Indonesia
NovelToon NovelToon
Who Are You?

Who Are You?

Status: tamat
Genre:Ketos / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Anak Yatim Piatu / Diam-Diam Cinta / Anak Lelaki/Pria Miskin / Cintapertama / Tamat
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Gywnee

Tes....

Tes...

Tes...

"Ranji..... " Teriak Yuma dengan meneteskan air matanya, dia terkejut melihat sahabatnya yang tidak sadarkan diri di depan matanya itu. Yuma mengepalkan tangannya dengan kesal, "Kenapa jadi seperti ini.... Hito.... " Tanya Yuma dengan heran.

Lalu Hito berdiri di belakang Yuma, dan dia memeluk Yuma dari belakang, Yuma sontak terkejut.

"Kau bilang menyukai ku kan?" Tanya Hito sambil mengusap pipi Yuma. Yuma hanya diam seakan-akan tubuhnya membeku.

"Kalau kau menyukai ku, bisa kau bunuh dia?" Tanya Hito sambil memberikan pistolnya ke tangan Yuma.

Yuma menoleh ke Hito dengan ketakutan.

Dia bukan Hito yang aku kenal... Siapa orang ini? (Batin Yuma)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gywnee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34

Saat Dalvin sibuk mengajari Rena, Hito dan Yuma juga sudah keluar kelas hanya Bona yang mencemaskan Ranji karena belum kembali juga, dan akhirnya Bona ke kantin membelikan minuman untuk Ranji. Setelah itu dia menunggu Ranji keluar dari kamar mandi pria dan beberapa menit kemudian Ranji keluar disusul dengan Adriel.

"Halo Bona," Sapa Adriel sambil tersenyum.

"Halo pak," Jawab Bona sambil tersenyum manis.

"Saya duluan ya," Pamit Adriel lalu dia pergi.

"Bona kenapa kau disini? orang-orang bisa salah paham dengan mu loh!" Ucap Ranji.

"Eh maaf, aku kesini mau ini... " Bona memberikan minumannya untuk Ranji, Ranji tersenyum kecil lalu dia menerimanya.

"Makasih, yuk ikut aku ke ruang olahraga eh ke ruang pak Adriel dulu deh." Ajak Ranji, Bona mengangguk tersenyum.

Setelah mereka dari ruang Adriel mereka segera ke ruang olaharga. Ranji membuka pintunya dan...

"Hah...." Sontak Ranji dengan terkejut dan dengan cepat Ranji langsung menutup mata Bona yang ada di belakangnya itu.

"Kenapa Ranji?" Tanya Bona dengan heran.

"Bo.bona jangan membuka mata sampai kita keluar." Ucap Ranji, Bona menganggukkan kepalanya meskipun dia tidak tahu apa-apa tahu dia percaya ke Ranji. Setelah mereka menjauh dari ruang olahraga, Ranji segera mencari guru lain untuk melihat di ruang guru. Dan setelah itu semua anak berdatangan melihat Damar yang meninggal dia tergeletak di lantai dengan berlumuran darah.

"Ranji ada apa?" Tanya Bona yang masih belum tahu itu.

Ranji menghela nafas dengan sedih lalu dia memegang kedua pundak Bona, "Kau pokoknya jangan lihat, oke?" Ranji.

Bona mengangguk mengerti. Lalu Yuma, Hito, Dalvin, dan Rena datang.

"Ranji ada apa kenapa ramai sekali?" Tanya Rena dengan heran. Ranji menoleh ke Yuma dan dia melihat Yuma, Yuma terlihat sedih dari matanya dia sudah tahu itu.

"Pak Damar dibunuh," Jawab Ranji. Mereka semua sontak terkejut.

"Minggir kalian semua...." Teriak polisi itu. Dan semua anak menjauh dari TKP (Tempat Kejadian Peristiwa), Ranji sedang di interogasi oleh polisi karena dia orang pertama yang melihat kejadian ini, sedangkan mereka berkumpul jauh dari TKP itu, Hito mengingat kejadian keluarganya saat di bunuh, dia merasa hampir mirip dengan apa yang dialami oleh pak Damar.

"Ngeri banget ya," Gumam Rena dengan ketakutan.

Bona mengangguk setuju. Yuma hanya diam dan dia menoleh ke Hito.

Aku yakin ini perbuatannya. Karena dia berada di sekolah ini. Tapi sebenarnya dia itu siapa sih? (Batin Hito).

"Anak-anak kenapa kalian disini, masuk kelas!" Ucap Adriel yang baru datang itu.

"Maaf pak tapi kita masih kepo, lagian semua anak-anak juga keluar kok!" Jawab Rena.

Lalu Ranji kembali ke mereka.

"Bagaimana Ranji?" Tanya Adriel dengan sedih.

"Sudah saya katakan semua pak," Jawab Ranji dengan sedih.

Adriel menghela nafas, "Sebenarnya siapa yang melakukan ini," Gumam Adriel dengan heran, Yuma langsung menoleh ke Adriel.

"Ayo ke kelas dulu nanti kalian bisa ketinggalan pelajaran, semua murid bapak suruh ke kelas mereka masing-masing juga." Ucap Adriel.

"Ayo ke kelas," Ajak Ranji. Lalu mereka semua berjalan ke kelas mereka setelah mereka berpamitan ke Adriel, dan Yuma menoleh ke belakang dia melihat Adriel yang berdiri membelakangi mereka dan tiba-tiba Adriel menoleh ke belakang dan tersenyum ke Yuma.

Deg!

Yuma sontak terkejut melihatnya dan dia langsung menghadap ke depan.

"Kenapa?" Tanya Ranji dengan cemas.

Yuma berhenti berjalan, dan dia mengingat-ingat senyuman Adriel itu, dia tersenyum bukan untuk menyapa tapi untuk meremehkannya. Dan dia teringat dengan kejadian malam itu.

Aku yakin itu adalah pak Adriel...lalu yang membunuh pak Damar juga pak Adriel..(Batin Yuma).

"Yuma kau kenapa sih?" Omel Rena dengan kesal.

"Ah maaf aku ke UKS dulu, kepala ku pusing." Ucap Yuma sambil memegang kepalanya.

"Mau aku temani?" Tanya Rena dengan cemas.

"Kalian ke kelas saja." Jawab Yuma.

"Tapi kau nanti-" Ranji.

"Ranji ke kelas saja, kau tadi habis di hukum kan." Sahut Yuma lalu dia berjalan sendiri ke UKS, Hito memperhatikan Yuma dan dia merasa ada yang ganjal dengan Yuma.

Yuma merebahkan dirinya di ranjang UKS, dan dia menutup gordennya.

"Bagaimana cara aku cerita tentang ini ke Hito," Gumam Yuma dengan heran.

"Kau sudah sadar?"

Deg!

Yuma melihat ada orang di balik gordennya itu, dan dia melihat orang itu tidak memakai alas kaki.

"Siapa kau?" Tanya Yuma dengan kesal.

"Dengar, jika kau bertindak ceroboh nyawa keenam teman mu taruhan." Ucap orang itu.

Yuma mengepalkan tangannya dengan kesal, dia turun dari ranjangnya dan mau membuka gordennya tapi dengan cepat orang itu menarik tangan Yuma, dan membalikan tubuh Yuma agar membelakanginya, lalu orang itu memegang kedua tangan Yuma.

"Belum saatnya kau tahu aku nona," Ucap orang itu.

"Cih..aku tahu siapa kau!" Ucap Yuma dengan kesal.

"Jika iya kau akan menyesal, lebih baik diam dan urusi hidup mu!" Ucap orang itu lalu dia mendorong Yuma sampai Yuma menabrak ranjang dan kepalanya terantuk ranjang itu sampai memar.

"Awhh!" Lirihnya. Yuma menoleh ke belakang dan sudah tidak ada orang lagi disini, dia menghela nafas dengan kesal.

"Apa yang harus aku lakukan," Gumam Yuma dengan sedih.

Lalu Hito masuk ke dalam, dan dia terkejut melihat Yuma terjatuh.

"Kenapa kau jatuh begini," Ucap Hito dengan cemas lalu dia membantu Yuma duduk di ranjangnya.

"Apa yang terjadi dengan mu?" Tanya Hito dengan heran.

"Aku tadi terpeleset." Jawab Yuma sambil tersenyum.

Sudah kuduga aku tidak bisa membenci Hito, aku tidak bisa mengabaikannya, kenapa aku bodoh sekali. (Batin Yuma).

"Yuma, jangan berbohong!" Tegas Hito.

Yuma tersenyum senang, akhirnya dia mendengar Hito memanggil namanya.

"Kenapa kau tersenyum?" Tanya Hito dengan heran.

"Hito, berhentilah bersikap seperti ini. Aku tahu karena aku diincar oleh orang itu tapi tidak perlu sedekat ini." Ucap Yuma dengan sedih.

"Apa maksud mu?" Tanya Hito dengan kesal.

Yuma meneteskan air matanya.

"Aku tidak bisa membencimu, aku tidak bisa mengabaikan mu. Kau sudah menolak perasaanku dan sekarang aku ingin berhenti menyukai mu karena menyukai mu sangat menyakitkan bagiku." Ucap Yuma sambil menangis.

"Kenapa begitu?" Tanya Hito dengan heran.

"Kenapa? kenapa kau masih tanya? aku tahu kau sudah punya cewek lain dan maaf seharusnya aku tidak bersikap seperti ini, tapi Hito aku ingin kau menuruti keinginanku. Jangan terlalu dekat denganku, orang itu tidak mengganggu ku lagi." Ucap Yuma dengan sedih, lalu dia berjalan keluar sambil mengusap air matanya.

Hito menghela nafas dengan sedih.

Yuma berhenti di depan Uks, dia mengusap air matanya yang terus keluar itu, dan dia membungkam mulutnya agar orang-orang tidak mendengar isakannya setelah itu dia berjalan pergi.

Ranji menoleh ke Yuma, dia bersembunyi di balik dinding itu. Dan dia mendengar semua pembicaraan mereka.

Aku memang sayang dengannya, apapun yang terjadi dengannya aku selalu ingin ikut andil. Tapi kita bukanlah anak kecil seperti yang dulu, kita punya kehidupan masing-masing.

Dalam hal ini aku memang tidak boleh ikut campur, karena ini urusan mereka.

Tapi saat ini aku ingin memukul Hito karena dia membuatnya menangis tapi aku tidak bisa menyalahkannya begitu saja karena dia juga berhak menyukai siapapun.

Yang bisa aku lakukan saat ini hanya menjadi sandaran bagi Yuma. (Batin Ranji).

Hito menoleh ke Ranji.

"Kau mau memukulku kah?" Tanya Hito dengan nada datar.

Ranji menatap Hito dengan tatapan tajam.

"Enggak. Selesaikan urusan mu dengannya sendiri." Jawab Ranji lalu dia pergi meninggalkan Hito.

Hito andai saja kau tahu, setiap kali aku melihatmu rasaya aku ingin menghukum diriku sendiri. (Batin Ranji).

1
atik
lanjut, semangat thor
atik
bagus
Gywnee: Terimakasih banyak ya kak 🙏☺☺
total 1 replies
IdDesiRswt
./Drool//Drool//Drool//Drool/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!