Indonesia
NovelToon NovelToon
Sepotong Kisah

Sepotong Kisah

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Cinta Murni / Light Novel
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Melisa Anna

Hidup memang tidaklah mudah, tapi bukan berarti mudah untuk menyerah juga bukan.
Karena ada beragam kisah.
Cinta itu ada di mana saja. by. Gracia.

———————————————

Gracia merupakan putri sulung dari klan Kelinci. Saat pertama kali terbebas dari istana yang menjadi sangkarnya, anak kecil itu hilang karena tersesat di taman.

Dirinya tidak sengaja bertemu dengan Lin dan An yang tinggal di hutan Aster. Bersama mereka, Gracia hidup dengan bebas.

Namun ada beberapa masalah yang membuatnya ragu untuk tetap tinggal. Pertemuannya dengan Raja Naga membawanya kepada tujuan hidupnya.

Gracia memilih pergi, berpetualang dari satu wilayah ke wilayah lain. Hanya untuk mencari ....

Kebenaran dari sebuah ‘Cinta’.

Bersama Gracia kita akan menemukan hal-hal sederhana dibalik keindahan jendela rumah. Kehidupan di luar sana keras, tetapi diselimuti kisah yang mendebarkan hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa Anna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab VIII. Pita Merah

Untuk pertama kalinya .... Aku benar-benar menemukan sebuah keluarga.

~

“Kak Naomi?"

Panggilan beserta sentuhan Gracia menyentak gadis Beruang Kutub bermata ruby. Kekuatan di tangannya perlahan mengendur, tetapi syal rajutnya sudah terlanjur berantakan.

“.... Maaf, aku izin kembali ke kamar.” dengan itu Naomi pergi meninggalkan ruang keluarga.

Tangan Gracia menggantung di udara. Dia tidak tahu apa yang ada dalam kepala Naomi. Berikutnya Andro serta Alex juga mengundurkan diri. Alexandra tidak menahan mereka.

Wanita itu memilih duduk dan menyandarkan segala hal. Gracia mendekat dan memeluknya lembut dengan harapan bisa menghilangkan lelahnya.

“Kupikir mereka menyukainya .... Sepertinya itu hanya ilusi,”

“.... Bibi,”

“Mungkin tidak akan ada makan malam lagi untuk hari ini, Gracia cepatlah tidur.” pintanya seraya mengalungkan syal rajut merah muda di leher Gracia.

“Tidak makan malam lagi?” ucap Gracia. “Memangnya ini pernah terjadi sebelumnya?”

Pertanyaan itu menyentak Alexandra, matanya melebar kala mengingat sesuatu.

“.... Sebaiknya kau pergi tidur, ada kabar bahwa nanti malam akan ada badai salju. Jangan sampai kamu bertemu mimpi buruk.”

Lalu Alexa pergi meninggalkannya seorang diri. Gracia memandang dingin syal pink di lehernya, Alexa menyembunyikan sesuatu darinya. Namun karena dia juga tidak bisa menemukan apapun dia memilih pergi ke kamarnya.

Setiap kakinya menaiki anak tangga suara berdecit kayu membuat bulunya berdiri, di samping kirinya kaca jendela raksasa menampakkan hujan salju yang lembut. Sayang semua itu akan berbeda jauh dengan prediksi cuaca nanti.

Sesampainya di lantai dua seharusnya Gracia lurus dan masuk ke kamarnya, tetapi tidak. Kakinya berbelok dan berhenti tepat di depan pintu kamar milik Naomi.

Ketukan tiga kali dilakukan sampai pintu itu terbuka sangat kecil, pemiliknya tidak menampakkan wajah.

“.... Siapa?”

“Gracia, aku ingin bersama Kak Naomi,”

“Apa? Tidak-tidak, kembalilah ke kamarmu,”

“Aku khawatir dengan mimpi buruk, ada badai salju nanti malam,”

Akhirnya pintu tunggal itu terbuka lebar menampakkan Naomi dengan wajah putih pucat dengan mata merahnya yang sembab.

“Kalau begitu apa boleh buat?”

Secara instan tangannya ditarik Naomi masuk. Gracia diangkat seperti boneka lalu dibalut oleh selimut tebal. Naomi ikut masuk dan mematikan empat bola cahaya yang menggantung di dinding merahnya.

Matanya terpejam berusaha tidur, di sisi lain Gracia tahu bahwa Naomi tidak mungkin mudah tidur setelah menangis. Perlahan Gracia merangkul perempuan yang lebih besar dan tinggi darinya, sedikit aura hangat dia salurkan dari telapak tangan.

“Mimpi indah, Kak,”

Suaranya Gracia kecil dan lembut, itu menggelitik telinga Naomi. Sudut bibirnya naik ke atas, apa itu adalah sebuah mantra?

Lalu semuanya menjadi gelap dan pikiran mereka telah berpencar menuju dunia di alam bawah sadar.

🐇

Naomi adalah tipe yang lebih suka menyendiri ketika meluapkan emosi negatifnya.

Tidak buruk.

Hanya saja itu bisa membuatnya semakin jatuh, akan muncul pikiran yang di mana dia merasa sendirian.

Dia akan mulai merasa tidak ada yang membantunya. Padahal semua titik awalnya adalah perbuatannya sendiri.

Saat itu aku memeluk dan mengucapkan selamat tidur untuk Naomi.

Lalu dia merasa nyaman, kenapa begitu?

Karena dia tidak lagi merasakan kesepian dalam badai saljunya.

🐇

Uap membumbung tinggi menghangatkan wajah Gracia yang dingin. Kini dia berada di halaman belakang rumah, panci hitam kecilnya sedang memasak sup wortel istimewa khas Gracia. Resep ini muncul di kepalanya ketika merasakan hutan Aster beberapa waktu lalu.

Aroma harum menyebar membuat hidungnya bergerak-gerak tak sabar menyantapnya. Gracia yakin para Beruang Kutub di rumah akan terbangun dari tidurnya saat merasakan bau ini.

Namun Gracia tidak mau Alexandra menemukannya memasak di waktu subuh dengan suhu yang terlampau ekstrem.

Saat supnya mulai mendidih, Gracia mematikan api di bawahnya, lalu ditutup menggunakan penutup panci. Semua barang ini bisa dia dapatkan berkat tas ajaibnya. Baginya ini sudah melampaui tak ternilai.

Dia membawanya dengan pelan menuju lantai dua. Memasuki kamar Naomi perlahan lalu meminta meja kecil beserta dua mangkuk dan sendok kepada tas ajaib.

Setelah menyajikannya, Gracia berlari kecil menghampiri Naomi yang masih terlelap, tangannya menggapai tangan putih Naomi yang dingin. Naomi sakit. Dia terbatuk-batuk di waktu malam. Gracia ingin meminta Alexa merawatnya, tetapi mengingat sifat Naomi dia pasti tidak akan mau.

“Kak Naomi, Ayo bangun, waktunya sarapan.” ujarnya seraya menggoyang-goyangkan tangan Naomi.

“Ehm ....,”

“Kakak .... Bangun,"

“Hah, ada apa sih?” tanya Naomi pelan seraya bangkit sedikit. “Hoam .... Aku mengantuk.” lalu perempuan itu kembali berbaring.

“Ish, Kakak .... Makan sekarang."

“Akh! Aku bukan kakakmu!” bentak Naomi kesal.

Gracia terkejut ketika gadis itu meluapkan kekesalannya tiba-tiba. Manik merahnya menembus ketakutan dalam diri Gracia.

“Maaf,” dia tertunduk lemah.

Melihat itu Naomi tidak tahu harus apa, dia mengeluarkan kakinya dari selimut dan berpijak di lantai dingin.

“Sudahlah, ayo pergi sarapan.”

Tangan Naomi sudah membuka pintu, tetapi suara kecil Gracia menghentikannya.

“.... Naomi?"

Gadis itu berbalik mengerutkan alis penuh tanya. Jari telunjuk Gracia mengarah ke sebuah meja kecil panjang dengan dua mangkuk sup yang sudah tersaji.

“Ini ....” Naomi hanya menatapnya bingung.

“Kita akan makan di sini,”

Barulah setelah itu Naomi paham dan beranjak ke sana. Beruang Kutub itu merasa dia masih berada dalam mimpi. Untuk pertama kalinya ada seorang Beruang Kutub memberinya sup vegetarian.

“Kau membuatnya sendiri?”

“Iya,” jawab Gracia dengan lengkungan tipis di bibirnya.

“Kenapa kita tidak makan di ruang makan?” Naomi terus bertanya seraya mengaduk-aduk supnya tanpa minat.

“Mereka semua belum bangun,”

“Aneh, biasanya Ibu Alexa selalu bangun pagi-pagi,”

Gracia hanya diam tak menjawab, dia tidak mau Naomi terkejut dengan waktunya saat ini. Tangan Gracia memilih menyendok sup wortel ke mulutnya. Seketika rasa khas itu kembali terasa di lidahnya.

Naomi memiringkan sudut bibirnya penasaran. Dia tidak tahu ukuran kelezatan antara Gracia dan dirinya. Dengan berani sendoknya dimasukkan ke mulut.

....

Selanjutnya Naomi terus melahap supnya hingga habis. Wajahnya itu memerah menatap mangkuk yang bersih tanpa sisa. Ditambah Gracia juga menumpuknya dengan mangkuknya yang sama-sama sudah habis.

Setelah merapikan meja itu, Gracia keluar dari kamar Naomi.

Naomi menatap sekilas pintu kamarnya seraya mengelap bibirnya yang basah.

“Ternyata makanan vegetarian tidak buruk juga.”

“Sudah kuduga Naomi juga berpikir begitu!” sorak Gracia yang tiba-tiba muncul di ambang pintu.

Naomi terkejut bukan main. Mulutnya terbuka lebar menangkap Gracia yang terkikik riang.

“Kenapa kau kembali begitu cepat,” ujarnya mengalihkan pandangannya.

“Aku tahu Naomi sedang mengalihkan perhatian, kan!?”

Alih-alih menjawab Naomi hanya bisa menggertakkan giginya kesal. Dia kembali naik ke kasur dan membungkus tubuhnya dengan selimut. Wajahnya menoleh ke arah salju yang turun dari langit. Angin perlahan muncul dari arah Utara. Mata merahnya tidak memiliki kehangatan, itu sangat gelap dan suram.

Selagi melamun, Naomi tidak sadar jika tangan Gracia sudah menyentuh dahinya, kehangatannya membuat gadis itu sedikit linglung sebelum Gracia mengeluarkan suara riangnya.

“Wah, tubuh Naomi sudah membaik! Jangan sakit lagi, ya!"

Setetes air perlahan turun tanpa permisi, Naomi sudah menahannya, tapi itu sudah menyentuh garis batasnya.

“Gracia, jangan berbuat baik padaku.”

Naomi meringkuk menyembunyikan wajahnya.

“Kenapa?”

“Karena aku jahat,”

Gracia memiringkan kepalanya heran, dia merasa ucapan Naomi itu sangat aneh. Selama tiga hari tinggal, Gracia tidak pernah merasa Naomi adalah Beruang Kutub yang jahat. Mungkin dia tidak memedulikan orang tuanya. Namun itu hanyalah kenakalan remaja.

Semua itu tidak bisa disebut jahat.

“Naomi salah menilai diri sendiri, kalau memang Naomi jahat aku tetap akan menyayangimu,”

Naomi tersentak, tubuhnya tak lagi meringkuk dan memandang anak kecil di sampingnya bingung.

“Kenapa?”

Angin kencang akhirnya dimulai, salju turun dengan lebat menutupi kaca jendela yang bening.

Senyum lebar terbentuk di wajah mungil Gracia, dengan tulus suaranya menjawab pertanyaan Naomi.

“Karena Naomi adalah keluargaku,”

Mata Naomi melebar bersamaan dengan derasnya air mata yang turun. Suhu saat ini sangat rendah, air yang menetes itu berubah menjadi bola-bola kristal.

Gracia terkejut, dia tidak tahu mengapa Naomi menangis.

“Naomi?” panggilnya cemas.

“Gracia,” ucap Naomi menghentikan tangisnya. “Kau bisa panggil aku Kakak lagi,” ujarnya penuh senyum.

Gracia tidak bisa tidak bahagia dan memeluk Naomi erat. Gadis ini adalah Kakak pertamanya.

Setelah beberapa saat mereka berdua mengakhiri pelukan itu. Gracia dengan keusilannya mencoba mempermainkan Naomi. Tangannya terkepal dan diulurkan ke Naomi.

“Kak Naomi, pilih kanan atau kiri?”

“Gracia, jangan main-main." ujar Naomi menggelengkan kepalanya.

“Pilih saja, Kak.”

Setelah menimbang-nimbang Naomi memilih kiri. Kepalan tangan kiri Gracia terbuka menampilkan sebuah pita lurus berwarna merah.

“Dari mana itu muncul?” heran Naomi.

Gracia tidak menjawab dan langsung mengikat pita merahnya pada surai putih gadis itu. Pitanya membuat Naomi memiliki warna indah.

“Ini hadiahku untuk Kakak, lihatlah sangat cantik!”

Naomi beranjak dari kasur dan menatap dirinya di cermin. Ya, Gracia tidak berbohong padanya.

“Terima kasih, Cia.”

Gracia tersenyum mendengarnya, melihat Naomi tidak sedih lagi membuat hatinya lega.

“Jam berapa sekarang?”

“Jam empat pagi,” jawab Gracia jujur.

Naomi tercengang, ini adalah pertama kalinya dia bangun sepagi ini. Merasa kesal, dia tidak kasihan menendang Gracia keluar dari kamarnya. Sebelum menjelaskannya, Naomi sudah terlanjur mengunci pintu.

Karena Naomi sudah membaik, Gracia tidak lagi khawatir dan kembali ke kamarnya untuk tidur, dia sudah terlalu banyak membuka matanya subuh ini.

🐇

Dia .... Naomi Beruang Kutub adalah Kakak pertama bagiku yang merupakan Putri sulung klan Kelinci.

Aku tidak akan pernah bisa melupakannya.

Air mata bola kristal itu masih kusimpan sampai saat ini.

Aku tidak tahu seperti apa dia sekarang.

Hanya satu harapanku ....

Semoga takdirnya nanti lebih baik dibandingkan saat itu.

🐇

Semua kembali berjalan seperti hari biasa, selain Naomi yang tidak kunjung keluar dari kamarnya sejak pagi.

Barulah saat makan malam gadis itu keluar, wajahnya ceria dan jauh lebih sehat. Ia memakai jubah rubah tebal berwarna putih dengan mengikat rambutnya menggunakan pita merah.

“Naomi, hari ini kau cantik!” puji Alex terkejut.

“Memangnya aku jelek kemarin-kemarin!?” ketusnya galak.

Gracia menertawakan Alex yang kena cubitan pipi. Bibi Alexa ikut tertawa melihatnya saat menyajikan makanan. Tawa itu berhenti saat Veer sampai di meja makan.

Lagi-lagi seperti ini.

Gracia ingin mencairkan suasana, tetapi Veer segera menyiramnya dengan suara tegas. “Besok hari terakhirmu, segera kemasi barang-barangmu. Jangan sampai kau meninggalkan sampah di sini!”

Gracia terpaksa mengiyakan dan tak lagi berniat mengatakan hal lainnya. Setelah makan malam selesai, Gracia membantu Alexandra membereskan piring dan mencucinya. Gracia masih belum menemukan petunjuk soal pembunuh Snow White. Dia sesekali melirik Alexandra penuh tanya.

Gracia hampir menyerah ketika melihat sikapnya yang penuh kasih.

Bisakah wanita sepertinya menjadi seorang pembunuh?

Gracia berlari ke atas menuju kamar Naomi dengan harapan bisa bermain bersamanya. Namun gadis itu tidak ada di dalam kamar.

Dia keluar dari rumah mencarinya dan tetap tidak dapat menemukannya. Lantai satu dan dua sudah dia jelajahi, mau di mana lagi Gracia harus mencarinya.

Sebuah ruangan gelap kembali muncul dalam benaknya, itu ruangan di atas atap kamarnya. Ruangan di mana Alex mengambil sebuah liontin. Namun hanya ada satu tangga menuju lantai dua di rumah. Bagaimana caranya Alex naik ke sana.

Semakin berpikir semakin pusing kepalanya. Gracia hanya bisa menunduk seraya mencubit glabellanya untuk mengurangi rasa sakit di kepalanya. Entah sebuah kebetulan atau takdir, jejak kaki yang hampir ditutupi salju masih terlihat samar-samar.

Segera Gracia mengikuti jejak kaki tersebut, itu mengarahkannya ke belakang halaman. Terdapat sebuah tangga kayu yang bersandar di dinding, di sana Gracia dapat menemukan sebuah balkon kecil yang menyatu dengan salju.

Yang benar saja?

Siapa yang menciptakan balkon itu di sana?

Bahkan Gracia sudah ada di sini tadi subuh tidak menyadarinya. Gracia mendekati tangga kayu itu perlahan. Dia khawatir akan jatuh menaikinya jika tidak ada yang memegangnya.

Sebelum Gracia benar-benar menaikinya, Andro muncul di balik pintu belakang rumah dan menatapnya heran.

“Apa yang kau lakukan?” tanyanya sinis.

“Aku ingin melihat ruangan atas.” jawab Gracia sembari menunjuk balkon di atasnya.

Andro mengikuti garis pandangnya lalu mengernyitkan keningnya terkejut. Dia kembali menatap Gracia dengan panik.

“Kau tidak boleh berkeliling sesukamu.” ucap Andro seraya menarik tangan kecil Gracia kuat.

Gracia akan patuh mengikuti Andro jika saja tidak ada suara yang membuatnya berhenti.

“Naomi?”

Gracia dengan cekatan menaiki tangga, hatinya memiliki firasat buruk. Sayangnya Andro tidak berhenti mengganggunya.

“Naomi!” Gracia berteriak kencang memanggilnya.

“Apa kau gila, tidak ada Naomi!” bentak Andro kesal.

“Ada! Aku mendengar suaranya!” seru Gracia panik.

“Tidak ada suara apapun! Hanya ada badai salju!"

“Itu karena kau Beruang Kutub budeg!”

“APA!”

Tanpa pikir panjang Gracia bergegas menaiki tangga itu, permukaannya licin dan itu hampir membuatnya jatuh, tetapi di bawah sana Alex menahan tangga untuknya.

Gracia tersenyum tipis lalu dengan cepat naik dan melompat memasuki balkon, saat menginjak lantai suara yang jelas dapat terdengar.

“Di mana adik saya, North!”

Setelahnya suara tamparan keras membuat Gracia menggigil. Dia mendorong pintu bersamaan dengan kata-kata Naomi selanjutnya.

“Saya memang pembunuh, dan itu tidak ada bedanya dengan Anda.”

Seberkas cahaya menyilaukan menusuk mata, tetapi itu tidak lebih tajam dibandingkan belati es yang tengah menyayat dada kiri Naomi.

“NAOMI!”

Sontak Gracia berlari mendorong Beruang Kutub berjubah hitam yang sudah menusuk Naomi. Beruang berjubah hitam itu tidak terpengaruh oleh dorongan Gracia dan dengan cepat melesat pergi melewati jendela depan.

Mata Naomi menyipit kala melihat Gracia menangis ketakutan menatap darah yang terus mengalir di dadanya. Selanjutnya Andro muncul di balkon dan tidak dapat tidak terkejut menemukan Naomi yang bersimbah darah.

“Naomi apa yang terjadi!?”

“D .... Ia sudah men .... Jadi .... Blis ....”

“Kak Naomi jangan berbicara lagi,” pinta Gracia dengan air mata berlinangan. Dia meminta Andro menggendong Naomi untuk dibawa ke kamar dan memanggil tabib. Sayang tangan kurus Naomi menggenggam erat lengan baju Gracia.

“Cia .... A .... Ku bangga .... Adik.” suara serak itu keluar bersamaan dengan sepasang pita panjang berwarna merah muda.

Pita itu sudah kotor berlumuran darah, tetapi Gracia tetap menerima dengan perasaan yang amat rumit.

Kemudian tangannya tak lagi memiliki tenaga dan jatuh membentur lantai.

Jantung Gracia serasa berhenti berpacu. Dia mengambil tangan Naomi yang mulai mendingin.

“Gracia, aku akan memanggil yang lainnya.”

Andro tidak bisa melihat itu, dia selalu hidup dengan prinsip tidak mempedulikan makhluk hidup di sekitarnya. Namun dia merasa sakit melihat Naomi, yang biasanya murung menjadi ceria empat hari terakhir saat kemunculan Gracia.

“Aku harap penyesalanmu sudah hilang,” lirihnya lalu pergi.

Gracia mendekap erat tubuh itu, tangisnya tak kunjung berhenti. Bola-bola kristal berjatuhan memenuhi lantai.

Saat ini, Gracia benar-benar ingin pergi bersamanya dalam badai salju.

🐇

Tenggorokanku terasa sakit sekarang setelah mengingatnya.

Dia menjadi Kakak pertamaku hanya dalam waktu satu hari.

Aku memberikan dia hal-hal baru, di mana dia tidak tidur sendirian untuk pertama kalinya, sarapan di kamar pertama kalinya, memakan sup vegetarian pertama kalinya, dan bahkan menerima hadiah aksesoris pertama kalinya.

Kupikir hanya aku, lalu aku sadar dia juga memberikan hal-hal baru untukku juga.

Kakak pertama dan kematian keluarga pertama.

Untuk pertama kalinya .... Aku benar-benar menemukan sebuah keluarga.

Saat itu aku terlalu larut dalam tangis. Hingga lupa tentang pembunuh Naomi.

Karena aku melihatnya....

Apa yang akan dia lakukan padaku?

1
love hunter
Beberapa bab ini makin bikin kepo, lanjut dong!
melisa_anna5: siap, terima kasih atas dukungannya
total 1 replies
🧣𝗢𝗞𝗜𝗥𝗔 𝗔𝗗𝗜𝗧𝗢𝗠𝗔🧣
woaahhh, terpukau akuu😱
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
semangat kak
tuan angkasa
selalu semangat up thor
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
Dari sinopsisnya udah bagus banget author, terus penulisan ceritanya menarik dan juga rapi. keren pokoknya
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
ya ampun kok jahat banget rajanya, inilah sisi gelap dari keluarga kerajaan.
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
dari kata² nya aja udah bisa ngebayangin banget hutan aster ini vibes nya kayak dunia² ilusi yang cantik
NORURI
Semangat Gracia..
NORURI
Kyowo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!