Rania seorang gadis yang manis dan ceria. Suatu saat dia tidak sengaja bertemu dengan Rayyan seorang pengusaha muda yang kaya raya namun berhati dingin dan bengis saat mengantar kekasihnya untuk mengikuti sebuah audisi di sebuah agensi terkenal di kotanya.
Siapa sangka, Rania harus bertemu dan berurusan kembali dengan Rayyan. Karena Rayyan menjadi salah satu investor di perusahaan tempatnya bekerja.
Awalnya Rayyan hanya iseng dan ingin main - main saja dengan Rania. Namun, Rayyan jatuh cinta sungguhan kepada Rania. Dia berusaha memikat Rania dengan semua pesona dan harta yang dia punya.
Rania menolak mentah - mentah semua perlakuan manis dan pemberian Rayyan. Karena dirinya sudah memiliki Sean. Kekasih yang sudah dia pacari semenjak SMA.
Rayyan tidak terima penolakan dari Rania. Dia pun menghalalkan segala cara agar Rania jatuh kepadanya dan menjadi miliknya. Bahkan Rayyan pun mengancam Rania dengan menggunakan keluarga dan masa depan Sean jika Rania menolak keinginannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy A2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 34 Tiba - Tiba Dingin
Selepas mandi malam yang dingin dan menyebalkan bagi Aditya, lelaki itu kembali masuk ke dalam kamarnya dan bersiap untuk tidur. Tidak dipungkiri jika tubuhnya begitu lelah sekali.
Aditya menatap wajah polos sang istri yang sudah terlelap mendahuluinya. Senyum tipis pun terkembang di sudut bibirnya. Dia pun naik ke atas ranjang dan bersiap untuk tidur. Dia tergelak saat melihat tumpukan bantal guling di tengah ranjang sebagai tembok pembatas antara dirinya dan sang istri.
"Sebegitu takutnya dirimu ku sentuh sehingga membuat pembatas ini." gumam Aditya lalu merebahkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya. Tak butuh waktu lama lelaki itu pun masuk ke dalam alam mimpi.
*****
Matahari pun mulai bersinar dan meninggi. Namun tak mengusik tidur lelap pasangan pengantin baru ini. Karena gorden yang ada di dalam kamar begitu tebal sehingga menghalangi masuknya sinar mentari.
Plaakk!
Aditya tersentak kaget ketika ada sebuah tangan yang bersarang diwajahnya. Lelaki itupun terpaksa membuka matanya yang masih sangat mengantuk. Disingkirkannya tangan yang tadi menempel diwajahnya. Dia tersenyum melihat gadisnya masih terlelap di alam mimpi.
Aditya pun memiringkan tubuhnya menghadap gadis yang sudah sah menjadi istrinya tersebut. Rania tampak begitu cantik saat tengah terlelap. Wajahnya begitu damai dan polos. Sangat menggemaskan. Tanpa sadar tangan Aditya pun terulur mengusap pipinya dengan lembut.
Rania yang merasa tidurnya diusik pun sedikit menggeliat dan mengecap. Hal itu membuat senyum Aditya semakin mengembang. Tak lama gadisnya itupun membuka matanya dan mulai mengedipkan kedua matanya mengumpulkan nyawa dan menatap sekeliling kamar tersebut.
Dia sedikit bingung dan asing dengan ruangan tersebut.
"Ada dimana ini? Ini bukan kamarku?" gumamnya sambil menguap dengan begitu lebarnya. Aditya tergelak melihat pemandangan langka dalam hidupnya.
"Good morning." sapa Aditya dengan suara baritonnya.
Rania pun langsung menoleh dan beranjak dari duduknya. Dia begitu kaget akan suara lelaki di sampingnya itu.
"Kamu?" tanya Rania kaget.
"Selamat pagi istri ku sayang!" ujar Aditya dengan senyum dibibirnya.
Kesadaran gadis itu pun kembali 100%. Dia ingat jika semalam seusai resepsi pernikahan dia di bawah ke rumah besar ini dan ini adalah kamar tidurnya bersama lelaki itu. Rania pun mengecek pakaian yang melekat ditubuhnya. Dia bernafas lega saat mendapati dia terbangun dengan pakaian yang masih utuh.
"Tenang. Aku tidak melakukan apapun kepadamu. Aku bukan lelaki yang akan melanggar janjiku." tukas Aditya yang ikut beranjak dari tidurnya dan mulai memasuki walk on closed untuk menyegarkan badannya.
*****
Walaupun Rania menikah tanpa sedikitpun rasa cinta kepada Aditya. Namun dia tidak melupakan tugasnya sebagai istri sah tuan muda Wijaya tersebut. Bisa dibilang jika dia masih tau diri akan statusnya saat ini.
Selepas Aditya masuk ke dalam kamar mandi, Rania pun berjalan menuju walk on closed dan membuka lemari pakaian milik Aditya. Dia menyiapkan pakaian yang akan dikenakan oleh suaminya itu.
Saat tengah memilih setelan jas yang akan di gunakan suaminya, pintu kamar mandi pun terbuka. Aditya menatap gadisnya yang tengah berdiri di depan lemari. Ide untuk menjahili sang istri pun muncul dikepalanya.
Aditya yang hanya menggunakan handuk menutupi pinggangnya itu berjalan mendekat kearah istrinya.
Greeeppp!
Tangan kekar Aditya pun memeluk pinggang ramping istrinya dari belakang. Sontak hal itu membuat gadis cantik itu kaget setengah mati dan reflek mendorong tubuh suaminya itu.
"Kau gila ya! Lancang sekali menyentuhku." teriak Rania dengan kesal.
"Kenapa? Apa salah jika suami memeluk tubuh istrinya sendiri?" tanya Aditya dengan santai.
"Apa kau lupa dengan syarat yang ku katakan?Jangan pernah menyentuhku! Aku tidak sudi di sentuh oleh mu!" terang Rania dengan tegas. Rahangnya pun mengeras menahan kesal dihatinya.
Aditya menatap lekat wajah istrinya itu. Ada kebencian dimanik mata istrinya tersebut. Dia pun menghela nafasnya dengan berat.
"Keluar!" ujarnya lirih namun penuh dengan amarah. Rania masih mematung.
"Aku bilang keluar! Jika kau tidak ingin ku sentuh maka keluarlah. Pergi!" tukas Aditya sedikit berteriak.
Rania pun beranjak dari tempatnya berdiri.
"Jangan pernah kau lakukan hal ini lagi. Jangan berpura-pura menjadi istri yang baik di depanku. Aku muak melihat wajah palsu mu." ujar Aditya dengan datar.
Selepas Rania keluar dari walk on closed. Aditya menutup pintu ruangan itu dengan keras hingga membuat gadis itu terlonjak kaget.
Rania pun duduk kembali di atas ranjang tempat tidurnya. Dia masih kesal karena lelaki itu menyentuhnya tadi. Namun dihatinya ada perasaan sedikit kecewa karena tidak diizinkan membantu menyiapkan pakaian kerja lelaki tersebut. Apa salah jika dia ingin membantu? Dia kan istrinya.
Aditya keluar dari walk on closed dengan pakaian yang telah rapi dan sudah memakai sepatu. Lelaki itu berjalan ke arah tempat tidur hanya untuk mengambil ponsel yang ada di atas nakas setelahnya beranjak keluar begitu saja. Rania hanya bisa terdiam dan menatap kepergian lelaki itu hingga tak terlihat dari balik pintu kamar yang tertutup.
*****
"Siapkan baju-bajuku. Hari ini aku akan berangkat ke Korea untuk perjalanan bisnis." titahnya pada kepala pelayan saat tuan mudanya tersebut turun di lantai bawah.
Bi Sumi hanya mengangguk mengiyakan dan langsung memanggil pelayan untuk menyiapkan perlengkapan tuan mudanya untuk perjalanan bisnis.
Alvian hanya menatap datar wajah tuan mudanya tersebut. Dia yakin jika ada sesuatu yang terjadi antara tuan dan nona mudanya tersebut. Jika tidak untuk apa tuan mudanya ingin mempercepat perjalan bisnisnya. Padahal baru kemarin dia menikah. Seharusnya ini menjadi hari libur untuk tuannya. Atau pergi berbulan madu misalnya.
"Kau siapkan berkas-berkasnya! Jangan sampai ada yang terlewati." tukas Aditya. Alvian hanya mengangguk patuh.
salam dari : KISAH CINTA PANGERAN JAYANAGA : REINKARNASI
jdi kasian sama masAditya nya.merka cumasalqh paham toor..
ada ajah masalahnya :(