Indonesia
NovelToon NovelToon
Si Trouble Maker

Si Trouble Maker

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Tamat
Popularitas:34.8k
Nilai: 5
Nama Author: Irma pratama

haiiii... Kyli is back.... mau tau cerita Kyli selanjutnya? yuk... cus lanjut saja...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bendera Jepang

Holly Shit!!

Ck... Dia pikir gue bakalan takut dan bakalan nolak gitu? Liat aja.... Salah besar kalo dia pikir gue bakalan mundur....

Kylian terlihat berpikir sejenak kemudian mengangguk.

"Baik, nggak masalah." Kylianq cukup percaya diri menerima tantangan Elang, dia menghabiskan seluruh masa sekolahnya di sekolah international, bahasa Inggris adalah hal yang biasa untuknya, bahkan saat disekolah dulu, dia lebih banyak menggunakan bahasa international itu dibanding bahasa ibunya sendiri. Ikut debat seperti ini bukanlah masalah besar untuknya.

Tapi Kylian lupa satu hal, ini bukan hanya soal debat bahasa Inggris.

"Baik, kalo gitu kamu masuk tim debat bahasa Arab."

Elang menyunggingkan senyum iblis memandang Kylian yang melongo terkejut.

"Hah... Loh, Kak... bukannya bahasa Inggris?" protes Kylian cepat.

Elang mengangkat bahunya. "Ya terserah saya dong."

Si T**

"Ya nggak bisa gitu dong Kak, saya kan-"

"Kenapa, nggak bisa?" sela Elang sambil melempar senyum meremehkan ke arah Kylian.

Ni orang kek nya ngajak gelud mulu sama gue!

"Nggak, saya bisa kok," ujar gadis itu berusaha tidak terlihat seperti pecundang di mata laki-laki itu.

Kylian benar-benar habis.

Gadis itu memang menguasai bahasa Inggris selayaknya penutur asli bahasa itu, tapi dia juga menguasai bahasa arab selayaknya bayi yang baru bisa berbicara.

Kylian sudah sukses masuk kedalam perangkap si burung Beo itu.

Elang melanjutkan penjelasannya dan berjalan memunggungi Kylian yang menyimpan kedongkolan kepada laki-laki itu.

“Tenang saja, masih ada 3 kali pertemuan sebelum acara puncaknya. Kalian akan dibagi menjadi 4 kelompok, 2 kelompok untuk debat bahasa inggris dan dua kelompok untuk debat bahasa arab. 3 kali pertemuan kedepan akan menjadi tempat kalian berlatih untuk mempersiapkan diri."

Ck... Gila kali ya... Tiga kali pertemuan nggak akan pernah cukup kali buat gue sampe tiba-tiba lancar bahasa Arab, dulu aja gue ngabisin tiga tahun pertama di sekolah, baru gue bisa lancar bahasa Inggris. Cuma keajaiban yang bakalan buat gue bisa lancar berbahasa arab dalam waktu 3 kali pertemuan.

***

Kylian tidak bisa menahan kakinya untuk tidak menjegal kaki panjang Elang saat melewati kursinya. Tubuh laki-laki itu terdorong ke depan dan mendarat dengan gaya aneh dibawah kaki Kylian.

Kylian yang melihatnya tidak bisa menahan tawanya. Dia tertawa terbahak-bahak sampai meneteskan air mata dan memegangi perutnya yang sakit.

"Apa-apaan kamu!," maki Elang dengan suara agak keras.

Santri yang berjalan di dekatnya sampai berbalik mendengar suara Elang yang marah.

"Ups, sorry aku nggak tau kalo kakak mau lewat. Lagian jalan kok nggak liat-liat sih kak? kaki aku emang lagi ada disana loh dari tadi. Kakak aja yang nggak liat, jadi bukan salah aku dong ya." Kylian berujar dengan tenang.

Elang bangun, membersihkan celananya yang agak kotor karena bersentuhan dengan debu ubin aula.

Elang mendengus kesal. Dengan langkah terpincang-pincang dia meninggalkan Kylian yang masih mengeluarkan tawa tertahan menyaksikan laki-laki itu mendapat akibat dari keisengannya.

Kylian kemudian ikut menyusul langkah Elang, dia melewati laki-laki itu yang berjalan pelan karena kakinya yang keseleo dan menjulurkan lidahnya dengan senyum mengejek.

"Heh, cewek bar-bar."

Elang memanggil gadis yang baru saja melewatinya itu. Tapi dasar Kylian yang bebal, alih-alih berhenti, dia malah mempercepat langkahnya.

Elang ingin mengabaikan apa yang dia lihat dan menuruti logikanya untuk tidak ambil peduli dengan gadis itu tapi nuraninya berkata lain. Dengan bersungut-sungut, laki-laki itu mempercepat langkahnya menghampiri Kylian. Dia melepas jaket yang sedang dia pakai dan melemparnya ke kepala gadis itu.

Kylian yang baru saja akan protes atas tindakan kurang ajar laki-laki itu sebelum ucapan Elang menyelanya.

"Pake, bendera jepang lo kelihatan tuh." Elang menunjuk arah belakang Kylian menggunakan dagunya.

Kemudian laki-laki itu pergi mendahului Kylian yang mengernyit bingung. Gadis itu memeriksa arah pandangan Elang sebelum laki-laki itu pergi. Dia melihat rok putih bagian belakangnya sudah berubah warna.

Wajah Kylian seketika memerah. Dia menutup wajahnya menahan malu.

Gadis itu bertekad tidak akan pernah menemui Elang lagi. Dia benar-benar tidak punya muka lagi dihadapan laki-laki itu.

***

Bagi Adnan, Kylian itu sosok yang absurd dan sangat kontradiktif.

Tingkahnya yang konyol, ceroboh dan sedikit bar-bar itu selalu membuat ustadzah Aisyah terkena darah tinggi. Tapi tidak bagi laki-laki itu, Kylian itu seperti pagi yang cerah, hangat sekaligus sejuk.

Seolah-olah Kylian memang diciptakan untuk membawa angin segar untuk hidup Adnan.

Laki-laki itu tidak mengerti kenapa bibirnya mendadak tersenyum senang hanya karena melihat cengiran konyol di wajah Kylian dan mendadak cemas setengah mati saat gadis itu sakit dan terluka dan mendadak marah saat gadis itu melakukan tindakan bodoh yang membahayakan dirinya sendiri. Kyllian membuat laki-laki itu bingung dengan perasaannya sendiri.

Dan lagi-lagi, hari ini gadis itu melakukan sesuatu yang mengusik perasaan Adnan. Awalnya laki-laki itu terkejut sekaligus senang saat netranya menangkap Kylian yang sedang berjalan bolak-balik di depan rumah penuh keraguan.

Tidak ingin penasaran lebih lama, Adnan membuka pintu, keluar dari rumahnya dan menghampiri Kylian yang terkejut ketika melihat kehadiran laki-laki itu.

"Assalamu alaikum," sapa Adnan.

"Wa alaikum salam warahmatullah."

"Kamu ngapain mondar-mandir disini? Ada apa?"

Kylian terlihat diam. Dia mengerucutkan bibirnya, kemudian membuka mulut seperti ingin berbicara lalu mengatupkannya kembali kemudian mengerutkan kening seolah sedang berpikir. Ekspresi Kylian selalu sukses membuat Adnan gemas. Dia selalu merasa ekspresi apapun yang ditampilkan wajah istrinya itu selalu lucu untuknya.

"Kamu butuh sesuatu?" ujar Adnan lagi.

Kylian menggeleng cepat.

"Aku mau ketemu Elang."

Kali ini Adnan yang mengerutkan kening. Ada rasa tidak suka ketika gadis itu menyebutkan nama laki-laki lain.

"Mau apa?" Adnan mencoba mengendalikan ekspresi wajahnya.

"Mau latihan debat. Minggu lalu Elang bilang kalo latihannya di halaman samping rumah kamu, aula udah disabotase sama Mbak Humaira dan Elang nggak mungkin masuk ke dalam wilayah santri putri, jadi pilihan satu-satunya ya rumah kamu."

Adnan mengangguk mengerti. Dia bernafas lega, ternyata tujuan Kylian menemui Elang hanya sebatas untuk latihan.

"Oh sama ini... sekalian aku mau ngembaliin jaketnya Elang juga?"

"Jaket Elang? Kenapa bisa ada di kamu?!" sergah Adnan cepat.

Kylian sedikit terkejut dengan suara Adnan yang tiba-tiba meninggi.

"Ya... solanya Dipinjemin," jawabnya singkat.

Adnan masih tidak puas dengan jawaban Kylian dan kembali mengulik soal jaket Elang itu.

"Dipinjemin buat apa?"

Kylian menunduk, terdengar umpatan lirih dari bibirnya dan muka yang memerah seakan menahan malu. Adnan tidak suka mendengar kenyataan kalau Kylian memakai jaket Elang apapun alasannya.

"Bendera Jepangnya kelihatan Gus, jadi saya kasihan, makanya minjemin dia jaket." Terdengar suara Elang dari belakang.

Keduanya menoleh melihat Elang yang sedang berjalan menghampiri Adnan dan Kylian.

Elang dalam hal ini sebenarnya tidak salah, dia melakukan perbuatan yang benar, tapi tetap saja hati Adnan tidak terima mengetahui kalau Elang ternyata seperhatian itu dengan istrinya.

"Nih jaket kamu. Udah dicuci. Makasih ya." Kylian menyodorkan paper bag berisi jaket Elang kepada pemiliknya dibawah tatapan menghunus Adnan yang memerhatikan mereka berdua.

"Dicuci sampai bersih nggak nih?" tanya Elang dengan tengil.

Kylian memandang laki-laki itu tidak terima dan berkata dengan ketus. "Ya iyalah. Gini-gini gue juga masih tahu nyuci ya!"

Elang mengedikkan bahu dan tersenyum miring. "Ya udah, nggak usah marah-marah. Santai dong".

"Lo tunggu disini sambil tungguin temen-temen lo. Gue ke dalam dulu buat nyimpen ini," jelas Elang kemudian berbalik masuk ke dalam rumah dengan paper bag dari Kylian di tangannya.

"Ayo masuk, kamu tunggu di dalam aja," ajak Adnan setelah kepergian Elang.

Kylian menoleh ke arah pagar dan tidak melihat tanda-tanda kehadiran teman-temannya sebelum berbalik dan mengangguk menyetujui ajakan Adnan.

1
Rini Rini
typo bertebaran
lucifer: makasih udah diingetin... /Kiss/
total 1 replies
Rangga Peppo
mksh thorrr Doble part nya
Rangga Peppo
semangat thorrrrr
lucifer: selalu buat kaleeean kaleeean apa sih yg ga... 🥰
total 1 replies
Rangga Peppo
lanjut thorr pembaca setia selalu menunggu💪
Rangga Peppo
ko cuma 1 up nya thorrr biasanya 2 thorrr😭
lucifer: 2 say... 1 lg Officially /Kiss/
total 1 replies
Mas Al
Thor jangan ada pihak ketiga
lucifer: dikit doang biar ada konflik dikit.. ya..ya..ya... /CoolGuy/
total 1 replies
Rangga Peppo
bonus up dong thorr
Diki Ilham Firmansyah
Bagus asalkan jangan ada orang ketiga setiap cerita ada jadi boring
Diki Ilham Firmansyah
Lanjut
Rangga Peppo
lanjut thorrr
Rangga Peppo
di tunggu up lg thorrr semangat💪
Nur Khotimah
lanjut Thor!!!!
Tin Indriati
lanjut thor
Diki Ilham Firmansyah
Lanjut
Mas Al
Lanjut thor cerita seru
Tara
itu calon suamimu say🤭😱😅🤔🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!