Indonesia
NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Sang Playboy

Jerat Cinta Sang Playboy

Status: tamat
Genre:Playboy / Romansa / Teen School/College / Romantis / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Bad Boy / Tamat
Popularitas:353k
Nilai: 5
Nama Author: Ade Nuryanti

Arkyano Abigail Permana, pria tampan berjulukan PLAYBOY. Bagaimana tidak? Hampir semua gadis kampus jatuh kedalam pelukan seorang Key. Bahkan, mereka dengan sukarela menjadi kekasih pria itu meski sekedar menjadi "Mainan" nya saja.

Kannaya Putri, gadis desa polos namun begitu pintar. Memiliki paras cantik yang tertutup penampilannya. Siapa sangka takdir mempertemukan Naya dan Key dengan cara tak terduga. Hingga pria berjulukan playboy itu takluk hanya dengan telunjuk sang gadis.

Mampukah takdir merubah Key menjadi pria baik? Lalu, apa yang membuat Key takluk dengan gadis seperti Naya?

"Aku teh hanya gadis biasa, bukan ririwa (setan). Kenapa atuh kamu teh takut sama aku?" -Naya-

"Gue gak takut sama siapa pun. Hanya saja, senyum lu keterlaluan. Bikin gue jantungan!" -Key-

Ini kisah anaknya Abi-Sena, squel dari "Terjerat Cinta Pria Dingin" ... Yuk simak kisahnya si buaya somplak🤣

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ade Nuryanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menakutkan

Sepanjang perjalanan menuju mobil, Key masih menampilkan wajah masamnya. Pria itu teramat kesal pada sikap Gisel yang seenaknya. Ia tidak suka diakui kekasih apalagi di bentak didepan umum seperti tadi. Sungguh hal itu menurunkan derajatnya sebagai seorang pemain perempuan.

Naya yang menyadari kemarahan pria itu terlalu takut untuk bersuara. Ia hanya mengekori dari belakang dengan membawa barang belanjaannya seorang diri. Ingin gadis itu meminta tolong pada Key, untuk membawa sebagian barang yang memenuhi tangannya. Namun, ia tidak seberani itu.

Brukk!!!

Satu paper bag jatuh dari tangan gadis itu. Naya berjongkok hendak meraihnya. Namun, tanpa diduga benda itu sudah terlebih dahulu diambil seseorang.

"Lu 'kan punya mulut, gak bisa ngomong buat minta bantuan ke gue?" omel Key, mengambil paksa semua paper bag dari tangan Naya.

Gadis itu hendak menjawab, namun melihat Key yang sudah berjalan kembali, ia pun hanya mengekori. 'Padahal gak harus diminta, kamu teh lakik kudunya mah harus ngerti,' batin Naya menjawab. Tentu ia tidak berani berbicara langsung.

Didalam mobil keadaan kembali hening, Naya masih enggan memulai obrolan. Namun, ada suatu hal yang ingin sekali ia tanyakan. "Emmm ... Apa ...." Gadis itu nampak ragu untuk bertanya, hingga suara Key menyelaknya.

"Tadi Gisel, cewek baru gue," sela Key.

Naya menautkan alisnya. "Bukan itu, aku-"

"Gak usah mikirin dia. Gue udah mutusin dia. Gak ada alasan lu khawatir sama dia," sela Key lagi.

Naya melongo merasa tak percaya, segampang itu Key memutuskan seorang wanita? Lagian bukan itu yang ingin ia tanyakan.

"Segampang itu ya, mutusin perempuan? Ampun gusti!" celetuk Naya menggelengkan kepala. "Kasihan sekali atuh si teteh itu. Udah kayak barang bekas dibuang begitu aja," lirihnya.

"Ck! Lebay lu. Gak pernah pacaran apa ya? Dalam pacaran tuh jadian sama putus udah biasa kali," sewot Key. Entah kenapa ia begitu kesal seolah di pandang gak punya hati. Padahal kenyataannya memang seperti itu.

"Nggak! Dan sekarang setelah tau pacaran teh kayak gitu, aku gak mau. Buat apa atuh pacaran-pacaran kalo cuma buat putus? Gak ada gunanya, mening nikah sekalian," cerocos Naya. Key hanya mencebikan bibir mendengar ocehan gadis itu.

"Lagian, bukan perempuan tadi yang mau aku tanyain teh, tapi laptop. Kamu punya laptop apa enggak?" tanya Naya.

Key mengerutkan dahi mendengar itu. "Laptop?" tanyanya heran dan diangguki Naya.

"Jadi, lu bukan nanyain cewek tadi? Lu bukan kepo tentang gue?" tanya Key lagi dan dibalas gelengan gadis itu.

Key menghela napas kasar, Naya satu-satunya gadis yang tidak penasaran akan dirinya. Disaat semua gadis begitu mencari-cari kesempatan saat ia putus dengan satu gadis, Naya justru tidak minat sama sekali.

"Buat apa atuh harus kepo masalah orang, kalo kata pak Ustadz mah, pamali!" jelas Naya dan hanya dibalas hembusan napas pasrah oleh pria itu.

'Gue lupa, dia 'kan gadis polos.'

**

Malam kian larut, Naya sudah dipindahkan dari kamar pembantu ke kamar dilantai dua, bersebalahan dengan Key. Tentu semua itu adalah perintah sang nyonya besar, Sena. Meski Naya berulang kali menolak, namun perintah wanita cantik itu tidak dapat dibantah.

Naya sudah selesai merapihkan barang-barang yang tadi ia beli. Bahkan kamar itu begitu luas dan lengap dengan isinya. Hingga gadis itu merasa tidak nyaman tinggal dikamar seluas itu.

"Mbak Ati tidur sama aku aja disini atuh!" pinta Naya saat mbak Ati ikut membantu merapihkan kamar Naya.

Wanita kepala tiga itu terkekeh. "Ya, gak bisa lah. Bisa-bisa Mbak dipecat sama Mama boss," celetuk mbak Ati.

"Lha, kenapa atuh? Apa salahnya Mbak tidur sama aku?" tanya Naya heran.

"Isshh kamu tuh. Kamu itu disini tamunya Nyonya, bukan pembantu kayak aku. Udah buruan istirahat! Besok pertama kamu masuk kuliah 'kan?" jelas mbak Ati panjang kali lebar.

Naya yang sudah mendudukkan diri diatas kasur hanya menghembuskan napas pasrah. Mungkinkah perbedaan status menjadi halangan? Padahal gadis itu begitu sadar, ia sendiri bukan dari kalangan seperti pemilik rumah ini.

Mbak Ati pamit untuk keluar, namun suara Naya menghentikan langkahnya. "Emm, tunggu dulu, Mbak!" tahannya.

"Hem, apa?" tanya mbak Ati membalikan lagi tubuhnya.

"Ngomong-ngomong, apa kamar ini teh udah lama gak ditempatin?" tanya Naya, mengusap bulu kuduknya.

Mbak Ati kembali mendudukkan diri ditepi ranjang. Tiba-tiba terbesit ide jahil diotaknya untuk menakuti gadis itu. "Bener, kamar ini udah lama gak ditempati. Hati-hati aja," jelasnya yang diakhiri peringatan.

"Isshh atulah Mbak, jangan gitu atuh! Aku 'kan jadi takut," rengek Naya ketakutan memegang tangan wanita itu.

Seketika Mbak Ati tergelak meihat ekspresi menggemaskan dari gadis itu. "Nggak, Mbak cuma becanda. Lagian, kamar ini biar gak ditempatin, selalu dibersihin kok!" jelasnya menenenangkan dan dibalas wajah memberenggut oleh Naya.

"Eh dari pada setan, ada yang lebih harus kamu takutin, lho!" celetuk Mbak Ati membuat alis Naya bertaut antara takut dan penasaran.

"Apa, Mbak?" tanyanya.

"Mas Key!"

Selanjutnya Mbak Ati tergelak dengan ucapannya sendiri. Sementara Naya berdecak menanggapi. Hingga ia berpikir, semenakutkan itukah seorang Key?

"Udah sekarang kamu istirahat! Mbak ke bawah dulu," pamit Mbak Ati menepuk pundak gadis itu.

Naya hanya mengangguk sebagai balasan dan benar-benar membiarkan wanita itu untuk pergi. Ia merebahkan diri, menyelimuti dirinya sendiri. Ingin sekali ia menghubungi sang ibu sebelum tidur, namun karena waktu sudah teramat malam, ia pun mengurungkan niatnya dan memilih untuk memejamkan mata.

Sementara dikamar sebelah, Key masih belum bisa memejamkan mata. Ia masih bingung memilih gadis yang akan dijadikan pacar untuk besok. Kabar mengenai Gisel yang dicampakkan Key beredar begitu saja diantara para gadis, hingga kini pria itu dipaksa harus memilih kembali.

"Hisshh lama-lama gue bisa gila!" Key melempar ponsel miliknya saat ia mendapati chat dari para gadis di grup chat khusus "pecinta Key".

Entah siapa yang membuat grup tersebut. Tiba-tiba Key dimasukan di grup dan menjadi idol untuk para gadis disana. Bahkan, ia tidak mengenal satu persatu gadis itu.

Pria itu pun bangkit dan memilih turun ke lantai bawah untuk meminta kopi pada seseorang yang terhadang pintu lemari es, yang ia kira itu Ningsih.

"Ning, bikinin gue kopi, dong!" pinta Key mendudukan diri didepan meja bar.

Bukan Ningsih, namun itu adalah Naya yang tengah mengambil air putih. Merasa haus, Naya yang hendak tidur memilih mengambil air minum terlebih dahulu ke dapur.

"Lu?" tanya Key kaget, saat Naya menutup pintu lemari es.

"Aku haus," balas Naya setelah menegak air dari gelas digenggamannya. Lalu, gadis itu tersenyum menampilkan deretan giginya.

Hal yang ternyata membuat Key terpaku. Penampilan Naya dengan rambut acak-acakan dan piyama yang ia pilih tadi, membuat gadis itu semakin berbeda dari saat mereka bertemu.

"Kamu teh mau kopi apa? Biar aku bantu bikinin," tanya Naya mendekatkan wajah tepat di depan wajah Key.

Sontak, Key yang sempat melamun, terperanjat. Tiba-tiba jantungnya berdegup tak beraturan saat tersadar wajahnya hampir dekat dengan gadis itu.

'Jantung gue kenapa?'

\*\*\*\*\*\*

1
reni
bagus sekali ceritanya,sekalinya mengharukan bikin mewek trus,sekalinya romantis bikin pembaca tersipu2😍
D3W
/Good/
Yenni Sa'u
Next
Fitriyani
si Naya pun ceroboh, tinggal d rmh org,yg notabene nya ada ank cowoknya,tp tidur pintu g d kunci..
Fitriyani
Jeansnya sebatas paha,,,
wow.......😯
Zia Sazia
bagus
Aqil Aqil
sngt luar biasa
Kusii Yaati
ya Allah mas key pengen tak sentill jidatnya tau nggak,biar nggak traveling otaknya...😂😂😂
Kusii Yaati
bumbu bumbu cemburu mulai muncul di hati sang play boy...😙
Kusii Yaati
wahhh timom masih lucu ya walau udah jadi Oma...😁
Nur Adam
smgt untuk krya mu thor
Ade Nuryanti: makasih, Kakak🙏😊
total 1 replies
Hanenda
keren
Ade Nuryanti: makasih kakak🙏🤗
total 1 replies
Nur Hayati
menarik ceritanya
Ade Nuryanti: makasih kakak🙏🤗
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Astaga dia ini ngapain sih, ngehalu berlebihan banget,,🤦🏻‍♀️
Yulia Prihatin91
waduh tanggung jawab naya besar nih salah langkah bisa jatuh cinta
Yulia Prihatin91
salken dari solo kak
Yulia Prihatin91: iya kak
total 2 replies
tjutju herdiany
bukan soweh tapi sowek
Rika Hari
itu c key playboy tdk pernah masuk jurang😁😆😆
Rika Hari
menggapa kamu blg key.kamu megang buah naya key???kena gampar tu mulut ku key nasip2😔sdh senang kena gampar sama naya😁😁😁
Rika Hari
asyapp tante....jadi bodyguard nya mas key🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!