Indonesia
NovelToon NovelToon
Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Penyelamat
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Arif Wicaksono, pewaris ilmu medis kuno dan ketua organisasi rahasia Biro Akasa, turun gunung hanya untuk dihina dan ditolak mentah-mentah saat menagih janji perjodohan dari Keluarga Baskoro. Namun, nasib justru membawanya bertunangan dengan Shinta Liem, gadis bawel berenergi Yin murni penawar racun di tubuhnya, sekaligus memulai perjalanannya membuat orang-orang sombong yang meremehkannya berlutut menangis darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Arif membuka matanya perlahan dan menatap langit-langit kamar yang sangat asing.

Lampu kristal besar menggantung di atasnya memancarkan cahaya kuning yang hangat.

Dia merasakan kasur yang ditidurinya sangat empuk seperti gumpalan awan.

Arif mencoba duduk dan menyentuh dada kirinya.

Hawa panas dari Racun Api di tubuhnya sudah mereda dan kembali bersembunyi di sudut meridiannya.

"Gadis judes itu... energi Yin murninya benar-benar luar biasa," batin Arif mengingat kejadian sebelum dia pingsan.

Hanya dengan satu sentuhan kecil, gadis itu bisa memadamkan api yang nyaris membakar jantungnya.

Krieek.

Telinga Arif yang tajam menangkap suara perdebatan dari balik pintu kamar itu.

Dia turun dari kasur dan berjalan tanpa suara mendekati pintu yang sedikit terbuka.

"Ayah pasti sudah gila! Masa aku disuruh menikah dengan gembel bau tanah itu!"

Suara melengking itu milik Shinta yang terdengar sangat marah.

"Jaga bicaramu Shinta! Dia adalah dewa penyelamat nyawa Ayah!" balas Surya Liem dengan nada tegas.

Arif mengintip dari celah pintu dan melihat tiga orang sedang berkumpul di ruang keluarga lantai dua.

"Tapi Yah, lihat saja penampilannya tadi!" bantah Shinta tidak mau kalah.

"Bajunya kusam, celananya ngatung, dia bahkan terlihat seperti orang yang tidak pernah mandi sebulan!"

"Shinta, kau tidak boleh menilai orang dari luarnya saja," sela Nana mencoba menenangkan adiknya.

"Kak Nana gampang ngomong begitu karena bukan Kakak yang disuruh menikah dengannya!" sungut Shinta kesal.

"Kalau Kakak mau, Kakak saja yang menikah dengan si udik itu, aku sih ogah!"

Plak!

Surya Liem memukul meja kaca di depannya dengan cukup keras.

"Ayah tidak pernah mengajarkanmu menjadi gadis yang tidak tahu balas budi!" bentak Surya Liem.

"Nyawa Ayah ditarik kembali dari neraka oleh pemuda itu, dan ini balasanmu?"

Shinta menundukkan wajahnya tapi raut wajahnya masih sangat tidak terima.

"Tapi Ayah, aku ini kan masih kuliah, masa tiba-tiba punya suami gembel," gumam Shinta pelan.

Cklek.

Arif membuka pintu kamar lebar-lebar dan melangkah keluar.

Ketiga orang itu langsung menoleh ke arah Arif yang berdiri dengan wajah datar.

"Siapa juga yang mau menikah dengan gadis berisik dan manja sepertimu," ucap Arif dingin.

Shinta langsung melotot mendengar ucapan Arif.

"Apa kau bilang?! Berani sekali kau mengataiku berisik!" teriak Shinta menunjuk wajah Arif.

"Kenyataannya memang begitu, suaramu lebih nyaring dari ayam jantan di gunungku," balas Arif santai.

Shinta menghentakkan kakinya ke lantai karena sangat kesal.

"Tuan Arif, Anda sudah sadar? Bagaimana kondisi Anda?" tanya Nana dengan wajah khawatir.

Nana mengabaikan adiknya yang sedang tantrum dan langsung menghampiri Arif.

"Aku sudah tidak apa-apa, racun di tubuhku sudah tertidur lagi," jawab Arif.

Surya Liem berjalan mendekat dan menundukkan kepalanya sedikit di hadapan Arif.

"Tuan Arif, maafkan kelancangan putri bungsu saya," ucap Surya Liem penuh rasa bersalah.

"Dia memang agak keras kepala, tapi hatinya sebenarnya baik."

Arif menatap Surya Liem lalu beralih menatap Shinta yang sedang memalingkan wajah.

"Aku tidak butuh pernikahan, aku hanya butuh tempat tinggal untuk sementara waktu," ucap Arif jujur.

Dia tidak mungkin mengatakan bahwa dia mengincar tubuh Shinta untuk meredakan Racun Apinya.

Itu hanya akan membuat gadis judes ini memanggil polisi dan menuduhnya pria mesum.

"Tidak bisa begitu Tuan Arif, nyawa saya terlalu berharga jika hanya dibalas dengan tempat tinggal," tolak Surya Liem halus.

"Mulai hari ini, Tuan Arif resmi menjadi tunangan Shinta dan akan tinggal di rumah ini."

"Ayah!" jerit Shinta memprotes keputusan sepihak itu.

"Keputusan Ayah sudah bulat, atau kau mau melihat Ayah mati karena dituduh tidak tahu balas budi?" ancam Surya Liem.

Shinta langsung bungkam karena dia sangat menyayangi ayahnya yang baru saja sembuh dari kritis.

Gadis itu hanya bisa mendelik tajam ke arah Arif seolah ingin menelannya hidup-hidup.

"Terserah kau saja pak tua, aku ikut," balas Arif tidak peduli.

Selama dia bisa berada di dekat Shinta, masalah Racun Apinya akan aman terkendali.

Surya Liem tersenyum lebar mendengar persetujuan dari Arif.

Dia lalu merogoh dompetnya dan mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam legam.

"Shinta, ini kartu hitam Ayah tanpa limit batas," ucap Surya Liem menyerahkan kartu itu.

"Bawa tunanganmu ini ke mal dan belikan dia pakaian yang pantas untuk seorang menantu Keluarga Liem."

Shinta menerima kartu itu dengan setengah hati.

"Kenapa harus aku? Kak Nana saja yang temani dia," tolak Shinta mencari alasan.

"Kakak harus mengurus administrasi rumah sakit Ayah dan menyelesaikan urusan perusahaan yang terbengkalai," jawab Nana sambil tersenyum.

"Cepat pergi, jangan membuat Tuan Arif menunggu lama," perintah Surya Liem tidak terbantahkan.

Shinta menghela nafas panjang dan memutar bola matanya malas.

"Ayo cepat ikut aku, jangan lelet!" ketus Shinta sambil berjalan mendahului Arif.

Arif hanya mengangkat bahu santai dan mengikuti langkah gadis itu dari belakang.

Brummm!

Sebuah mobil Porsche merah melesat kencang membelah jalanan ibu kota yang padat.

Shinta menyetir dengan sangat agresif seolah melampiaskan kekesalannya pada pedal gas.

Ckittt!

Mobil itu mengerem mendadak di lampu merah membuat tubuh Arif sedikit terdorong ke depan.

"Kau ini bisa menyetir atau tidak?" tanya Arif sambil memperbaiki posisi duduknya.

"Kalau kau takut, turun saja dari mobilku!" balas Shinta ketus tanpa menoleh.

"Aku tidak takut, aku cuma kasihan pada mobil ini karena disetir oleh orang bodoh," sindir Arif.

Wajah Shinta langsung memerah menahan marah mendengar sindiran itu.

"Kau! Baru saja jadi tamu di rumahku sudah berani kurang ajar ya!" omel Shinta.

"Kalau bukan karena Ayah yang memaksaku, aku tidak sudi satu mobil dengan pengemis sepertimu!"

"Pengemis yang menyelamatkan nyawa ayahmu," ralat Arif dengan nada menyebalkan.

Shinta tidak bisa membalas kata-kata itu karena itu adalah fakta yang tidak bisa dibantah.

Dia hanya bisa mendengus kasar dan kembali menginjak pedal gas saat lampu berubah hijau.

Sepuluh menit kemudian, mereka tiba di sebuah pusat perbelanjaan paling mewah di Jakarta.

Lantai marmer mal itu sangat mengkilap hingga bisa digunakan untuk bercermin.

1
Was pray
Shinta itu tipe wanita keras kepala tapi ceroboh dan agak lambat berpikir
Was pray
pemimpin naga hitam jenis biji-bijian kah Thor?
Was pray
gak apa2 Shinta.. anggap aja rekreasi ke pelabuhan tanjung Priok , kamu kan wanita hebat yg gak butuh nasehat orang lain.. 🤭
Was pray
emang Arif dan Shinta kuliahnya di rumah sakit? waduh .. ambil fakultas apaan Arif nanti?
Was pray
kenapa bos preman kalau gak plontos ya botak? gak ada yg ganteng kah si bos preman Thor? 🤭🤭
Was pray
cek cek.... 👎 MC nya kuat sih... tapi mulutnya perlu dipemak ulang
Was pray
kurang didikan Budi pekerti kah Arif?
kayra lubna
Cerita yang sangat unik,ada percintaan,pengobatan,seni bela diri,sangat memuaskan hati untuk dibaca...mantaaaap👍
kiyoe: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!