Indonesia
NovelToon NovelToon
Sesuci Cinta Fatimah

Sesuci Cinta Fatimah

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Keluarga & Kasih Sayang / Karir / Persahabatan / Tamat
Popularitas:24.8k
Nilai: 5
Nama Author: Asda Tan

Fatimah Salsabila adalah seorang gadis 27 tahun yang harus menerima kenyataan pahit akibat bencana alam yang terjadi di desanya. Ia kehilangan kedua orang tua dan calon suami yang teramat sangat dicintainya akibat bencana alam itu. Kini, ia hidup sebatang kara dan berjuang sendiri untuk menggapai mimpinya. Impiannya sederhana untuk mencerdaskan anak bangsa dengan mendirikan sebuah yayasan yang mengayomi anak-anak kurang beruntung namun tetap ingin belajar dan mengenyam pendidikan yang tinggi, sama dengan yang lainnya.
Akan tetapi, banyak kalangan yang menyertainya. Namun, ada seorang sahabat yang selalu mendukungnya. Lelaki tampan dan baik hati yang bernama Muhammad Fatir. Lelaki yang akan melakukan apa saja dan rela mengorbankan apapun hanya untuk membantu Salsa mewujudkan impiannya.
Muncul benih-benih cinta di antara keduanya, cinta suci yang tersimpan dalam diam seperti kisah cinta Ali Bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra.
Akankah cinta Salsa dan Fatir bersatu?

Cover : Pixabay

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asda Tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belahan Jiwaku Telah Tiada

"Salsa!" aku mendengar suara teriak seseorang yang sagat kukenal.

Aku membalikkan badanku, kulihat tengah berlari mengejarku.

“Bang Fathan ...!” Kulihat wajah calon suamiku tengah berlumuran darah, dengan jalan yang sudah pincang, seluruh tubuhnya penuh dengan luka-luka. Tanpa fikir panjang lagi aku berlari mengejar bang Fathan, hingga tak kusadari kalau aku khilaf, aku memeluk calon suamiku itu.

“Adek, kamu baik-baik saja?” tanya mas Fathan sembari menatapku dari ujung kaki sampai ujung kepala.

“Alhamdulillah, Adek baik-baik saja, tapi Aba-ng," dengan nada suara manja dan merengek, aku menumpahkan air mata yang sedari tadi ku tahan.

“Alhamdulillah, Sayang, syukurlah kamu baik-baik saja."

Sungguh, dalam keadaan terluka dan nyaris tidak bertenaga, Abang Fathan malah terlihat sangat mengkhawatirkanku, ia menghapus air mata yang masih bercucuran di wajahku.

"Sayang, jangan menangis!"

Kata-kata lembut yang keluar dari lisannya membuat hatiku merasa lebih tenang.

“Abang, apa kamu melihat Ayah dan Bundaku?”

Seketika kesadaran ku kembali, aku ingat bahwa tujuan awal ku ke pasar adalah untuk mencari kedua orang tuaku.

Fathan tidak menjawab apa-apa, ia hanya berjalan melangkahkan kakinya menuju sebuah tenda pengungsian yang berada di dekat tanah lapang yang jaraknya sekitar beberapa meter dari pasar.

“Abang, kita mau ke mana?”

Rasa takut dan khawatir mulai menghantuiku, aku memikirkan hal-hal buruk, namun tidak ada yang dapat kulakukan selain mengikuti langkah kaki Fathan.

"Bang, Abang!" Panggilanku seolah tidak dihiraukan.

Fathan terus melangkah maju, ia tidak berbicara dan melontarkan kata-kata apapun kepadaku, hingga sampailah kami disebuah tenda.

"Sayang!"

Fathan menunjuk dua mayat terbaring dengan di tutupi kain panjang, dua mayat yang terlihat nyata di mataku diantara banyak mayat-mayat lainnya.

Kakiku gemetar, aku melangkah dan terus melangkah mendekati mayat itu, namun tangan ini seolah tidak sanggup untuk membuka penutup kain itu.

Huft ....

Setelah menarik nafas panjang, kubuka kain pajang yang menutupi kedua mayat yang terbaring itu.

“Ayah, Bunda,” teriakku sangat keras dengan air mata yang terus bercucuran. Hatiku terasa sakit dan hancur ketika melihat tubuh kedua orang tuaku yang pucat dan tidak lagi bernyawa.

.Bumiku seolah hancur lebur dan berantakan. Rasanya separuh jiwaku pergi, aku merasa sudah tidak ingin hidup lagi.

"Ayah, Bunda, bangun!"

Dengan pekikan keras, ku goyang-goyang tubuh kedua orang tuaku secara bergantian, berharap keduanya bangun dan tersenyum kepadaku. Namun semuanya nihil, seperti mimpi, keduanya membisu dengan mata tertutup rapat.

Sedih!

Aku merasa sendiri dan aku juga tidak tahu akan berbuat apa sekarang, hatiku hancur, batinku bergejolak dan fikiranku kacau balau.

Dengan sisa-sisa tenaga, aku berlari keluar dari tenda dengan langkah tertarih-tatih, aku berharap semua yang ku saksikan sekarang hanyalah mimpi. aku berharap ketika kembali, aku bisa melihat kedua orang tuaku bangun dan tersenyum kepadaku.

"Tidak mungkin, itu bukan Ayah dan Bunda! Wajah beliau saja tidak hancur dan terluka seperti itu. Itu bukan Ayah dan Bundaku!"

Berbagai macam kata-kata penolakan dan tidak menerima kenyataan keluar dari lisanku, hingga aku menjadi lupa kalau Allah adalah Dzat yang memegang kendali makhluknya.

Aku duduk di di tanah lapang sembari menatap langit, "Ya Allah, aku tahu rencana-Mu adalah yang terbaik untuk hamba-hamba-Mu, namun hamba masih belum siap menerima ketetapan darimu," batinku.

"Fatimah, ingatlah, Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan hamba-Nya, dan ia tidak akan ada hikmah kebaikan yang akan Allah berikan."

Kata-kata penenang yang keluar dari mulut Fatir membuat jiwaku bergetar. Aku sangat tahu dan sangat paham sekali dengan apa yang disampaikan oleh Fatir, karena aku juga selalu mengatakan hal yang sama kepada anak-anak didikianku.

Allah berfirman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 286 yang berbunyi:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Artinya : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

"Fatimah, saat ini kedua orang tuamu menunggumu, ikhlaskanlah dan temuilah beliau!" ujar Fatir.

Dengan hati dan langkah berat, kulangkahkan kakiku kembali ke tenda. Kulihat Fathan, dan kerumunan warga tengah berkumpul menyaksikan satu persatu mayat korban gempa di kafani dengan tangisan air mata..

"Ayah ..., Bunda ...," teriakku.

Aku menangis terisak dan sejadi-jadinya, ketika kain kafan putih mulai menutupi seluruh tubuh kedua orang tuaku.

Sakit! Perasaanku saat ini terasa teramat sangat sakit. Belum sanggup rasanya aku kehilangan kedua orang tuaku untuk selamanya.

"Salsa, sadar! sadar, Sayang! Jangan menangis! Tolong jangan menangis!" ucap Fathir sembari mengusap-usap punggungku.

"Tapi aku belum melihat wajah Ayah dan Bunda. Aku ingin mencium Ayah dan Bunda sekali saja, sebelum kain kafan putih itu menutupi seluruh tubuh Ayah dan Bunda," ucapku dengan nada suara semakin terisak.

"Baiklah, kamu boleh melihat wajah Ayah dan Bundamu untuk yang terakhir kalinya, tapi kamu harus berjanji satu hal, kamu tidak boleh meneteskan air matamu lagi karena itu akan mempersulit hisap orang tuamu dihadapan Allah." Fathan menjelaskan kepadaku.

"Iya, aku berjanji setelah melihat wajah Ayah dan Bunda aku akan ikhlas, aku tidak akan menangis lagi."

Akhirnya aku diizinkan untuk melihat wajah ayah dan bundaku untuk yang terakhir kalinya.

kutatap wajah bundaku yang pucat pasi, wajah cantik itu sudah tidak bernyawa lagi, kucium wajah bundaku dengan menahan tangis dan air mataku, karena aku tidak ingin air mataku membasahi pipi bundaku. Setelah puas menatap wajah bunda, kemudian aku menatap wajah ayahku yang berada di samping bundaku. wajah ayah juga terlihat sangat pucat pasi, wajah tampan itu juga tidak bernyawa lagi, kucium wajah ayahku sepuas hatiku untuk terakhir kalinya.

"Sudah, Salsa, jangan terlalu lama," ucap Fathan mengingatkanku.

Kulihat wajah ayah dan bundaku kembali ditutup, hingga muncullah rasa marah dan kesal di dalam hatiku.

“Tuhan, apa salah dan dosaku hingga Engkau ambil Ayah dan Bundaku?” teriak ku lirih.

1
larasatiayu
smangatttt lanjut terus
D'nira
lanjut thor
Zayna Almeta: siap, makasih ya udah mampir
total 1 replies
Zayna Almeta
Terima kasih dukungannya sahabat Asda
Risa Riswanti
semangat tor terus berkarya
Zayna Almeta: Terima kasih kakak sudah mampir
total 1 replies
lanjut thor
kasihan fatir tuh fatimah dipukul pukul
fatimah lebih cocok utuk kamu dari pada salsa
lanjutin up nya dong thor
penasaran
kayaknya fatir suka sama salsa ya thor
salsa dipanggil Fatimah aja lebih cocok sal
PengkhayalMalam
Wahh keren seru, selalu suka novel Akak ini. Banyak pelajaran untuk menghadapi perjuangan hidup..... 😍
Zayna Almeta: makasih dah mampir kaka
total 1 replies
Yesi Putri Hanifa
lanjut kak asda ❤❤
Zayna Almeta: siap kakak, tungguin yah
total 1 replies
Yesi Putri Hanifa
semangat kak asda, masih ada tipo dikit... 😁😁 maaf ada kritikan...😁😁
Zayna Almeta: terima kasih kaka sarannya, jadi perbaikan untuk author
total 1 replies
Yesi Putri Hanifa
Mengingat kejadian feb 2022.... semangat kak asda 💪💪💪
Zayna Almeta: terima kasih sudah mampir kakak
total 1 replies
RoseBloom
cita-cita Salsa mulia sekali mirip banget ih sama Teh Asda yah. ini ceritanya replika hidupnya Teh Asda apa begimana? wkwkwk Semangat Teh, lanjutkan terus ceritanya.🤗🤗🤗
🌹🌹QUEENOCEAN🌹🌹: Dedek cyuta... follow teteh dong..
total 2 replies
Zayna Almeta
Selamat datang di Karya Pertama Asda Tan, "Sesuci Cinta Fatimah," novel religi romance yang termotivasi dari kejadian bencana alam gempa bumi yang terjadi di kaki gunung Talamau. Semoga terhibur ya readers, dan semoga mendapatkan pelajaran dari novel ini.
Jangan lupa dukung author untuk terus berkarya dengan cara meninggalkan komentar atau memberikan gift juga.
Terima kasih
🌹🌹QUEENOCEAN🌹🌹
Aaaahhhh alamat menetes neh air mata.. Salsa kuat yaaa... Semangat Kak Asda atas novel religinya.. Semoga jadi amal jariyah kakak.. Aamiin ..
Zayna Almeta: makasih kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!