Di hari pernikahannya. Aluna menggantikan sang adik untuk menikahi pangeran Arya. Adik dari raja yang rumornya menderita penyakit aneh. Setiap penyakit itu kambuh, Dia akan membunuh siapapun yang mendekatinya. Tetapi, Setelah bertemu Aluna. Penyakit Arya melunak, Bahkan begitu lembut menghadapi sifat kekanakan Aluna meskipun penyakitnya kambuh.
Lalu, Bagaimanakah Aluna hidup bersama Arya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RAHASIA YANG TERUNGKAP
Melihat kelengahan raja Derry, Arya segera menerobos beberapa prajurit yang menghalangi jalannya. Ia menarik kudanya menuju kereta kuda yang tadi membawa istrinya.
Street!
Tidak ada
"Hahaa....apa kau mencarinya?" Arya menggertak-kan giginya, Aluna kini berada di dalam rengkuhan Arnold. Raja Derry dan Seno ikut menatap apa yang sedang di lakukan oleh Arnold. "Apa yang sedang kau lakukan Arnold!" Teriak Seno dengan tajam. Raja Derry tertegun, Benar. Gadis itu sangat mirip dengan adiknya. Selina, Yang pergi menikah lari dengan orang Dariyan.
"Jangan mendekat, Ayahanda. Jika anda ingin gadis ini baik-baik saja. Berikan titah Untuk-ku. Aku ingin menjadi putra mahkota." Ucap Arnold, Di belakangnya muncul beberapa prajurit dengan jumlah yang banyak. Raja Derry bahkan tak menyadari keberadaan para prajurit itu. Mereka tertutup kabut.
"Arnold, Apa kau sedang ingin melakukan kudeta!" Tanya raja Derry dengan tatapan tajam, Bukannya takut, Arnold justru tertawa geli. "Mana berani aku melakukan kudeta, Aku hanya ingin posisi resmi. Aku ingin menjadi putra mahkota." Ucapnya. Ia mengusap lembut wajah Aluna yang sedang pingsan. "Apa dia anak bibi? Orang Dariyan?" Tanya Arnold dengan wajah di buat-buat.
"SELINA BUKAN ORANG DARIYAN!" teriak raja Derry, Arnold tertawa kencang. "Memang tapi di dalam darah gadis ini terdapat darah orang Dariyan, Ayah bagaimana mungkin kau yakin dia anak bibi hanya karna wajahnya saja?!" Tanya Arnold. Raja Derry menatap Seno, Meskipun hatinya terlanjur senang mengetahui keberadaan keponakannya. Tetapi sebagai raja, Ia butuh bukti yang kuat.
"Aku punya buktinya!"
Raja Derry menoleh, Kedua matanya melebar. Raja Bastian datang dengan 2000 pasukannya, Dengan baju zirah yang lengkap. Apakah akan terjadi peperangan. Raja Derry bahkan tak mengetahui sejak kapan raja Dariyan itu berhasil masuk ke dalam wilayahnya.
"Ayahanda, Aku yang mengundang raja Bastian secara resmi, Aku ingin semuanya selesai hari ini." Ucap Seno, Wajah bingung raja Derry semakin rumit. Seno sangat membenci orang Dariyan, Tapi hari ini. Putranya bukan hanya membantu pangeran Arya, tetapi juga raja Bastian.
"Kita bertemu lagi, Raja Derry. Setelah 5 tahun tak bertemu." Sapa raja Bastian, Di atas kudanya. Zirah naganya melambangkan keagungan seorang raja. Berbeda dengan raja Derry yang memakai zirah berlambang Singa biru, Terlihat dingin dan tajam.
"Apa kau ingin mengibarkan bendera perang?" Sarkas raja Derry, Raja Bastian tersenyum miring. "Aku tidak akan mengibarkan peperangan, Jika kau tak menyentuh adik-ku dan istrinya." Ucap raja Bastian.
Arya tersenyum menatap kakaknya, Namun setelah itu, Kedua matanya kembali menajam kearah Arnold. Tanpa membuang waktu, Arya segera melempar sebuah pisau kecil hingga menggores wajah Arnold. Pemuda itu terkejut dan melepaskan Aluna. Seno langsung menangkap Aluna. Arnold menatap tajam Seno.
"Ayahanda, Kakak berkomplot dengan kerajaan Dariyan. Dia pasti ingin melakukan kudeta!" Tunjuk Arnold, Seno bersimpuh takut di hadapan sang ayah. "Tidak ayah, Kau tau betul bagaimana sifat ku sedari kecil. Aku tidak mungkin mengkhianati ayah."Ucap Seno.
"Ayahanda, Lihatlah...dia mengundang raja Bastian, Dan juga membela pangeran Arya. Padahal tak ada bukti bahwa gadis itu benar-benar putri bibi!" Teriak Arnold, Raja Derry terdiam dengan dilema yang besar.
"Raja Derry, Aku sudah tahu mengapa kau memusuhi kerajaan Daxia selama ini. Aku baru tahu bahwa adikmu. Tuan putri Selina kabur ke kerajaan kami dan menikah dengan seseorang dari kerajaan kami." Ucap raja Bastian, Ia turun dari kudanya dengan penuh wibawa.
"Setelah bertahun-tahun, Kau baru mengetahuinya?! Dulu, Aku bersikeras membuat perjanjian padamu untuk hal ini. Sebelum adik-ku mati." Teriak raja Derry dengan wajah marah. Raja Bastian menunduk, Ia baru tahu bahwa tuan wangsa adalah pria yang di cari-cari oleh kerajaan Xuan. Dulu, Ia pikir. Raja Derry hanya membuat alasan saja untuk memerangi kerajaan Daxia.
"Aku minta maaf, Aku akan menangkap tuan wangsa dan memberikannya padamu." Ucap raja Bastian, Raja Derry tak menolak. Ia hanya memalingkan wajah kesal. Tak lama, Seorang prajurit datang dengan tergesa-gesa. "Yang mulia, Tabib Julian datang dan mengatakan ingin memberikan sesuatu pada anda." raja Derry mengernyit. Tabib Julian? Tabib yang terkenal dan hidup di desa Qing itu?
"Baiklah." Setelah di izinkan, Tabib Julian datang dengan jubah tabib khasnya, Menunduk hormat pada raja Derry dan raja Bastian. Ia juga melihat Arya dan Aluna yang berada di rengkuhan Seno. "Salam yang mulia, Hamba datang membawa berita penting." Raja Derry mengangguk, Meskipun menghormati Julian, Tetapi raja Derry sudah tahu bahwa Julian adalah orang yang membantu Arya beberapa bulan di sini. "Berita soal kau yang menyimpan orang Dariyan di rumah-mu?" Tanya raja Derry dengan tajam, Tubuh Julian menegang.
"Hamba punya alasan yang mulia." Ucap Julian, Raja Derry mengangkat alisnya dengan wajah serius. "Apa alasan-mu?" Julian menelan saliva-nya kasar lalu berucap. "Nona Aluna, Adalah putri kandung mendiang putri Selina. Yang mulia." Wajah raja Derry membeku seketika, Arnold menggertak-kan giginya dengan keras. "Berani sekali kau berkata sesuatu tanpa bukti di hadapan seorang raja, Kau bisa di hukum mati!" Teriaknya. Raja Derry yang sejak awal menahan amarahnya itu, Kini menjadi begitu kesal.
PLAKKK!
"Pangeran Arnold tak menghormati-ku sebagai raja, Dia ku hukum untuk pergi ke perbatasan memberantas musuh." Titahnya, Arnold menahan amarah sambil menatap tak terima. "Ayahanda, Bagaimana mungkin anda mempercayai semua orang ini di bandingkan aku, Yang selalu siap berperang demi anda!" Teriaknya tak terima. "Arnold, Berhenti berpura-pura, Sejak awal aku tahu kebusukan-mu, Tetapi karna kau masih berguna. Aku menyimpan-mu."Bisik raja Derry, Setelah itu mendorong kasar Arnold. Para prajurit sudah siap memegangi kedua tangannya dan menyeretnya menuju kereta kuda. "AYAHANDA, anda akan menyesal!" Teriaknya hingga tubuhnya tertutup tirai.
Kini, Raja Derry kembali fokus pada Julian.
" Apa kau punya bukti bahwa dia adalah putri Selina, Adik-ku?" Tanya raja Derry, Julian mengangguk dan meraba sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah giok berwarna putih.
Jantung raja Derry seakan berhenti, Giok ini...ini giok yang sama yang beberapa tahun tak pernah ia lihat. Giok khusus milik Selina. Adiknya. "Dari...dari mana kau mendapatkannya!" Teriak raja Derry, Dengan kedua mata berkaca-kaca. "Itu milik nona Aluna, Mereka terjatuh di perbatasan saat baru saja selesai menikah. Aku dan kakek meminta tolong pada beberapa wanita desa untuk membantu nona Aluna mengganti pakaian. Tetapi, kami justru menemukan giok ini."Ucap tabib Julian.
Tatapan raja Derry berangsur melembut, Ia menatap Aluna yang masih pingsan di pangkuan Seno. Gadis kecil yang sangat polos dan lemah, Ia bahkan melakukan hal ini untuk memancing Arya. "Bukan hanya giok itu yang membuat hamba yakin bahwa nona Aluna adalah putri dari mendiang putri Selina." lanjut Julian, Arya ikut turun dari kudanya, Ia berjalan dengan terhuyung, Untung saja raja Bastian sigap memapahnya.
"Apa maksudmu? Tabib Julian!" Tanya raja Derry. "Yang mulia, Nona Aluna di anggap bodoh sejak kecil, Ia juga sangat lambat mempelajari sesuatu. Bukan karna ada masalah di otaknya." Ucap Julian, Arya menatap Julian dengan serius. "Tabib Julian, Ada apa dengan istriku?" Tanya Arya.
"Mohon maaf pangeran, Aku merahasiakan ini. karna hamba tau, Seseorang yang melakukan hal ini sangat menyayangi nona Aluna." Ucap Julian, Nafasnya berat di sertai tatapan yang iba. "Tuan putri Selina melakukan akupuntur khusus pada kepala nona Aluna, Sehingga nona Aluna menjadi sulit mengingat dan melupakan beberapa momen penting dalam hidupnya." Ucap tabib Julian.
"Apa, Bagaimana mungkin!" Teriak Seno, Bibinya tak mungkin melakukan hal bodoh itu pada putrinya sendiri. "Bibi mana mungkin membuat putrinya di anggap wanita bodoh selama ini!" Ucapnya tak percaya.
"Itu karna kediaman wangsa menyiksa Aluna, Jika Aluna tak bersikap bodoh, Dia akan mati lebih awal." Ucap Arya, Ia ingat betul seberapa parah luka Aluna saat mendatangi kediamannya. Wajah raja Derry mengetat. "KELUARGA WANGSA, TAK AKAN AKU AMPUNI MEREKA!" Teriaknya murka.
TBC
like dan komen.
cz selalu ditunggu kelanjutannya. 🙏
ditunggu kelanjutannya 🙏