Aji Pangestu. Sosok pria pengusaha sukses yang banyak digandrungi perempuan. Dewi Sekar Sari, adalah perempuan yang paling beruntung, bisa dipersunting Aji. Namun, pernikahannya hancur, setelah datangnya orang ketiga, Putri Nagita.
Ironisnya, setelah mempersunting Putri Nagita, Aji justru mendapati perempuan itu berselingkuh dengan sahabat Aji yang bernama Bagaskara.
Sedangkan Dewi, menemukan Andika, cinta masa abu-abunya. Mereka berdua terlibat cinta lama bersemi kembali.
Bagaimana kisah mereka, selanjutnya? Ikuti terus ya ceritanya, spesial di noveltoon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bede'R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pembantu Baru Buat Dewi
Dewi mencari cara bagaimana membalas perbuatan Puteri. Dia punya ide, menyewa pembantu baru, yang lebih muda dan menggoda.
Tentu saja, tujuan utamanya adalah menggoda Aji.
"Kamu bersedia ya, dengan segala resiko yang akan kamu dapat untuk tugas berbahaya ini?" tanya Dewi pada Sari, pembantu muda yang cukup menggoda itu.
"Iya Kak." jawab Sari santai.
"Aku mau, kamu harus goda Aji, sampai dia masuk ke perangkap kamu!" sebut Dewi.
"Hah?" respon gadis itu.
"Tapi gimana dengan Kak Dewi?" tanya gadis itu penuh pertimbangan.
"Gampang. Pokoknya aku mau kamu jebak Aji, dan Puteri harus tahu kalau kamu dekat sama Aji!" sebut Dewi lagi, menjelaskan tugas berat Sari, menggoda Aji.
"Kalau nggak berhasil bagaimana?" tanya Sari ragu.
"Bayaran kamu nggak akan aku berikan," ancam Dewi dengan nada meyakinkan.
"Aku nggak akan berikan DP nya sebelum tugas kamu berhasil," tegas Dewi kembali menekan Sari.
Sari yang takut-takut tapi berani itu, akhirnya hanya bisa menganggukkan kepala, tanda setuju dengan tugas beratnya itu.
"Mulai sekarang, kamu yang akan pegang kendali di rumah ini. Kamu harus berhasil membuat Aji bertekuk lutut di hadapan kamu. Masuk perangkap kamu!" tegas Dewi.
Untuk kesekian kalinya Sari menunjukkan kesiapannya menjalankan tugas dari Dewi.
"Permainannya dimulai dari detik sekarang. Nanti malam, bagaimana caranya merayu Aji, kamu yang mikir dan atur strategi," tegas Dewi lagi.
"Iya Kak." jawabnya sesekali.
"Ingat. Kamu pembantu baru disini. Kamu harus panggil ibu sama aku." ucap Dewi.
Sari menganggukkan kepalanya lagi untuk yang terakhir kali. Tak lama, dia pun berlalu dari hadapan Dewi.
***
Malam semakin larut. Aji baru saja pulang dari kantornya.
Di rumah, dia heran, disambut perempuan asing yang namanya Sari.
"Mari tuan, saya bawakan tasnya," kata Sari menghampiri Aji yang baru saja diambang pintu, dengan tas kantornya.
"Hei kamu siapa?!" Aji sedikit kasar menyapa perempuan muda asing itu.
"Saya pembantu baru buat Bu Dewi, Tuan, di rumah ini. Tadi siang saya baru datang dari Jakarta." jelas Sari yang memulai perkenalannya dengan Aji, sang majikan yang akan dijebak nya itu.
"Pembantu baru buat Bu Dewi?" Aji sedikit melirik perempuan muda itu.
"Cantik juga cewek ini," naluri lelaki Aji mulai tak terkendali. Apalagi melihat perempuan muda itu hanya mengenakan baju tidur celana pendek. Tak ayal, paha mulus perempuan muda itu begitu jelas di mata Aji.
"Tuan, saya pijitin ya. Siapa tahu tuan capek." sebut Sari yang mulai mengerjakan tugas beratnya dari Dewi.
Pura-pura menolak tapi dilihatnya tak ada satu pun orang di rumah itu.
Puteri dan Dewi masing-masing di kamarnya sendiri.
Aji pun tak berpikir ulang lagi. Apalagi waktu menunjukkan pukul 02.00 wib dini hari.
"Dua orang itu pasti sudah terlelap di kamar mereka." pikir Aji dengan pikirannya yang berkelana ke surga dunia milik perempuan muda yang ada di hadapannya itu.
"Siapa nama kamu?" tanya Aji pelan. Dia takut suaranya akan
membangunkan Puteri dan Dewi.
Tanpa basa-basi, digiring nya Sari ke sofa ruang tamu. Di sana, pikir Aji, pasti tak ada yang tahu dia bakal bergulat sama perempuan muda itu.
"Kamu nggak capek kalau mau pijitin aku?" tanya Aji basa-basi. Padahal, aslinya naluri lelaki nya sudah dari tadi tak tenang karena disuguhkan paha mulus perempuan itu.
"Tubuh perempuan ini, sexy banget. Belahan dadanya yang terlihat dari balik baju tidurnya juga terlihat jelas.. Bisa nggak tenang ini, senjata tajam di bawahku ini, gara-gara lihat bodynya!" pikir Aji yang sedari tadi ingin cepat-cepat dipijit Sari.
"Kenapa kamu bisa jadi pembantu Dewi?" tanya Aji yang mulai pasrah saat perempuan itu mulai memijit punggungnya.
"Saya dari agensi baby sister," sebut Sari. Ibu Dewi menelepon saya, katanya butuh jasa baby sister jelang kelahiran anaknya." jelas Sari yang mulai liar memijit bagian tubuh Aji yang lainnya.
Bahkan, tanpa basa-basi, Aji mengarahkan tangan gadis itu ke bagian terlarang milik Aji.
"Kamu masih perawan nggak?" tanya Aji lirih di telinga Sari.
"Iya tuan," balas Sari yang juga balas berbisik lirih di telinga Aji.
"Oh..boleh dicoba nggak..boleh dibuktikan nggak?" lanjut Aji, semakin bergairah saat keduanya bergumul di atas sofa ruang tamu.
"Boleh.Tuan." Sari pasrah. Bahkan dia membuka celana pendeknya lalu mempersilakan Aji menjamahnya tanpa basa-basi.
"Beneran kamu masih perawan?" tanya Aji meragukan.
"Silakan tuan buktikan sendiri," balas Sari, yang semakin tak sabaran menyerahkan semuanya pada Aji.
"Ogh....milikmu indah ya. Pasti beneran masih perawan," kata Aji, sesaat sebelum benteng pertahanan Sari dijebol.
Bercak darah itu, menodai sofa. Tapi, Sari buru-buru membersihkannya dengan tisu yang diambilnya dari atas meja ruang tamu itu.
"Kenapa kamu nggak menolak waktu kamu aku nodai?" tanya Aji bingung melihat gadis itu begitu pasrah setelah apa yang terjadi antara dia dan Aji.
"Iya Tuan." jawab Sari tenang.
"Kamu menjebak aku ya?" Aji kini berubah jadi pria sinis yang tak punya belas kasihan sama sekali pada Sari.
"Nggak Tuan. Saya ikhlas melakukannya," sebut Sari masih tenang. Seperti tak pernah ada kejadian apa-apa, dini hari itu.
"Gila kamu ya. Kenapa kamu pasrah! Kamu menjebak aku kan?" tuduh Aji tanpa berperasaan.
Sari hanya menangis menanggapinya.
"Eh jangan pura-pura nangis. Kamu mau minta imbalan uang sama aku kan?" tuduh Aji terus memojokkan Sari yang sedari tadi menangis.
"Tenang, aku akan bayar keperawanan kamu malam ini." sebut Aji yang buru-buru mengenakan kaosnya, lalu meninggalkan Sari di ruang tamu itu sendiri.
Tapi, tak lama, dia membalikkan tubuhnya. Lalu menggandeng tangan Sari. Mengajaknya ke kamar kosong dimana kamar itu sudah lama tak digunakan.
"Kamu jangan tidur di luar. Bagaimana pun aku masih punya hati, dan kasian sama kamu. Ini kamar kamu!" Aji melepaskan gandengan tangannya dengan Sari.
Sari hanya terdiam, menerima semuanya dengan tenang.
Saat Aji bergegas keluar, Sari melihat rekaman adegan intimnya sama Aji.
Sesuai tugas yang diberikan Dewi, dia akan mengirimkan rekaman itu ke ponsel Puteri.
Selangkah demi selangkah tugasnya akan terlaksana dengan baik.
Sebelum dikirimkan ke Puteri. Dewi adalah orang pertama yang menerima video rekaman panas antara Sari dan Aji.
"Kak, itu videonya. Kakak boleh cek dulu," Sari minta persetujuan ke Dewi, sebelum video itu dikirim ke Puteri.
"Good Job," balas Dewi ketika melihat video panas berdurasi lima menitan itu.
Di sisi lain, Dewi sempat terbakar api cemburu juga melihat adegan itu. Tapi, apa boleh buat, satu-satunya jalan untuk menghancurkan hubungan Aji dan Puteri, hanya dengan video mesum itu.
Dewi merasa puas dengan hasil kerja Sari.
"Mampus kamu Puteri. Sekarang Aji punya selir yang namanya Sari. Hahahahahah!" Dewi melepas tawa bahagia.(***)
suka banget dewi di gantung lama lama sama aji. inisiatif kek ngajuin cerai. lelet bgt mikirnya ih