Indonesia
NovelToon NovelToon
Talakmu, Kebebasanku

Talakmu, Kebebasanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cerai / Penyesalan Suami
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Mia menikah muda di usia dua puluh satu tahun dengan Edo, pria yang tiga tahun lebih muda darinya. Awalnya, perbedaan usia bukanlah masalah. Satu tahun pertama pernikahan mereka dipenuhi cinta, tawa, dan mimpi sederhana sebagai pasangan muda.

Namun, setelah tiga tahun, semuanya berubah.

Edo yang pemalas mulai menggantungkan seluruh kebutuhan hidup kepada Mia. Sementara Edo menghabiskan uangnya untuk bersenang-senang.

Yang lebih menyakitkan, Edo merasa dirinya lebih berharga hanya karena lebih muda. Ia tak segan menghina Mia, menyebutnya tua, membandingkannya dengan perempuan lain, bahkan berkali-kali melakukan kekerasan. Keluarga Edo juga selalu membela Edo, menyebut Mia beruntung bersuamikan lelaki yang jauh lebih muda.

Mia terpuruk.

Hingga akhirnya ia sadar dan tak lagi menjadi wanita lemah.

"Aku pernah mencintaimu sampai lupa mencintai diriku sendiri. Tapi sekarang, aku memilih mencintai diriku sendiri!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Usai mengobrol beberapa saat, Mia berpamitan kepada kedua orang tuanya dan masuk ke kamar.

Baru beberapa langkah menuju tempat tidurnya, tiba-tiba terdengar suara ponsel berdering dari dalam tas.

Mia langsung menoleh. Ia mengenali suara dering khas ponsel Nokia miliknya. Mia segera membuka tas, lalu merogoh ke dalamnya. Keningnya berkerut ketika melihat layar ponsel.

"Nomor siapa ini?" Nomor yang tertera di layar tidak tersimpan di kontaknya.

Mia sempat ragu untuk mengangkat.

Namun, mengingat nomor tersebut mungkin saja penting, akhirnya ia menekan tombol hijau. "Halo?"

"Halo, Teh Mia. Ini aku, Iki. Aku dapat nomor Teteh dari Mbak Tarmi."

Mia langsung mengenali suara di seberang. "Oh, A Iki. Iya, A. Aku kira siapa." Terkekeh kecil Mia di akhir ucapannya.

Di tempat lain, Rifki yang sedang berada di kontrakannya langsung tersenyum lebar. "Kata Pak Udin, Teteh pulang ke Bandung, ya?"

"Iya, A."

Rifki terdiam sesaat sebelum bertanya, "Tapi Teteh mau ke sini lagi, kan?"

"Mau, A." Mia duduk di tepi tempat tidur. "Cuma aku mau menyelesaikan masalahku dulu sama Edo. Setelah dapat surat talak tertulis, aku akan kembali lagi ke sana, kok."

Mendengar jawaban itu, Rifki spontan mengangkat kedua tangannya dengan wajah semringah. Namun, ia segera menurunkannya ketika menyadari Mia masih berada di ujung telepon. "Syukurlah," gumamnya pelan.

"Hah? A Iki bilang apa?" tanya Mia.

Rifki langsung tersadar. "Eh, nggak. Aku bilang... syukurlah kalau Teteh sudah ada di rumah." Ia kemudian sengaja mengalihkan pembicaraan. "Bagaimana keadaan Teteh sekarang? Sudah lebih baik?"

"Sudah, A. Alhamdulillah. Jauh lebih baik."

"Syukurlah."

Mia tersenyum kecil. "A Iki sendiri sudah pulang dari pabrik?"

"Sudah, Teh. Baru saja sampai."

"Oh..."

Rifki mengangguk meskipun tahu Mia tidak bisa melihatnya.

Mia menceritakan semuanya kepada Rifki.

"Jadi sekarang si Edo mau pulang?" tanya Rifki memastikan.

"Iya. Teh Erma sudah menyuruhnya pulang. Katanya Edo juga akan memberikan surat talak tertulis kepadaku."

"Alhamdulillah." Rifki menarik napas lega. "Berarti setelah itu Teteh bisa kembali ke sini?"

"Iya, A. Insya Allah."

Rifki kembali tersenyum lebar. "Kalau begitu, Teteh jangan terlalu banyak pikiran, ya."

"Iya, A."

"Kalau Teteh butuh jemputan, kabari aku saja, Teh. Aku bersedia kok menjemput Teteh ke sana."

Mia tersenyum kecil. "Terima kasih atas tawaran baiknya, A. Tapi aku kayaknya naik bus saja."

Percakapan mereka terus berlanjut. Sesekali Rifki menanyakan keadaan Mia dan keluarganya, sementara Mia juga bercerita sedikit tentang suasana di Bandung.

Di balik percakapan sederhana itu, ada satu hal yang membuat Rifki diam-diam merasa lega. Mia akan kembali. Dan kali ini, ia berharap perempuan yang selama ini dikenalnya sebagai sosok baik hati itu benar-benar bisa memulai hidup baru tanpa Edo lagi.

Setelah percakapannya dengan Rifki berakhir, Mia meletakkan ponselnya di atas tempat tidur. Baru saja ia hendak merapikan isi tas, ponselnya kembali berdering. Kali ini nama yang muncul di layar membuat Mia tersenyum tipis. "Ya Allah... Teh Neneng." Mia segera mengangkatnya. "Halo, Teh?"

"Mia!" suara Neneng terdengar dari seberang. "Aku sudah pulang kerja, tadi kamu janji mau cerita alasan sebenarnya kamu pulang mendadak ke Bandung."

Mia terdiam sejenak, mengangguk. "Iya, Teh."

"Jangan bilang nanti-nanti lagi, ya. Dari tadi aku penasaran banget."

Mia menarik napas panjang. Entah kenapa, setelah menceritakan semuanya kepada keluarganya, kini rasanya ia juga ingin mengeluarkan semua yang selama ini dipendam kepada sahabat sekaligus rekan kerjanya itu. "Kalau aku cerita, Teteh jangan kaget, ya."

"Emangnya ada apa?"

Mia menunduk. Jemarinya memainkan ujung selimut. "Aku sama Edo sudah cerai."

"Hah?" Suara Neneng langsung meninggi. "Serius, Mia?!"

"Iya."

"Astagfirullah..." Neneng terdiam beberapa detik. "Kok bisa?"

Mia mulai menceritakan semuanya.

Tentang perselingkuhan Edo dengan Bela. Tentang perlakuan Edo kepadanya selama ini. Tentang pertengkaran yang tadi malam terjadi. Sampai akhirnya Edo menjatuhkan talak kepadanya.

Ada satu bagian yang membuat suara Neneng seketika berubah. "Dia tega memukuli kamu?!"

"Iya, Teh."

"Ya Allah!" Suara Neneng terdengar bergetar. "Kurang ajar banget si Edo! Selama ini aku memang tahu rumah tangga kalian nggak baik-baik saja, tapi aku nggak pernah menyangka dia sampai tega melakukan itu!"

Mia terdiam.

Di seberang telepon, Neneng terdengar terisak. "Mia... kenapa selama ini kamu nggak pernah cerita sama aku?"

Mia menelan ludah. "Aku malu, Teh. Aku juga masih berusaha mempertahankan rumah tanggaku waktu itu."

"Ya ampun, Mia..." Neneng semakin sesenggukan. "Kamu itu terlalu sabar. Sudah diselingkuhi, masih berusaha bertahan. Sudah diperlakukan seperti itu, masih memikirkan kebutuhan dia."

Mia mengusap sudut matanya. "Aku juga salah, Teh. Mungkin selama ini aku terlalu-"

"Nggak!" potong Neneng cepat. "Jangan salahkan dirimu sendiri! Yang salah itu si kunyuk Edo. Dia yang nggak bisa menghargai kamu!" Mia tercenung. "Mi, dengar, ya," lanjut Neneng dengan suara bergetar. "Kamu nggak perlu merasa gagal hanya karena pernikahan ini berakhir. Justru menurut aku, kamu hebat karena akhirnya berani keluar dari keadaan itu."

Air mata Mia mulai mengalir.

"Mulai sekarang, kamu pikirkan dirimu sendiri. Kerja, nabung, bahagiakan orang tua. Kalau memang kamu mau kembali ke Bekasi, kembali dengan kepala tegak. Jangan takut sama Edo."

Mia mengusap pipinya. "Iya, Teh."

"Dan jangan pernah merasa sendirian. Ada aku. Ada teman-teman di pabrik. Kalau kamu balik ke sini, kita ketemu. Kita makan bareng lagi. Jangan malah mengurung diri."

Mia tertawa kecil di tengah tangisnya. "Iya."

"Pokoknya kamu harus kuat."

"Iya, Teh."

"Janji?"

Mia mengangguk meskipun Neneng tidak bisa melihat. "Janji." Tangis Mia kembali pecah. Namun kali ini berbeda.

Bukan hanya karena mengingat semua perlakuan Edo yang menyakitkan. Ada rasa lega yang perlahan memenuhi dadanya karena akhirnya ia bisa menceritakan semuanya kepada seseorang yang benar-benar peduli.

"Terima kasih, Teh," ucap Mia dengan suara tersendat.

"Iya, Mia."

"Aku kira aku bakal malu kalau cerita ke Teteh."

"Ngapain malu sama aku? Kita kan teman."

Mia kembali terisak. "Iya..."

"Sudah, jangan nangis terus. Kamu harus bahagia sekarang."

Mia mengangguk sambil tersenyum di balik air matanya.

Setelah tiga tahun menjalani rumah tangga yang penuh luka, Mia merasa tidak perlu lagi menyembunyikan semuanya sendirian. Ia memang telah kehilangan seorang suami. Namun, ia masih memiliki keluarga dan orang-orang yang peduli kepadanya.

Dan perlahan, Mia mulai percaya bahwa hidupnya setelah Edo mungkin justru akan menjadi jauh lebih baik.

______

Suara azan Magrib mulai terdengar dari masjid di setempat ketika Edo akhirnya memasuki halaman rumah orang tuanya. Ia menghentikan Kawasaki Ninja-nya, lalu mematikan mesin. Setelah menurunkan standar, Edo turun dari motor dengan tubuh yang terasa lelah setelah menempuh perjalanan dari Bekasi.

Namun, baru saja ia hendak melangkah menuju teras, pintu rumah mendadak terbuka.

Erma muncul dengan wajah yang sudah dipenuhi amarah. Tanpa banyak bicara, perempuan itu langsung turun dari teras dan menghampiri adiknya. Tangannya langsung mencengkeram rambut Edo dan menjambaknya keras. "Dasar tak punya hati!"

"Aduh!" Edo meringis. "Sakit, Teh!"

Erma kembali menarik rambutnya. "Dasar preman! Berani sekali kamu menganiaya Mia!"

Edo memejamkan mata menahan sakit. Tangannya sempat terangkat, tetapi ia tidak berani menepis tangan kakaknya. "Teh, sakit!"

"Sakit yang kamu rasakan sekarang tidak sebanding dengan sakit yang dirasakan Mia?" bentak Erma.

Edo terdiam.

Azan Magrib masih terdengar menggema dari masjid, tetapi halaman rumah mereka justru dipenuhi ketegangan.

Erma akhirnya melepaskan jambakannya dengan kasar. "Masuk!"

Edo membenahi rambutnya yang berantakan sambil mengusap kepala.

"Kenapa kamu masih berdiri di situ?!" bentak Erma.

Edo menundukkan kepala. "Iya, Teh." Ia pun melangkah masuk ke rumah tanpa berani membantah.

Namun, baru beberapa langkah, Erma kembali berseru dari belakang. "Dan ingat, Edo!" Edo menghentikan langkah. "Setelah salat Magrib, kamu ceritakan semuanya di depan Bapak dan Mama. Jangan ada satu pun yang kamu tutupi!"

Edo menghela napas panjang. "Iya, Teh." Kali ini, suaranya terdengar jauh lebih kecil.

1
Ma Em
Edo hina Mia katanya pasti TDK ada orang yg sama Mia pasti nanti juga Edo yg akan tergila gila dgn Mia dan menyesal karena sdh menceraikan Mia .
EmakKece
ntar klo pacarnya udah selusin, moga2 lgsg digrebek warga. biar nyahok si edo !
Talnis Marsy
Edo..tipe Laki" Gaya elit ekonomi SULIT.... wkwkwkwk
Talnis Marsy
edo tipe laki" Gaya elit ekonomi SULIT....wkwkwk
Dartihuti
Astafurullah...gila di tempat gk pantas rumah terbengkalai?moga ada yg lihat biar nyaho lgsg di nikahkan...
Nice1808
kapan kapok mu do🤣moga ketauan org kampung dan diarak keliling kampung, atau kena penyakit kelamin🤣🤣🤣
Ma Em
Edo dan Ohang sama sama manusia laknat itu kelakuan nya minus , Edo pede banget kamu Mia mau balikan sama kamu , jgn harap Mia akan mau rujuk dgn Edo lelaki lain saja sdh lama menunggu Mia jadi janda .
Dartihuti
Duuuh ...anak durhakim👹sok"an pingin👊orang kampung sok bilang kampung diih...ma ortu gk ada dikit segan atau malu adanya malah berlagak...PD amat mikir Mia ingin balik pimpi kali lo...malah udah ada yg nunggu lbh dr lo MOKONDO
Dartihuti: Ikut eredi kita ingin👊😡👹Authour pinter mancing emosi ...💪😍
total 2 replies
EmakKece
Othoooor, aku pengen bejek2 si Ohang ini! hiiiih ... pokoknya 👊🏻👊🏻👊🏻
Ama Apr: Haha tonjok aja smpai giginya rontok, Teh🤣
total 1 replies
EmakKece
oow dasar anak tak tau diuntung! ga punya adab. klo aku jd orangtuanya udah kulempar itu telur ke mukanya 😡
Ama Apr: Betul kk🤣
total 1 replies
merry
selingkuh dgn ank sekolah tu bela msh sekolh dh tay jdi pelakor moga viral biar malu gk bs sekolh dan di DO dr sekolah y,,, trs biar bela tau klo yg dia jdiin selingkuhan tu ternyta cwo makondo
Ama Apr: lanjut kk
total 1 replies
Ma Em
Mia pokok nya kamu jgn mau lagi ditipu si Edo , semoga Mia makin sukses setelah berpisah dgn benalu dan uang Mia bertambah banyak karena sdh tdk ada yg porotin lagi .
Ama Apr: Aamiiin🫰
total 1 replies
Dartihuti
Sok kaya sok kereeen...eeeee gak tahunya kereee...😁😁😁pusing gk ....pusing gak...kapok lo...makan tu gantengmu🤭
Ama Apr: Wkwkwk
total 1 replies
✨Kayla Rane✨
baru nyadar kan 🤭😆
Ama Apr: Kalau sudah tiada baru terasa, bahwa kehadirannya sangat berharga🤣🤣
total 1 replies
Nice1808
mia lagi mia lagi🤭menyesalkan skrg kau edo gk bisa byar cicilan motor, tmpt tinggal pun numpang di rumah ohang🤣🤣
Ama Apr: mampooos kau 🤣
total 1 replies
merry
laki bajingann 😆😆😆😆blm kena batu nya tu
Ama Apr: santai, pelan2 tp menyakitkan🤣
total 1 replies
Ma Em
Lebih baik Edo tdk datang kerumah Mia daripada nanti bikin ribut lbh baik dititip saja sama orang , semoga Mia cepat dapat pengganti Edo lelaki yg baik bertanggung jawab serta cinta dan sayang pada Mia tdk menyakiti Mia .
Ama Apr: Aamiin🫰
total 1 replies
nunik rahyuni
iliiiih laki kodel apa ksmu tu doooo....
cemen nya amit amit.
nag kya itu ja g da nyali tp menganiaya bisa ae tu..
dasar banci cocok nya pakai rok aja
untung udah cere ...klo blm bisa hbis rontok tulang gigi dan rambut mu mia😅😅😅
Ama Apr: Iya, tinggal sm pengecut sukanya dlaman cangcut🤭
total 1 replies
Thewie
orgtua Dajjal kau bah setan keparat
Ama Apr: 😉😉😉😉😉
total 5 replies
Thewie
ya Allah kapanlah si Edo penjahat kelamin itu kena karma
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!