Pada suatu Hari, Yuki memutuskan untuk melarikan diri ke Osaka, dikarenakan masalahnya dengan ibunya. Dia melarikan diri demi memulai hidup barunya dengan tenang dan tanpa berharap apapun lagi pada keluarganya.
Namun, suatu hari Yuki mendapatkan masalah. Dimana ia dipaksa oleh sepupunya Haru, untuk bergabung kedalam klub musik yang sangat ia benci. Bahkan, setelah Yuki menolak keras untuk bergabung, Haru tetap saja mencoba berbagai cara agar Yuki mau bergabung di klubnya.
Alasan apa yang membuat Yuki membenci musik dan menolak keras untuk bergabung di klub musik? Dan apakah Haru dan teman-temannya berhasil mengajak Yuki untuk bergabung di klub musik?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Koyori Akutagawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 5
"Eh, ada apa dengan nada bicara mu itu? dan terlebih lagi kau dengan santainya duduk disitu, tanpa ada beban sedikitpun karna tidak mengikuti ulangan." ucap Haru saking herannya.
"Kau tanya kenapa? ya tentu saja aku sedang menikmati hidupku." jawab kanata sambil menikmati tehnya.
"Kau ini ya, tidak pernah berubah selalu saja bersikap santai." Kata Hiro sambil tertawa.
"Eh, apakah itu roti dengan isi telur dan daging ayam didalamnya?" Tanya haru kepada paman.
"Tebakan mu sangat benar tuan!"jawab paman.
"Apakah aku boleh memakannya? kebetulan aku sangat lapar sekarang!" ucap Haru dengan wajah ngiler.
"Apakah tidak ada hal lain yang bisa kau pikirkan selain makanan?" Tanya Kanata.
"Tentu, saja karna makanan adalah segala-galanya bagi manusia, tanpa adanya makanan kau akan mati! Apa jangan-jangan kau tidak pernah makan ya Kanata?" Ledek Haru kepada kanata.
"Ni anak ya."💢 Kata Kanata dalam Hati
"Sudahlah, kalian berdua. Lebih baik kita makan makanan yang telah disediakan paman Ito untuk kita, dari pada berkelahi terus." ucap Hiro kepada mereka berdua sambil tertawa.
"Betul yang dikatakan Hiro, kalau kau tidak boleh marah-marah terus! nanti cepat jadi kakek-kakek lho." Ledek Haru sambil tertawa.
Mereka berempat tertawa bersama, sambil menikmati makanan tersebut dengan santainya. bahkan, Haru saja tidak mau kalah dari Kanata dan Hiro. Dengan kecepatan kilat, dia langsung melahap semua makanan tersebut tanpa ada satu pun yang tersisa.
"Rotinya sangat enak, ya." ucap Hiro.
"Kau sangat luar biasa paman, karna bisa memasak makanan seperti ini. Bahkan, aku akan sangat senang bila bisa makan makanan yang kau buat setiap harinya,!" ucap Haru senang.
"Tuan, terlalu melebih-lebihkannya! tapi terima kasih atas pujiannya." ucap paman dengan wajah merahnya karna malu.
Setelah menghabiskan makanan tersebut, mereka bertiga beristirahat sebentar disofa, untuk membicarakan beberapa hal yang terkait dengan kehidupanku..
"Ngomong-ngomong dari mana kalian tau tempat ini?" tanya Kanata.
"Kami berdua tadi mendapatkan telpon dari paman Ito, yang memberikan kabar bahwa kau sudah membawa Yuki pulang. Oleh, karna itu, kami datang kesini untuk melihat keadaannya Yuki." ucap Hiro kepada Kanata.
"Ngomong-ngomong, kau pergi kemana saja sampai bisa menemukannya? dan juga dimana kau dapat menemukannya tadi?" Tanya Haru kepada Kanata.
"Aku pergi ke sawah, lalu menemukannya ditumpukkan jerami." Jawab Kanata dengan asalnya.
"Aku sedang bertanya dengan seriusnya, kau malah bercanda." ucap Haru dengan sedikit kesal.
"Sebenarnya apa hubunganmu dengan keluarga Habari?" Tanya Kanata kepada Haru
"Malah dikacangin lagi!" ucap Haru dengan suara pelan.
"Karna Ibuku dan ayahnya yuki adalah saudara kandung jadi aku dan Yuki adalah sepupu!"
"Bisa dibilang juga bahwa aku, Haru dan Yuki teman semasa kecil. Karna saat itu ada beberapa masalah dari keluarga Yuki, kami terpaksa terpisah selama bertahun-tahun lamanya. Dan akhirnya kami bisa bertemu kembali, walaupun Yuki sedikit berbeda dari Yuki yang kami kenal dulu." ucap Hiro.
"Sebenarnya ayah dari ibuku dan ayahnya Yuki, dulunya sedang mempermasalahkan tentang Hak warisan. Karna yang dapat mendapatkan hak warisan tersebut hanya salah satu dari kami berdua. Dan karna adanya alasan tersebut, aku dan Yuki diajarkan dengan keras demi mendapatkan hak warisan tersebut."
"Hingga suatu hari, saat makan malam bersama. Aku sadar bahwa ada hal yang aneh, dan dari situlah aku mulai menjadi diriku sendiri, aku marah pada mereka semua sambil menghamburkan semua makanan yang ada dimeja. Setelah aku melakukan hal tersebut, aku berkata kepada mereka semua, bahwa aku tidak peduli lagi dengan urusan Mereka!"
"Setelah mendengar kata-kata tersebut, ibuku langsung sadar dan mengundurkan diri dari perebutan hak waris dan membebaskan ku untuk memilih. Karna itulah Sekarang aku bisa berada disini, itu semua karna ibuku sadar. Bahwa, tidak ada hal yang lebih penting dari pada kebahagiaan anaknya."
"Dan aku yakin, bahwa sampai sekarang Yuki belum mendapatkan kebebasan karna hak waris itu jatuh kepadanya, setelah ibuku mengundurkan diri!" ucap Haru dengan wajah yang agak sedih.
"Aku benar-benar tidak mengerti, apa yang dipikirkan orang terpandang seperti kalian!" ucap Kanata sambil menguap.
"Itu karna kau terlalu bodoh untuk memahami hal seperti ini kan?" Ledek Haru sambil tertawa.
"Apa katamu?💢" Tanya Kanata kesal.
"Yang dikatakan Haru sangatlah benar! bahkan sampai sekarang kau belum bisa memahami wanita karna sikap cuek mu itu kan?" sambung Hiro sambil tertawa.
"Hei, ini tidak ada hubungannya dengan wanita!" teriak Kanata dengan wajah merahnya.
"Lalu bagaimana dengan perasaanmu?" Tanya Hiro kepada Kanata.
"Perasaan apa yang kau maksud?" jawab Kanata.
"Maksudnya, bagaimana perasaanmu setelah menggendong seorang gadis untuk pertama kalinya?" Tanya Haru sambil tersenyum.
"Tidak ada perasaan apapun!" jawab Kanata singkat.
"Kau memang tidak peka ya, Kanata. Yang kami maksud itu, apakah tidak ada perasaan lain seperti, jantung mu berdenyut kencang atau kau merasa malu saat menggendongnya!?" ucap Haru sambil menjelaskannya.
Bukannya langsung menjawab, Kanata hanya diam dengan wajah merahnya karna malu..
"Perasaan seperti itu, tentu saja ada dan itu juga termasuk hal wajar kok!" ucap kanata malu.
"Apa kau tau? itu tandanya bahwa kau mulai tertarik dengan seorang wanita!" Ledek Haru.
"Hei apa yang kau katakan jangan halu deh!" ucap Kanata.
Setelah pembicaraan yang penuh tawa itu selesai, mereka kemudian pergi menghampiri paman Ito untuk berpamitan.
"Paman! kami akan pulang sekarang, dan terima kasih atas makanannya hari ini." ucap Haru tersenyum.
"Baiklah, Bila berkenan saya bisa mengantarkan kalian bertiga pulang!" ucap paman kepada mereka bertiga.
"Kami bisa pulang sendiri kok! karna paman bisa merawat Yuki saja kami sangat bersyukur!" ucap Haru mewakili Kanata dan Hiro.
"Baiklah, kalau begitu, mari saya antar kedepan!" ucap paman sambil membuka pintu.
DIDEPAN GERBANG
"Tolong Jaga dia dengan Baik" ucap Kanata pada paman.
Sementara itu, Haru dan Hiro melihat Kanata dengan wajah penuh kecurigaan.
"Wah, wah, wah, aku mencium bau-bau percintaan disini!" Ledek Haru..
"Aku rasa, Kanata tidak lama lagi akan jatuh cinta pada Yuki." ucap Hiro sambil tertawa.
"Oi, aku bisa mendengarkan dari sini apa yang kalian bicarakan!" ucap Kanata dengan Wajah merahnya.
"Paman, kami pulang dulu ya! bila ada waktu lagi, kami pasti akan berkunjung untuk menikmati masakan paman yang paling enak itu!" ucap Haru dengan wajah senangnya.
Sementara, Kanata dan Hiro hanya tertawa melihat perilakunya. Setelah berpamitan pada paman, mereka bertiga langsung pulang ke rumah masing-masing dengan selamat.
BERSAMBUNG...
bagus nih..lanjut ya..
greget gitu..hehehe
semangat up kak... 😍😍😍💪
Tapi ini pemikiran ku ajah sih, Semangat update epsnya yah, aku dukung terus dan jangan lupa jaga kesehatan...
Terima Kasih Banyak ya....😊🙏
semangat terus💪💪❤
salam dari Ayahku Konglomerat
Semangat terus yah kak...
jangan lupa beri like di lapakku tiap chapternya yaa😊thank you