kisah antara 3 detective cantik dan 3 polisi tampan,bekerja sama untuk memecahkan sebuah kasus rumit yang belum terpecahkan selama puluhan tahun.
Apakah mereka bisa memecahkan kasus tersebut?
Semua rintangan yang mereka lalui,perselisihan dan begitu banyak kesalah pahaman yang harus mereka selesaikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
melihat hantu
Raka menatap tian lalu ia memberanikan diri untuk menyanyakan pada 3 detektif cantik itu, "Apa kalian bertiga bisa meliihat hantu?" tanya raka dengan hati-hati, "Ya jia dan emy mereka bisa melihat hantu sejak mereka kecil" ucap yumna, "Untunglah kau tak bisa melihat mereka" ucap tian tersenyum, "Tapi belakangan ini aku mulai bisa melihat hantu" ucap yumna membuat tian menatapnya dengan tatapan takut, "Apa kau takut?" tanya tian, "Tidak, aku punya emy dan jia" ucap yumna, "Aku yang membuka kembali tirai antara alam kita dan alam gaib atau mata batinnya yumna" ucap emy santai, "Kau bisa begitu?" tanya tian, "Tentu saja, kau mau?" tanya emy dengan senyum yang membuat tian takut, "Kau seorang pria?" tanya jia, "Tentu saja kau ingin bukti?" tanya tian membuat jia bergidik ngeri, "Hey kau tak punya malu?" ucap yumna membuat tian menundukkan kepalanya, "Sudahlah jadi harus bagaimana?" tanya raka, "Bagaimana apanya?" tanya jia, "Itu yang kau panggil, apakah dia akan mengganggu kalian?" tanya raka, "Tidak dia tidak akan mengganggu, dia datang untuk menjaga jia" ucap emy, "Kau bukan emy?" tanya raka, "Kau kira setiap aku berbicara seperti itu, itu bukan aku?" ucap emy kesal.
Emy sengaja duduk ditengah-tengah raka dan juga tian raka memang terlihat biasa saja namun ia sangat deg-degan bukan karena emy dekat dengannya namun dia takut kalau sekarang yang sedang duduk disampingnya bukan emy, Jia tiba-tiba seperti terkejut saat ia melihat kesampingnya membuat raka,tian dan yumna ketakutan, "Ada apa?" tanya raka, "Tidak apa-apa" ucap jia menatap ke emy, emy melihat kesamping jia namun ia tak melihat makhluk apa yang membuat jia terkejut, ia melihat kearah jia, jia hanya tersenyum membuat emy bingung makhluk apa yang sebenarnya yang tidak bisa ia lihat.
Emy yang masih sangat penasaran pun mendekat ke jia dia mencoba konsentrasi sambil memegang tangan jia, namun ia tak melihat apa yang membuat jia terkejut, jia menatap emy yang sedang mencari tau apa yang ia lihat, karena ia merasa kasihan dengan sahabatnya yang sangat penasaran pun memegang tangan emy, "Buka mata mu" ucap jia ketika emy membuka mata ia terpaku dengan apa yang ia lihat, "Apa kau sudah mati?" tanya emy pada arwah yang ia lihat, arwah itu hanya diam, emy mengecek hpnya dan mencari berita tentang arwah yang ia lihat namun belum ada berita tentang arwah yang ia lihat, "Dia belum mati, dia hanya sedang koma" ucap jia, "Lalu kenapa dia ada disini?" tanya emy, "Kau memikirkannya jadi dia tertarik kesini" jawab jia, "Lalu bagaimana kita mengembalikanya?" tanya emy, "Dia adalah jiwa yang masih hidup jadi, dia tidak bisa pergi seperti hantu" ucap jia, "Tapi dia datang saat aku memikirkannya, dia seperti hantu" ucap emy bingung, jia roh tersebut lalu tersenyum, "Kau sendiri melakukannya, maka kau harus cari cara sendiri kembali kebadanmu" ucap jia, "Ada apa?" tanya emy, "Dia sendiri yang mencoba keluar dari badannya, aku memang fans mu tapi seharusnya kau berfikir sebelum melakukan sesuatu" ucap jia menjawab emy lalu berbicara pada roh tersebut.
3 orang yang tak melihat apa-apa dan juga tak tau apa yang sedang mereka berdua bicarakan, "Sebenarnya apa yang kalian bicarakan?" tanya raka yang bingung melihat emy dan jia yang sangat serius, "Kalian tau penyanyi terkenal chandra chan kan?, dia sekarang berada disini" ucap emy, "Chandra chan? apa dia sudah mati?" tanya tian pada emy, "Dia belum mati" tegas jia, "Lalu kenapa dia jadi hantu?" tanya tian, "Apa kau tak mendengarkan percakapan kami dari tadi?" ucap jia kesal, "Maaf karena takut aku tak mendengar yang kalian bicarakan" ucap tian, "Sudahlah tidak ada gunanya berbicara denganmu" ucap jia lalu pergi kekamar.