Indonesia
NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Seorang Mafia

Terpaksa Menikahi Seorang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Tamat
Popularitas:137.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dini ratna

Menikah adalah hal yang membahagiakan, tapi tidak dengan Gladys. Yang menikah karena terpaksa dijual sang ayah untuk melunasi hutang. Dan pria itu adalah seorang mafia yang terkenal akan kekejamannya.

Di hari pertama pernikahannya Gladys di jadikan seorang pembantu, di siksa, jika tidak melayani mafia itu. Bukannya bahagia, pernikahannya membuat Gladys semakin menderita. Namun, Gladys tetap bersabar dan menurut apa yang di perintah kan. Gladys selalu melakukannya dengan tulus.

Arsenio ketua mafia yang terkenal kejam.
Akankah Gladys bertahan?
Mungkinkah kekejaman Arsen akan luluh oleh ketulusan Gladys?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34

"Aww!" jerit Lorenz ketika Nico melemparkan tubuhnya ke atas ranjang. "Tidak bisakah kamu bersikap lembut!" protes Lorenz.

"Sudah mending kubawa kamu ke kamar bukan ke pada Alice."

"Alice?"

"Harimau itu."

"Memangnya aku santapan harimau."

"Ya, jika kamu tidak bisa menutup mulutmu ku jadikan kamu santapan harimau."

"Keterlaluan sekali." Nico berlalu pergi tidak peduli pada Lorenz yang terus mengoceh.

"Pokoknya aku harus cari cara keluar dari rumah ini," ucapnya.

"Lorenz!" teriak Katrin yang berlari ke arahnya.

"Mama!"

"Kenapa dengan tanganmu? Apa kamu …"

"Ya. Aku tertembak. Mama aku ingin keluar dari tempat ini. Selagi tidak ada mafia itu kita bebas pergi."

"Benar. Mama pikir juga begitu." Kini kedua rubah itu sedang memikirkan cara. Sedangkan Nico, masih menghubungi Arsen memberitahukan kekacauan di rumahnya.

Tidak lupa Nico melihat CCTV akhirnya dia tahu siapa yang telah meneror rumah bosnya. "Jikco dan Ansell ternyata mereka bekerja sama. Tapi untuk apa mereka menyerang?" Tidak ada yang tahu jika di rumah itu terdapat mayat kedua orang tua Arsen.

****

"Ada masalah apa?"

"Tidak ada. Ayo," ajak Arsen yang merangkul Gladys. Dia tidak ingin membuat liburannya kacau. Arsen percaya Nico bisa melakukannya sendiri.

Kini mereka keluar dari hotel menaiki sebuah mobil yang sudah menunggunya. David, terus memantau hingga mengikuti mereka.

Di dalam mobil Arsen hanya diam. Dia memikirkan apa yang sedang Ansell cari. "Kamu terus melamun apa yang sedang kamu pikirkan? Dari tadi aku tidak diberitahu kita akan pergi kemana."

"Aku akan mengajakmu keliling Roma," ucap Arsen lalu mengecup lembut pipi Gladys. Arsen benar-benar sudah berubah sekarang memperlakukan Gladys dengan lembut.

Mobil pun berhenti. Arsen menuntun Gladys untuk turun. Kini mereka berada di depan sebuah toko. Toko perhiasan yang sempat Arsen kunjungi.

"Kamu tahu kalung pertama yang ku berikan?"

"Ya."

"Aku membelikannya untuk mu di tempat ini. Jika bukan karena Dario kalung itu pasti masih ada."

"Apa kamu mau membelikan aku kalung yang sama?"

"Tidak. Kali ini kamu yang bebas memilih."

Arsen pun menuntun Gladys ke dalam toko. Para pelayan yang sudah pernah bertemu Arsen mereka terlihat panik dan langsung memanggil manajernya.

"Nyonya, dia datang lagi."

"Siapa?"

"Pria itu. Tuan dingin yang membeli kalung permata biru."

"Ya, aku ingat. Dimana dia sekarang?"

"Ada di depan bersama seorang wanita."

"Benarkah? Aku akan memperlihatkan barang ini padanya." Kata wanita itu yang memegang sebuah kalung yang baru saja dia rancang. Lalu keluar menemui Arsen.

Gladys masih terlihat memilih-milih. Dia pasti sangat bingung karena tidak terbiasa membeli barang mewah. Tiba-tiba seorang wanita datang menyapanya.

"Selamat malam Nyonya dan Tuan. Satu kehormatan bagiku anda datang lagi ke tempat ini. Apa anda ingin mencari sesuatu? Katakan seperti apa yang anda inginkan."

"Kalung yang dulu hilang. Sekarang aku ingin membelikannya lagi untuk istriku."

"Tentu Tuan. Istri anda sangat cantik sekali." Kata wanita itu dengan senyuman. "Saya punya kalung yang cocok untuk Nyonya. Mari ku tunjukkan." Arsen dan Gladys pun mengikuti wanita itu.

"Kalung ini baru saja ku rancang. Hanya padamu ku perlihatkan. Sangat cocok untuk istri anda Tuan."

Arsen mengambil kalung itu melihatnya dengan teliti. Lalu dia lingkarkan pada Gladys. Entah memang kalung itu yang begitu mewah atau Gladys yang terlalu cantik.

"Apa kamu menyukainya?"

"Ini terlalu mewah."

"Aku bertanya apa kau suka?"

"Ya. Aku menyukainya."

"Aku ambil kalung ini tidak peduli terlalu mewah atau tidak." Pemilik toko pun sangat senang Arsen selalu menjadi pelanggan VIP untuknya.

"Jangan lupa datang kembali Tuan." Arsen dan Gladys pun pergi meninggalkan toko itu.

"Tunggu."

Tiba-tiba Gladys berhenti ketika melihat seorang kakek tua yang menjual cendramata di pinggiran jalan. Gladys berjalan ke arah kakek itu, melihat macam-macam gelang ukiran yang pernah Nico berikan untuknya.

"Apa kau ingin membelikan untuk Nico?"

Gladys tersenyum. Pertanyaan Arsen seperti sedang menginterogasinya. "Kenapa kamu berpikir begitu? Aku ingin membelinya untuk kita berdua. Jika kamu tidak mau ya sudah, aku tidak jadi membelinya."

"Baiklah. Pesan saja mana yang kamu suka." Akhirnya Arsen mengalah demi Gladys.

Di tempat lain Nico sedang menatap gelang yang sama. Dia masih ingat wajah ceria Gladys saat menerima gelangnya. Namun, dia salah mengartikan Gladys tidak menyukainya hanya menganggapnya sebagai teman.

"Waw, gelang yang bagus."

"Hei! Kembalikan gelang ku." Lorenz tiba-tiba datang menyambar gelangnya.

"Kamu menginginkan ini? Tangkap saja jika bisa."

"Lorenz! Berhenti kau." Nico semakin emosi ketika Lorenz pergi begitu saja. Padahal Lorenz hanya memancing supaya Katrin bisa bebas keluar tanpa ada Nico yang memperhatikannya.

Mereka berniat pergi malam ini. Mereka sudah menemukan lubang tersembunyi di belakang danau. Namun, Katrin tidak bisa melanjutkan langkahnya ketika lubang itu di tutup.

"Mama!" Katrin menoleh pada Lorenz yang berlari ke arahnya. "Mama cepat keluar kenapa masih di sana?"

"Lewat mana tidak ada lubang atau jalan di sini."

"Benarkah? Ish, ternyata sudah di tutup."

"Hei! Kalian mau kemana!"

"Oh, tidak."

1
yaleyalele🧕🏻
mampir Thor,semangat
selvy
cinta segi tiga cok😞
mama JK
Katanya rumah mafia kok mudah banget orang masuk tanpa penjagaan?
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
ya dah tamat🤔
rama
Luar biasa
Pia Palinrungi
kalau orang hamil mah enak tdk enak asal suami yg masal diembat aja😅😅😅😅
Pia Palinrungi
jodoh nico udh didepannya😅😅😅😅
Pia Palinrungi
kalau ba thor kembar yah thor
Pia Palinrungi
skrng tinggal kebahagiaan arsen dn gladys sgn kehamilannya nanti
Pia Palinrungi
smg setelah pulang dr bulan madu sdh hamidun gladysnya
Pia Palinrungi
waduh terlalu byk musuhnya amg setelah david sdh tdk ada lagi, aduhh thor mdh2 gladys tsk apa2
Pia Palinrungi
biasa yg suka berantem berjodoh, apakah nico jodohnya lorenza yah
Pia Palinrungi
tdk bs lagi keluar dr kandang macam, sekali sdh masuk. tdknakan bs keluar lagi
Pia Palinrungi
aduh inilah arsen nggak mau awal mencintai gladys krn terlalu byk musuhnya
Pia Palinrungi
siapalah lagi sihh david ini, semoga aja sebelom bikin kekacauan sdh ketahuan penyamarannya jgn sampai gladys diculik lagi atau arsen dibunuk
Pia Palinrungi
siapa lagi david itu apakah itu jg temen masa kecilnya gladys atau hanya mirip thor, udh arsen kamu selidiki jgn sampai gladys diculik lagi
Pia Palinrungi
cepetlah arsen temukan mereka seblom mereka bikin kekacauan atau memculik gladys
Pia Palinrungi
lanjut thor, penasaran sm MP sampai sekarang belom ada🤣🤣🤣🤣
Pia Palinrungi
aduhh kenapa hansell dibebaskan arsen skrng jadi musuhmu yg akan melukai gladys
Pia Palinrungi
aduhh g)adys sambil tidur berjalan bagus jg sihh biar arsen glabakan😅😅😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!