Indonesia
NovelToon NovelToon
Retisalya

Retisalya

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen Angst / Teen School/College / Angst / Tamat
Popularitas:40.8k
Nilai: 5
Nama Author: zzykldn

Kata orang, cinta itu segalanya. Lalu, bagaimana jika kita menyegalakan cinta dan berakhir luka?

Ciya Bryonna, gadis manis yang berusaha mendapatkan perhatian Axel Lorenza dengan segala cara harus dihadapkan dengan masalah yang membuatnya mengingat masa lalunya yang kelam.

Axel Lorenza, pria dingin yang berusaha keras menjauhkan diri dari jangkauan Ciya. Pria tak berperasaan yang pada akhirnya kehilangan segalanya.

Bagaimana kisah mereka akan berlanjut?? Apakah Ciya berhasil mendapatkan Axel?
Nantikan kelanjutannya hanya di sinii...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zzykldn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Problem

Asap rokok mengepul mengikuti arah berhembusnya angin. Seorang pecandu rokok itu menaikan kakinya ke atas meja dengan pandangan lurus ke depan.

Suasana rooftop sekolah memang menjadi kesenangan sendiri bagi pria itu.

"Berapa batang lagi yang mau lo bakar?" Pria yang baru saja datang itu mengambil sebatang rokok yang tengah di hisap temannya sebelum kemudian menginjak rokok itu.

"Sialan!" umpatnya.

Tatapan tajam dia arahkan pada orang yang baru saja mengganggu kesenangannya.

"Kalau ada masalah tuh cerita, bukan cari mati!" ucap temannya, seraya mendudukkan diri di samping pria yang baru saja mengumpatinya.

Pria yang identik dengan antingnya itu beranjak dari duduknya sebelum sedetik kemudian tangannya di cekal.

"Cerita, gue tahu lo lagi ada masalah, Ken," paksanya.

Pria yang dipanggil Ken itu menghela napasnya. Namanya Zafien Kenji. Sejauh ini dia memang selalu menceritakan keluh kesahnya pada sahabatnya ini.

Bukannya lemah, hanya saja sahabatnya, Dzikri Moza selalu saja seperti ini. Memaksanya untuk menceritakan semua yang terjadi.

Kenji terpaksa duduk lagi di samping Dzikri.

"Apa lagi kali ini?" tanya Dzikri.

"Kasus yang sama," jawab Kenji lesu. Tangannya terulur untuk mengambil rokok di meja depannya.

Dzikri menghela napas.

"Terus, apa rencana lo?" Jika kasusnya sama, dia juga tak bisa memberikan masukkan karena tentu saja masukkannya akan sama seperti sebelumnya.

"Gue gak tahu, pikiran gue buntu."

Dzikri terdiam karena jawaban Kenji.

***

"Sialan! Kalian gak mampu sewa hotel?" umpatnya saat baru saja memasuki rumah.

Sementara dua sejoli yang sedang bercumbu mesra itu seketika kelabakan karena seseorang yang datang tiba-tiba.

"Axel, jaga mulut kamu!" ucap wanita paruh baya yang masih sibuk menutupi bagian atas tubuhnya dengan apapun yang ada di sana.

"Cih!" Axel berjalan menuju kamarnya. Hanya sebentar, dia kembali dengan tas besar yang sepertinya isinya sangat penuh.

"Mau kemana kamu?" tanya wanita itu.

Tak ada jawaban, Axel terus melenggang pergi meninggalkan rumahnya.

"Axel, Bunda lagi bicara!" Wanita itu berteriak dengan lantang. Wajahnya yang memerah menandakan bahwa wanita itu sedang marah.

"Sudahlah, kita lanjutkan saja," ucap pria yang berada di samping Lylia.

Lylia menatap wajah pria di sampingnya.

"Dev, kau tau? Dia putraku dan kau masih bersikap tenang seperti ini setelah dia memergoki kita?" ucap Lylia dengan nada tinggi.

"Aku tahu, dan ini bukan yang pertama kalinya dia memergoki kita. Lalu kenapa kita harus khawatir?" jelas pria yang dipanggil Dev itu.

Sebuah tamparan mendarat di pipi kiri Devan. Pria itu memandang Lylia tak percaya.

"Sudah sore. Kau pulanglah," ucap Lylia. Wanita itu memalingkan wajahnya dengan pandangan kosongnya.

Tanpa bertanya, Devan hanya menuruti keinginan Lylia dan beranjak dari sana.

***

Suara ketukan pintu memaksa Dylan untuk bangun dari posisi tidurnya. Tak biasanya ada yang bertamu di sore hari seperti ini.

Tangannya mengudara untuk membuka pintu. Di sana, Axel tengah menenteng ransel besarnya dengan ekspresi yang sulit diartikan.

"Gue nginap di sini." Tanpa menunggu persetujuan Dylan, Axel melangkah masuk begitu saja.

Dylan memang tinggal sendiri mengingat kedua orang tuanya sibuk dengan bisnis mereka dan jarang ada di rumah.

Dylan mengikuti langkah Axel yang ternyata berjalan menuju kamarnya.

"Kenapa lagi?" tanya Dylan.

"Nyokap gue bertingkah lagi," jawabnya.

Dylan sudah mengerti dengan maksud Axel, jadi dia akan membiarkan pria itu menginap di sini.

"Mau minum?" tanya Dylan.

"Bir?"

"Oke." Dan begitulah akhirnya mereka menghabiskan malam dengan minuman dan sedikit berbincang tentang masalah Axel.

***

"Dari mana saja kamu?!" Devan bertanya dengan nada tinggi pada pria yang baru saja masuk ke dalam rumah.

"Tak ada urusannya denganmu," ucap pria itu acuh.

"Zafien Kenji! Aku tak pernah mengajarkanmu berlaku kurang ajar!" Devan bangun dari duduknya dan mendekati putranya.

"Cih, begitukah? Lalu aku harus menelanjangi wanita-wanita di luar sana agar sesuai dengan apa yang kau ajarkan?" Kenji tersenyum miring dengan penuturan ayahnya.

Selang beberapa detik, sebuah tamparan mendarat dengan sempurna di pipi Kenji.

Entah tamparan ke berapa kali dalam hidupnya yang dia terima.

Pria muda itu melenggang meninggalkan ayahnya. Kamar adalah salah satu tempat ternyaman di rumahnya.

Semenjak kepergian sang bunda, hidupnya berubah drastis. Ingin pergi, hanya saja dia tak punya tempat lagi untuk pulang.

"Bunda, maafkan Kenji. Harunya Kenji pulang lebih cepat malam itu." Tangannya mengelus sebuah foto wanita paruh baya yang sedang tersenyum.

Ditinggalkan untuk selamanya oleh orang yang sangat kita sayangi bukanlah hal yang mudah. Apalagi, belum kering luka di hatinya, dengan kurang ajarnya ayahnya menuangkan garam di atas luka itu.

Kenji segera mengganti bajunya. Dia tak berniat tidur di rumah malam ini.

Dzikri satu-satunya orang yang ada dalam pikirannya di saat seperti ini.

"Jemput gue di rumah," ucap Kenji pada orang di seberang sana.

"Oke tunggu 5 menit." Dzikri tahu ada yang tidak beres dengan temannya ini jika dia sudah meminta jemput.

"Oke." Kenji berdiri di depan gerbang rumahnya. Kakinya menendang-nendang kerikil dengan kepala menunduk.

"Naik." Tak membutuhkan waktu lama, Dzikri sudah ada di hadapannya.

"Gue nginap di rumah lo malam ini," ucap Kenji.

Dzikri mengangguk singkat. Pria itu segera menginjak gas membelah keramaian ibu kota di malam hari.

"Lo tak ada niat untuk hidup sendiri?" tanya Dzikri.

"Gue mau, tapi duit dari mana?" Kenji menoleh ke arah Dzikri meminta pendapat.

"Mau ikut bisnis bareng gue?" tawarnya.

"Bisnis apa?" tanya Kenji penasaran.

"Adalah. Tenang, bisnis ini halal. Gue di ajarin sama bokap," jelas Dzikri.

"Oke gue coba." Akhirnya dia mendapatkan pencerahan setelah sekian lama hidup dalam kubangan penderitaan.

***

"Bunda, kaos kaki Ciya di mana ya?" teriak Ciya dari kamarnya.

Sebagai ibu yang gesit, Jihan segera menaiki tangga menuju kamar putrinya. Ya, Jihan Elvira adalah bunda Ciya.

"Kemarin bunda simpan di laci kok." Tangan Jihan mulai aktif mencari-cari kaos kaki yang dikatakan Ciya.

"Gak ada Bunda, Ciya udah cari dari tadi," jelas Ciya.

"Ini apa?" Jihan mengacungkan sepasang kaos kaki merah muda di hadapan wajah Ciya.

"Eheheh tadi Ciya cari-cari gak ketemu." Ciya segera mengambil sepasang kaos kaki itu dari tangan bundanya.

"Terima kasih Bunda." Ciya segera berlari setelah sebelumnya mengecup pipi sang bunda.

"Dasar anak itu, benar-benar tak bisa melakukan apapun sendiri." Jihan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah sang putri.

"Bunda cepat turun, kita sarapan!" teriak Ciya dari bawah.

"Iya sebentar." Tadi putrinya yang memanggilnya ke atas sekarang malah dirinya yang ditinggalkan sendiri di kamar Ciya.

Jihan menuruni anak tangga dengan senyum tersemat di bibirnya.

1
marianna
kok namanya jadi alarick?
SereiaAlvenna_
haii kak. makasih udh mampirr, gpp gak usah d bca klo g suka ya:)
marianna: pd sakit komennya thor wkwkwk
total 1 replies
falea sezi
buruk bgt cerita kek aneh di sakitin di injak harga diri masih mau balik hadeh
falea sezi
males bgt baca novel mu lainnya cerita ini aja endingnya gk bgt masak di sakitin kek gt mau balik. kn bodoh
falea sezi
pantes like dikit MC aja tolol gini menye2 ngemis2 kya gk ada harga dirinya
falea sezi
ciya masih hidup kah apa gmna
falea sezi
jahat bgt sumpah lu xel sama daisi
falea sezi
uda cia cari lain g usa ngemis2
falea sezi
awas aja ampe lo ngemis2 ke cia/Drowsy/
Cc
Luar biasa
Akun Lima
cek aneh ceritamu thor masa balik ama org yg nyakitin anjink memang kau thor
Akun Lima
othor anjink ngerendahin perempuan anjink smoga othornya lumpuh kelindes mobil
Akun Lima
judulnya jan pake bahasa inggris bisa jangan sok inggris
LilCutie
Aku bacanya ngebut karena seseru itu!!
SizzlingTeapot
Panggilan kepada author, segera up bab selanjutnya!!
CutieBun
Yes akhirnya upp!!,seneng bangett
Prasetya Wibowo
Duhhh kemana aja aku nih! Seseru ini ceritanya~
HotBabe
kapan lanjutan nya thor
Criss Cross
Thor ada lanjutannya kan? *Ada sayang ada!! Tuh kan si author bikin gemes deh! :*
mintandrose
Aku galau karenamu Thor! Mana lanjutannya Thor huhuhu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!