Indonesia
NovelToon NovelToon
(WTG) Sampai Aku Dan Kamu Menjadi Kita

(WTG) Sampai Aku Dan Kamu Menjadi Kita

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Cintapertama / Mafia / Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Alamuciha

Yā, yā, watashi wa atarashī abaru abaru sakkadesu, minasan ga watashi no sakuhin o kiniitte kureru koto o negatte imasu, ī ne, komento, kōdoku o wasurenaide kudasai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alamuciha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

"Sebenarnya kami juga tidak punya uang bud, hanya saja Olive dan Aulia yang akan membelikan nya, sebaik kamu juga pergi mencari kado bersama si Alice itu biarkan dia yang membelikan nya"

"Kalian berdua benar benar ya ,ngomong sekali lagi maka kalian akan bicara dengan tinju ku"

Khairun dan Ari pun tertawa yang membuat mereka semua tertawa, bel masuk berbunyi, mereka semua mengikuti pelajaran seperti biasa nya.

2 jam berlalu,dan bel pulang berbunyi,Mereka semua keluar dan berkumpul di parkiran untuk pergi bersama sama mencari kado untuk Rena, hanya Budi yang langsung lari ke depan untuk pulang dengan angkot yang berada di depan sekolah menghindari mereka

Namun Alice telah menunggu nya di gerbang depan.

"Sial, dia lagi, dia lagi "Budi lewat seolah olah tidak melihat nya

"Jam 8, di Alun Alun Kota aku tunggu kamu disana, jangan sampai membuat ku menunggu"Ucap Alice

"Iya iya" Budi yang langsung naik ke angkot nya

Di perjalan pulang Budi terus berpikir apa yang akan ia kenakan dan apa yang akan ia berikan, kalau bukan karna Budi yang selelu memegang kata katanya dia tidak ingin sekali untuk datang

Di jalan Budi melihat jepit rambut yang sangat cantik di sebuah Tokoh, dia terbayang akan wajah Rena yang akan sangat cantik jika memakainya, jepit itu berwarna biru langit dengan kemerlap sepeti mutiara

Budi pun memberhentikan angkotnya dan turun di sebuah Tokoh tersebut, Budi melihat jepit rambut tersebut.

"Hmmm, mungkin dia akan sangat cantik memakai ini,

tapi apa dia akan menerima nya, hadiah yang sangat biasa seperti ini, haaaaa mungkin saja dari pada tidak membawa apa apa sama sekali"Budi yang bergumam sendiri

"pak, ini harganya berapa ya pak"

"ohhh itu, hanya 25rb dek"

Uang Budi yang hanya pas pasan, dan belum lagi untuk bayar angkot untuk nya pulang, ternya tidak cukup.

Budi menghela napas"Ya sudah Pak, gak jadi Pak"

"Memangnya, kamu punya uang berapa dek"

"Saya hanya punya uang 25rb Pak, kalau saya beli jepit rambut ini bagaimana Saya akan pulang, sedangkan angkot untuk pulang kerumah saya bayaran nya 5rb Pak"

"Ya sudah, bapak berikan 20rb saja untuk mu"

Budi pun membelinya, Budi masih saja berpikir mengenai pesta yang semegah itu dengan kado yang hanya seharga kerupuk, dia berpikir dirinya sangat gila

namun dari pada tidak memberi sama sekali

"Ya sudah lah sudah di beli juga, tidak mungkin untuk di simpan "Ucap budi

Sampai Budi dirumah nya, Budi yang tidak pernah membungkus kado sekarang dia mencoba untuk membungkus kado, melihat Budi yang begitu, ibu Budi pun bertanya

"Kamu sedang membungkus kado nak"

"Iya bu, namun ini pertama kali nya aku mencoba"

"Ya sudah, biar nanti Ibu yang membungkus kan, oiya kado ini untuk siapa bud"

"Untu teman ku Bu, malam ini dia mengadakan acara ulang tahun"

"Ohhh bagus lah Bud, sekarang kamu mulai bisa membaur"

"Haha ibu, bu kira aku orang hutan apa"

"eee, ada apa ini"

"Ini Budi, mau datang ke acara ulang tahun teman nya yah"

"Ohhh bagus kalau begitu, oiya Bu Ibu masih menyimpan baju ke meja coklat ayah kan, pasti sangat cocok di pakai oleh budi"

"O iya yah, pasti sekarang itu pas untuk Budi "

"Nak kamu pakai ya, pasti kamu akan terlihat sangat tampan"

"hmmm ibu, ayah, tidak perlu repot kan hanya acara ulang tahun, lagian bajuku juga bagus bagus kok"

"eeeee, ini baju ke kesukaan ayah mu loh"

Melihat ke dua Orang tua nya yang maksa, jadi Budi menerima untuk memakai nya

Malam itu Budi mengenakan kemeja coklat ayah nya,

dia terlihat sangat tampan dengan ke meja itu, kemeja yang berwana coklat muda, dengan kerah berwarna putih, serta kerah lengan nya juga berwarna putih, dan di padukan cela berwarna hitam

Budi menyisir rambut nya ke arah kanan, dia terlihat rapi sekali, Budi memakai sepatu berwana coklat dengan tali yang ia padukan putih dan biru langit,

dia tampan sekali.

"Wahhh Bud, kamu Kren sekali"Ucap Ibunya

"Iya dong Bu, anak siapa dulu, oiya Bu kado nya bagaimana"

"Iya, ini sudah siap "

"Cantik sekali Bu ,ibu memang hebat, oiya Bu aku pergi dulu"Sambil menaruh kado di saku nya

"Iya nak hati hati jalan"

Budi pun berangkat menuju Alun Alun, dan di sana Alice sudah menunggu dengan mobil nya.

Alice yang melihat Budi tercengang, Budi sangat tampan hanya kurang bunga mawar di saku bajunya, kalau tidak dia akan terlihat seperti pangeran

"Bud, kamu sangat tampan"Puji Alice

Alice yang waktu itu memakai dress berwana pink, dan pita seperti kelinci, yang membuat nya seperti cosplay yang sangat imut

"Terimakasih, kamu juga terlihat cantik dengan baju itu, kalau bukan karna ancaman mu aku tidak mungkin sampai seperti ini, dan setelah ini aku harap kamu jauh jauh deh dari ku "

"Hmm,kamu kok ngomong begitu, apakah kamu tidak tertarik sama sekali dengan ku"dengan suara nya yang manja

"AKU TIDAK TERTARIK KE PADA MU PAHAM !"

Namun Alice sudah tau akan begitu, jadi Alice santai saja dengan sikap Budi

"Awas saja ya, Aku akan membuat mu jatuh hati kepada ku"Alice berucap dalam hati

"Mau sampai kapan kamu berdiri di situ, bukan kah acara nya akan segera di mulai, ayo berangkat"ajak Budi

"Eeeee, kita pergi bersama dengan mobil ku"

"Lah terus, bagaimana dengan motor ku, gak gak, Aku tidak mungkin meninggalnya di sini, kalau hilang bagaimana kamu mau tanggung jawab"

"Ya sudah ayo ikut aku, kita akan menitip nya di rumah paman ku, kamu jangan menolak lagian memang nya kamu tau rumah Rena di mana"

"Ya ya, ya ayok"

Sambil di motor nya Budi menggerutu"Dasar gadis sialan, ada ada saja yang dia lakukan, aduh kenapa harus aku sih"

Sedangkan Alice yang berada di dalam mobil sangat senang"Ternyata dia tampan sekali ihh"

Mereka pun sampai di rumah paman Alice, Rumah nya sungguh besar dan luas

"Jadi, ini rumah paman mu"

"Iya, kenapa emang nya"

"Yang benar saja, nanti aku malah di usir lagi"Belum sempat Budi melanjutkan bicara nya Alice langsung menarik nya masuk

"Aaahhhh, banyak bacot"Mereka pun masuk

"Paman…Paman"Teriak Alice

"iyaaaa…Eeeee keponakan kesayangan paman, ada apa ada apa"

"Panama, aku titip motor yang di depan ya l"

"motor, motor siapa "

"Itu paman, motor teman ku "Alice yang sambil menggoyang goyangkan badan nya

Paman yang melihat Alice bersikap imut imut begitu pun langsung menggodanya

"Hmmm, itu pacar kamu ya ,yaaa sih dia tampan sekali, sepertinya dia orang yang baik"

"Ahhh paman, dia itu bukan pacar ku, dia itu teman ku"

"iya, baik lah, memangnya kalian mau kemana"

"kami mau menghadiri acara ulang tahun nya sahabat ku Rena paman, dan Ayah juga datang ke sana loh paman"

"Ohhh Rena anak nya pak Sanjaya, teman baik nya Ayah mu itu"

"Iya pama "

"Kalau begitu, ucapakan selamat ulang tahun untuk nya dari paman"

"Oke, siap paman"

"heyyy Nak, nama mu siapa"Tanya paman Alice kepada Budi

"Saya Budi Pak"

"Panggil saja Paman"

"Iya paman, Saya Budi "

"Jadi Budi, tolong jaga Alice ya"

"Iya Paman"

"Kami pergi dulu ya paman, daahh"

Alice dan Budi pun menuju ke kediaman nya Rena

SAmpai mereka di kediaman Rena,tampak rumah Rena yang besar dan mewah, kediaman Rena sangat ramai waktu itu, ramai sekali orang orang yang menghadiri acara ulang tahun Rena

Acaranya di adakan di halaman belakang rumah Rena yang terdapat kolam berenang di sana, yang telah di hiasan yang sangat indah

Alice dan Budi pun masuk, semua Orang melihat mereka, tentu saja Alice yang sama dengan Rena cantiknya, bahkan ke dudukan nya membuat semua orang melihat nya

Budi yang melihat itu mundur, dan berjalan di belakang Alice, Budi yang tak terbiasa dengan keramaian, Budi sangat risih, sehingga berharap malam itu cepat berlalu

"Eee Bud apa yang kamu lakukan, sini berjalan di samping ku "

"Hmmm, aku sangat malau karna mereka semua melihat ke arah kita"

"tidak apa apa, anggap saja mereka tidak melihat kita"

Semua orang yang hadir di sana mengenakan jas dengan rapi, hanya Budi saja yang mengenakan kemeja,namun itu sangat cocok dengan nya

"Heeyyy lihat siapa pemuda itu, sepertinya dia orang yang biasa bisa saja, mungkin Alice mulai buta sekarang"Mereka mencibir Budi dan Alice .

Tentu saja para pria di sana iri melihat Budi dan Alice

"Ho Alice, apa kabar?"Mereka di hampiri Royy, seorang Anak yang Aragon dan sombong, karna dia anak dari seorang mafia yang cukup terkenal di kota

Yaaa aku baik saja, bukan kamu melihat nya sendiri"

"Hahaha, seperti biasa nya mulut mu selalu pedas "

Alice telah bertemu dengan Royy beberapakali di acara pertemuan keluarga, Royy selalu mengejar Alice namun Alice selalu tidak open ke pada Royy.

"Oiya Alice, seperti nya kamu sudah buta sekarang"

"Apa maksud mu"

"Tidak kah kamu melihat di sekeliling mu"

"Ya kenapa dengan sekeliling ku"

"Bukan kah kami semua lebih baik dari pria yang berada di samping mu itu"

"Hahahaha, sebelum bicara sebaik nya kamu ngaca dulu ya Royy, agar kamu dapat merenungi dirimu, dia pria terbaik dari kalian semua"

Mendengar itu wajah Royy memerah, dan mengepal tangan nya, lalu ia menghela napas

"Kalau bukan karna ke dudukan mu, aku pasti sudah menampar mu Alice"Ucap royy dalam hati

"Hahahah heyyy semua nya, apakah kalian mendengarnya, bukan kah kata kata itu lebih cocok untuk pria yang ada di samping nya"

Mereka yang mendengar Roy, mereka semua tertawa

"iya benar Roy"Sorak mereka

Budi mulai geram dengan ucapan Royy

"Heyyy Broo, apa kamu tidak makan seperti kami"

"Haaa, apa Maksud mu"

"Yaaaa ucapan mu seperti seseorang yang makan kotoran, tidak seperti kami yang makan nasi"

"Heeyyy brengsek kamu, kamu tidak tau siapa aku"

"Hahahaha, apa penting nya itu untuk ku"

"Oke kalau memang kamu berani, ayo kita berduel"

"Ayo, siapa juga yang takut ke pada mu "

Saat itu Ari ,Khairun dan rombongan datang menghampiri alice dan Budi

"kak budi…"Panggil olive

"Eeee, ada apa ini kak"

"iya, ada apa ini Bud"Mereka bertanya

"Tidak apa apa, hanya saja sekarang orang yang sedang tinggi kuasa nya ingin menyombongkan dirinya, seolah olah di bukan lagi manusia"Budi sambil tertawa seperti menghina

"Kamu brengsek, ayo maju kalau kamu berani"

"Royy"Olive yang dari belakang Budi memanggilnya dengan lembut

"Hmmm siapa sebenar nya orang ini, kenapa Olive juga bersama nya"Ucap Royy dalam hati

Ternyata Royy sangat kenal kepada Olive, identitas Olive sebenar nya adalah anak dari boss mafia terbesar di kota itu

Dan ayah Roy adalah kaki tangan ayah nya,karna itu tidak banyak yang tau identitas Olive dan ayah nya, karna sangat di rahasiakan

Dan geng mereka adalah serigala hitam, dimana setiap anggota memiliki tato bergambarkan Kepa serigala,yang masing menyembunyikan nya karna itu adalah identitas mereka

"Heyyy royyy, bisa kamu pergi sekarang bukan kah acara nya akan segera di mulai"Ucap Olive kepada Royy

"Kamu beruntung sekarang, namun awas saja jika kamu bertemu lagi dengan ku"Royy menunjuk Budi dan lalu pergi karena ucapan olive

"Eee kamu mengenal nya, siapa namu mu"

"Aku Olive kak, bukan kah kakak ini Alice ya?"

"Iya, namun bagaimana bisa kamu mengenal Royy yang jelas jelas seorang mafia, dan kelihatan nya di sangat mendengarkan mu"

"Tidak kak, kami pernah satu sekolahan dan kami cukup berteman baik sih"

Ari yang mendengar pun semakin curiga dengan olive

"Ya sudah ayo ke sana menunggu Rena keluar"Ucap Alice

Mereka pun duduk di meja yang sama yang sudah di sediakan di acara Rena, kembar selalu memandangi Budi,yang membuat Alice cemburu

"Hey kembar, nanti bisa bisa leher kalian sakit loh,kalau menoleh terus terusan seperti itu"

"hehehe, iya kak"Mereka jadi malu

"Hmmm, teman teman aku ke toilet sebentar ya"Budi yang yang mulai risih, dan ingin mencari untuk ketengan.

Budi pergi berkeliling di halaman belakang rumah Rena yang luas, tampa sengaja Budi bertemu dengan pak DK

"Heyy nak, kamu di sini, waaahhh penampilan mu itu sangat kren nak "

"Iya, terimakasih pak"

"Tidak perlu formal begitu Nak santai saja "

Budi dan Pak DK pun duduk, Budi menyalakan sebatang rokok nya

"Nak bukan kamu masih sekolah, rokok itu tidak bagus untuk mu "

"Haha saya tau Pak, tapi hanya ini yang membuatku merasa tenang"

"Oiya Nak, apa sebenarnya hubungan mu dengan nona kami, setelah dia tau Aku memukul mu, dia sangat marah pada ku"

"Tidak ada apa apa Pak, Aku hanya teman satu kelas nya"

"Namun, aku sangat mengenal nona kami nak, sepertinya ada sesuatu yang ia lihat dari mu"

"Hmm ya aku juga tidak tahu pak, Aku juga sudah menyuruh nya untuk selalu menjauhiku, namaun tetap saja dia tidak mendengarkan ku"

pak DK kaget mendengar nya, seorang Rena bisa seperti itu

"Apakah benar seperti itu nak, aku sungguh tak percaya karena aku sangat mengenal nya,mau di sapa saja oleh laki laki itu sudah beruntung"

"Ya kalau bapak tidak percaya bapak bisa tanyakan ke pada nya"

"Ya aku percaya pada mu,namun aku akan mengingatkan mu, sebaiknya kamu jangan menyakitinya karna nyawamu bisa menjadi taruhannya"

"Hahahaha aku tidak perduli dengan semua itu Pak,

hidup atau mati sama saja bagi ku"

"Haha kamu memang benar benar gila nak"

Mereka pun tertawa bersama,namun ke jadian itu di lihat oleh Royy, Royy makin di penuhi pertanyaan

seorang Pak DK yang sangat di segan ni oleh pertarung bisa se akrab itu dengan Budi

1
Alam Wtg
ok
Doubi
astagfirullah, sabarr nak ...
terus semangat thor, jangan lupa mampir juga ya^^
Alam Wtg
terimakasih kak
Alam Wtg
iya kak, terimakasih
kama
Semangat author!
Prabu Marbun
Kakak author tau candu, kan? Ya ituuu kayak ceritanya author hua! Semangat menulis thor!!
Yarasary
selamat berkarya kak, mampir juga yuk ke novel aku ~Aswarya genggam aku.
Alam Wtg: iya kak terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!