lyra tak menyangka akan terjebak diantara dua insan yang saling mencintai, mereka sangat menyayangi satu sama lain, t-tapi kenapa harus lyra yang terjebak diantara mereka yang membuat keretakan dan patah hati.
sungguh ironi memang, pantaskah ini disebut cinta buta?
atau... ini sebuah awal dari kehancuran..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi NS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 30
Digo segera mampir ke mini market sebelum pulang untuk menemui lyra, dia berniat untuk membelikan gadis itu beberapa cemilan agar dia tidak bosan di rumah.
Setelah selesai dengan belanjaannya digo langsung pulang ke apartemenya.
"sayang" ucap digo mencari-cari keberadaan lyra
"iya.. Saut lyra dari arah balkon.
"lagi ngapain?" ucap digo menghampiri lyra dan mengecup keningnya
"lagi baca buku, bosen soalnya" lyra tersenyum
"ohh..nih aku bawain kamu cemilan biar ga bosan" digo menyerahkan belanjaannya yang lumayan banyak itu ke tangan lyra
"banyak banget mas" lyra segera membuka bungkusan coklat yang memang menggoda itu
"iya, biar kamu cepet endut" digo menoel pipi lyra
"emang mau sama aku kalau aku gendut" lyra menggoda
"ya maulah, biarpun gendut aku tetep sayang"
lyra hanya tersenyum dan menikmati coklat nya
"oh iya sayang, tadi ada orang kesini" ucap lyra yang baru saja teringat jika tadi mereka kedatangan tamu
"siapa?"
"ga tau, katanya sih bawahan dari orang yang mengelola apartemen disini, dia cuma nyurvei gitu, ngisi beberapa data
"data apa? Bukkannya itu udah diurusi rudi ya"
"ga tau, dia nanya nya banyek banget, sampai ke data keluargaku juga"
"ya udah, nanti biar kutanya sama rudi ya"
"iya.
"bagaimana dengan yang saya minta tadi" ucap farhat
"sudah siap pak, semua data yang bapak minta sudah kita kumpulkan, kita juga sudah tau posisi rumah orang tuanya
"bagus.. Aku akan pikirkan cara untuk menyingkirkannya, dan kamu harus tetap mengawasi gerak gerik wanita sialan itu, kamu mengerti..?"
"baik pak, saya pamit dulu"
"iya" dan farhat langsung membaca dengan detail berkas yang baru saja ia terima, dia tak mau terlewat satu pun tentang gadis itu
"siap-siap saja kau akan menderita melebihi putriku, wanita jalang!"
Pagi ini digo sudah berangkat ke tempat kerjanya lebih awal, bahkan lyra pun belum bangun, sebelum dia berangkat kerja dia juga sudah menyiapkan sarapan sandwich dan segelas susu untuk lyra
"rudi, kau urus semua kerjaan ku selama seminggu kedepan, aku berikan semua tanggung jawab ini padamu" ucap digo ketika dia baru saja duduk di ruang kerja nya
"kenapa? kamu mau pergi libruan?" rudi memicingkan matanya, dia mengira jika digo akan pergi bersenang-senang bersama lyra
"ya enggaklah, aku mau urus masalahku dulu sama rani, aku ingin mempertahankan hubunganku sama dia
Rudi pun mendengus kesal, sebenarnya dia tak setuju dengan keputusan digo yang tidak tegas dan terkesan egois, bagaimana tidak, dia ingin menyimpan dua hati dalam satu genggaman tangan?? Jika tidak salah satu hati yang terjatuh atau mungkin hancur lebur kedua nya karena di genggam erat dengan paksa
"baiklah, semoga apa yang lo lakuin dan apapun pilihan lo semoga ini yang terbaik, gue bakal selalu ada untuk lo" rudi berbicara informal karena dia ingin memberikan perasaan hangat sebagai sahabat yang baik untuk sahabat nya itu.
"terimakasih rud.. Semoga semua masalah ini akan selesai dengan baik tanpa ada lagi yang terluka" ucap digo dengan termenung dan kepala menengadah keatas sambil memikirkan keadaan rani sekarang
"raniii, sayangku... Maafkan aku" ucap digo lirih
Hay semua, maaf ya jarang update, hehe update nya sesuai mood ku banget, hihi maafkan lah 🙏🙏