduk membentuk lingkaran.

" Ras, sebaiknya kamu duduk di tengah sini. Ikuti surah-surah yang kami baca sebisa kamu agar lebih baik. " ucap alif memberikan aba-aba kepada rasty agar segera duduk di posisi yang telah di tentukan alif.

Alif mengangguk kepada reno memberi nya isyarat, bahwa rasty akan aman bersama nya. Reno segera pergi keluar rumah menuju halaman yang terdapat taman bunga milik nenek. Disana terlihat pak Kardi sedang menunggu reno sambil memegang cangkul.

Reno

Aku menghampiri pak kardi yang sudah siap dengan cangkul nya. Pak kardi langsung mencangkul lokasi penanaman kendi ari-ari itu.

Ketika mencapai kedalaman tertentu pak kardi tidak lagi menggunakan cangkul tetapi menggalinya dengan tangan, karna takut kendi itu pecah.

" ini tuan " ucap pak kardi menyodorkan kendi ari-ari milik rasty.

" Terima kasih pak " ucapku tersenyum melihat pak kardi sambil menerima kendi itu.

Aku begitu senang saat memegang kendi ari-ari itu. Namun tiba-tiba terdengar suara teriakan dari dalam rumah, suara itu adalah suara rasty.

Aku cemas dengan kondisi rasty tetapi aku harus segera mengajak pak kardi untuk mencari laut terdekat agar bisa menghanyutkan kendi tersebut.

Di perjalanan entah kenapa terasa begitu sepi padahal jam masih menunjukkan pukul 7.30 malam.

Tanpa di duga, aku dan pak kardi melihat ada seorang anak kecil yang menyebrang begitu cepat. Dan benar saja Bruuuuukkk, mobil kami menabrak anak kecil itu.

" Aduh tuan, maaf saya tidak melihat " ucap pak kardi mulai pucat.

" Ayo pak " ucap ku segera turun di susul oleh pak kardi.

Kami mencari-cari di mana anak itu, bahkan pak kardi sampai mencari dibawah kolong mobil namun tetap tidak menemukan anak perempuan kecil yang mereka tabrak tadi.

Terdengar suara cekikikan yang sangat dekat dengan posisi mereka berdiri. Ternyata suara itu berasal dari atas mobil mereka. Betapa terkejut nya kami, saat melihat sosok yang tak kami harapkan hadir di hadapan kami.

Sosok berbaju putih, dengan rambut panjang yang sedikit bergelombang tak terurus. Berwajah pucat dan memiliki lingkaran mata berwarna merah. Sosok itu turun kebawah mendekat kan wajah nya ke kaca pintu mobil.

Ia melihat kedalam mobil, matanya tertuju ke arah kendi ari-ari milik rasty. Aku semakin merinding saat ia berjalan cekikikan mengelilingi mobil sambil mencakar body mobil dengan kuku panjang yang berwarna hitam milik nya.

Tiba-tiba ia berhenti, lalu menatap ke arah kami dengan sorotan mata yang begitu tajam, membuat bulu pundak kami meremang begitu hebat.

" Aku minta ari-ari ini " ucap nya dengan lantang lalu kembali cekikikan.

Aku dan pak kardi saling berpandangan, tak tau hendak melakukan apa. Saat ia berjalan mendekati ku, kaki ku terasa bergetar. Entah kenapa kuntilanak ini terasa lebih menakutkan dari sosok hitam yang mengganggu rasty.

Kuku panjang yang hitam itu menyentuh leher ku, membuat tubuh ku serasa semakin membeku. Tiba-tiba aku merasa ada yang melempar butiran-butiran kasar ke arahku membuat kuntilanak itu terbang dan menghilang.

" Bapak ngelempar apa? " tanyaku heran melihat pak Kardi.

" Itu tuan saya ngelempar garam kasar " ucap pak kardi sedikit tertawa.

" Loh bapak kok bisa bawa garam sih? " tanyaku heran namun terasa begitu lega.

" Tadi saya sudah wanti-wanti tuan, karna kuntilanak itu suka dengan ari-ari bayi. Jadi langsung saja saya beli masukin kantong celana. " ucap pak kardi menjelaskan

Aku tertawa lepas mendengar penuturan pak Kardi, lalu mengucapkan terima kasih dan masuk kembali ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanan yang sudah tak jauh dari posisi kami berhenti.

Ketika sampai, kami segera memarkirkan mobil. Lalu membawa kendi itu dan segera menghanyutkan nya.

Perlahan-lahan kendi itu menjauh dan tidak lagi terlihat oleh mata. kami pun segera kembali untuk melihat kondisi rasty dan yang lainnya.

Rasty

Aku dipersilahkan duduk dengan masih memakai mukena. Saat alif dan teman-teman nya mulai membacakan Surah Ruqyah. Aku mulai merasakan ada yang aneh pada badan ku. Seolah bereaksi terhadap surah-surah yang di bacakan oleh mereka.

Bulu pundak ku meremang, aku mulai merasakan keringat dingin disekujur tubuh ku. Badan ku mulai gelisah, perut ku seolah sedang diaduk-aduk sehingga begitu terasa mual.

Aku merasakan reaksi yang sangat tak wajar pada tubuh ku. Ku lihat di dekat ku ada tong hitam yang telah di sediakan alif. Aku pun segera meraih tong itu dan memuntah kan isi perut ku.

Aku berteriak seperti kesakitan, kepala ku begitu pusing seolah yang ku pandang mulai terlihat samar. Rasa mual ku tak kunjung hilang, hingga aku merasa kehilangan kendali atas diriku.

...----------------...

Author

Rasty tiba-tiba saja pingsan, sementara alif dan teman-teman nya terus fokus membaca surah demi surah. Pintu kamar rasty terbuka dengan kuat, membuat mereka yang sedang fokus membaca surah Ruqyah itu melirik keatas sebentar.

Kamar rasty terlihat mengeluarkan asap yang sangat banyak. Seluruh benda-benda di sekitar mereka berguncang seolah ada gempa bumi yang begitu kuat di sana. Angin yang sangat kencang berhembus ke arah alif dan teman-teman nya.

Mereka terus saja membaca surah Ruqyah itu seolah tidak perduli dengan kondisi sekitar. Lampu-lampu pecah dibeberapa tempat, termasuk lampu di kamar rasty. Keadaan di rumah itu menjadi meremang.

Tiba-tiba saja rasty bangun dengan bola matanya yang hitam pekat, dia tertawa namun yang terdengar bukan lah suara rasty. Melainkan suara makhluk itu yang telah menguasai tubuh rasty.

Dia berteriak dengan kuat ke arah alif dengan wajah yang terlihat sangat marah. Dia berjalan mendekati alif, lalu mencekik nya hingga kaki alif tidak menyentuh lantai. Semua teman-teman alif membaca surah dengan suara yang semakin kuat.

Angin pun terasa semakin kencang seolah ada tornado yang bersemayam di rumah itu. Tiba-tiba rasty yang telah di kuasai makhluk itu melepaskan alif.

" tidaaak " teriak makhluk itu begitu kuat mengarah ke pintu utama saat alif berzikir di depan wajah nya.

Tiba-tiba tubuh rasty terangkat ke atas, lalu hilang dari pandangan mereka. Mereka terus membaca surah ruqyah dengan kuat.

Hingga melihat rasty bertengger di sudut ruangan dengan bola mata yang masih berwarna hitam pekat seluruh nya.

Rasty merangkak dengan cepat mendekati salah satu kawan alif, lalu menarik dan melempar nya ke arah meja makan.

Teman alif mengeluarkan banyak darah. Jin itu begitu marah seolah akan menghabisi mereka semua.

Menuju dua surah terakhir, tiba-tiba saja makhluk itu terlempar dari tubuh rasty. Ia mulai berteriak kesakitan, badan nya mulai mengeluarkan asap seolah sedang terpanggang.

Ia berusaha mendekati tubuh rasty yang sedang dalam keadaan pingsan. Namun di surah terakhir Alif dan teman-teman bangkit dari duduk nya lalu mengelilingi makhluk itu sambil membaca surah yang akan membakar dirinya.

Sosok itu menggelupur kepanasan, berteriak kesakitan. Dan tubuh nya semakin banyak mengeluarkan asap. Tak lama kemudian sosok besar itu pun lenyap, bersama dengan selesai nya surah Ruqyah yang di bacakan alif dan teman-teman nya.

Mereka mengucapkan Alhamdulillah sebagai tanda syukur pada sang Maha Pencipta. Reno masuk dan terus berlari mengangkat tubuh rasty yang sedari tadi pingsan di lantai.

" Ras, rasty,rasty " ucap reno sambil menyadarkan rasty.

Tak lama, dengan perlahan rasty membuka kedua kelopak mata nya. Ia melihat reno yang cemas menatap diri nya. Reno memeluk tubuh rasty.

" Sudah selesai, sudah selesai semua nya " ucap reno sambil memeluk tubuh rasty.

" Ehemm, Ehemm halal dulu baru peluk-peluk " Ucap alif meledek sahabatnya itu.

Reno langsung melepaskan pelukan nya, lalu mengambil bantal sofa yang ia duduki dan melempar nya ke arah alif dengan kesal. Alif langsung menangkap bantal itu sambil tertawa geli.

" Besok aku halalin " Ucap reno menatap rasty.

Mata rasty membulat mendengar ucapan reno. Dia tak menyangka bahwa dirinya akan menjadi seorang istri. Alif pun ikut tercengang mendengar ucapan reno.

" Besok bantu siapkan pernikahan kami yaa " ucap reno berdiri di depan alif.

" Baiklah, semua akan beres " ucap alif tersenyum bahagia.

" Lif terima kasih banyak ya, semua ini atas bantuan darimu " ucap reno tersenyum menepuk pundak alif.

" Sama-sama, kalau gitu aku pamit dulu ya Ras sudah jam 10 ni " ucap alif sambil melihat jam tangan milik nya.

Alif dan teman-teman nya pamit meninggalkan rumah mewah itu.

"Ren, kamu serius besok kita akan..? " ucapan rasty terhenti ketika reno mengecup lembut kening nya.

" Aku gak pernah main-main dengan perasaan aku" ucap reno memegang wajah rasty dengan kedua telapak tangan nya.

Rasty memegang tangan kanan reno yang sedang memegang pipinya, lalu mengecup tangan itu dan memeluk reno dengan penuh cinta.

Rasty dan Reno menikmati malam yang terlihat begitu indah. Mereka menatap bintang-bintang bertaburan di atas sana dan bulan yang bersinar bergitu indah.

1
Pelet Poin
kebanyakan pov ,menyebalkan
Shyfa Andira Rahmi
knapa ngga dilaporin ke polisi aja, malah diasingkan gtu...pantaslah dendam juga
Shyfa Andira Rahmi
dia yg jahatin ko dia juga yg dendam....ANEH
Shyfa Andira Rahmi
itu nasibnya temen nya alif gimana tuhh...mna ngeluarin darah bnyak lgi, di skip lgi sma author🤭🤭
Shyfa Andira Rahmi
👍👍
Shyfa Andira Rahmi
tumben ngga mimpi lgi...apa karena diadakan pengajian kenduri?🤔
Shyfa Andira Rahmi
masih mau aja tidur dikamar...kalo aq mah udah ngibrit x dri awal juga🤣🤣
Shyfa Andira Rahmi
bukannya berdoa malah brpikir berhalusinasi🤦🤦
Putri Minwa
ceritanya keren
Putri Minwa
mantap thor
Putri Minwa
👍👍👍
Putri Minwa
AraDea mampir ya thor
Putri Minwa
tetap semangat
Putri Minwa
semangat terus ya
Putri Minwa
cerita keren
Putri Minwa
semangat ya
Putri Minwa
mantap
Putri Minwa
Dendam mampir
Putri Minwa
ceritanya serem ya
Putri Minwa
💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!