Indonesia
NovelToon NovelToon
Yuk Lanjuti Aja Rumah Tangganya

Yuk Lanjuti Aja Rumah Tangganya

Status: tamat
Genre:Dosen / CEO / Nikah Kontrak / Wanita Karir / Dokter Genius / Tamat
Popularitas:25.8k
Nilai: 5
Nama Author: Gledekzz

Gue Aisyah, dokter lulusan Amerika yang cinta lebih sering ditolak dari pada pasien demam. Tertekan pertanyaan mama soal cucu, gue pulang kampung dengan strategi absurd.

Menyamar jadi cewek muka tepung, jerawat palsu, dan makeup ala zombie. Misi gue simpel, cari cowok yang tulus nerima gue apa adanya, atau minimal nggak kabur ngeliat gue. Siap-siap, kisah cinta absurd ini baru dimulai!

Mari yuk di baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gledekzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch ~

Menyusuri jalan kampung bareng Ais dan Mia, warga sekitar pada ngeliatin kami dengan tatapan yang kayaknya agak kurang bersahabat.

Ya, wajar sih, siapa juga yang nggak bingung ngeliat orang kayak kita. Setelah beberapa menit jalan, akhirnya sampai juga di depan halaman rumah yang ternyata keluarga Ais jualan makanan juga. Wah, keluarga Ais ini bener-bener multifungsi ya!

"Assalamualaikum..." kata kami bertiga serentak begitu masuk ke dalam rumah.

"Waalaikumussalam," jawab ibu-ibu yang sudah cukup tua. Dia baru keluar dari dalam kamar, dan langsung ngeliat kami bertiga.

"Astaghfirullahal'azim, wes tambah pusing aku ya Allah," kata ibu ini sambil duduk terhuyung-huyung di lantai, pegangin kepalanya kayak lagi kena migren parah.

Kenapa dengan ibu ini? Jangan-jangan kena serangan jantung nih?

"Mama..." Ais sama Mia langsung panik, mendekatinya. Ais langsung pegang bahu, yang ternyata ibunya, sambil khawatir.

"Ma, kenapa?" tanya Mia, sambil pegang tangan ibunya.

"Wes pusing tujuh keliling aku. Yang satu belum kelar, ditambah satu lagi," jawab ibu mereka sambil memijit pelipisnya kayak lagi dikejar-kejar masalah.

Tapi maksud ditambah satu lagi? Apa maksudnya sih? Apa gara-gara gue?

"Maksud Mama apa?" tanya Ais, mukanya kelihatan khawatir banget.

Ibunya nunjuk gue. "Ini siapa, Ais?"

Ais ngeliat gue. "Oh, ini teman Ais, Ma. Tinggal di kota, ke sini, ada kerjaan."

"Jangan bilang kamu tertular penyakit begini gara-gara dia," kata ibunya langsung nyangka Ais kena penyakit aneh gara-gara gue.

Tertular apaan? Pengen banget ketawa, tapi tahan.

"Bukan, Ma. Jangan seuzon dulu ya? Akang Azri beda tempat, sepertinya-"

"Mereka jodoh, Ma," kata Mia, tiba-tiba memotong pembicaraan Ais.

Jodoh? Gue langsung melotot ke Mia. Gila, jangan-jangan dia mau melanggar perjanjian yang tadi? Liat Ais, dia juga ngeliat Mia dengan wajah bingung, kayak takut juga.

"Ya ampun, wes pusing banget aku," ucap ibu mereka, frustasi.

Ini gara-gara gue apa gimana? "Maaf, Ma. Kalau kedatangan aku bikin Mama repot. Aku permisi aja," kata gue, mulai nyiapin kaki buat kabur.

"Tunggu!" cegah ibu mereka.

Tadinya mau kabur, gue langsung berhenti, balik liat ibu itu lagi. Dimana dia kayak orang pusing banget.

Ibu ini berdiri pelan, dibantu sama Mia dan Ais. "Maafkan Mama, tadi Mama cuma kaget liat kalian berdua jadi begini." katanya sambil terlihat agak menyesal.

Kenapa hati gue jadi nyaman gini dengerin suara cemasnya ibu ini? Rasanya kayak baru ketemu ibu kandung lagi. "Mama jangan sedih," gue bilang, coba mengakrabkan diri.

Ibu ini pelan-pelan jalan ke kursi rotan yang ada di ruang tamu. "Kalian duduklah dulu," katanya langsung duduk di kursi.

Kami bertiga nurut, duduk juga.

"Kalian berdua udah mandi tadi?" tanya ibu mereka, ngeliatin kami dengan serius.

"Udah, Ma. Akang Azri juga ikut tadi," jawab Ais dengan santai, kayak udah main peran.

"Mama jangan khawatir, sebentar lagi aku dan Ais pasti sembuh," kata gue, berbohong lagi, demi rencana dan perintah Ayah. Nggak bisa apa-apa, harus gini dulu.

"Alhamdulillah, semoga besok atau lusa kalian sembuh," doa ibu ini dengan tulus. Begitu besar perhatian ibu ini. Gue jadi ngerasa nyaman.

"Perkenalkan, mama, Iyem Surnati, Ibu kandung Ais," ucapnya sambil ngajak salaman. "Panggil aja Mak Iyem."

"Aku Azrio Pertama Ningrajaya," jawab gue sambil salaman sama Mak Iyem dan cium punggung tangannya, kayak orang yang bener-bener sopan banget.

Mak Iyem tuh orangnya baik banget, beda banget sama Mia yang jelas-jelas nggak suka ngeliat gue.

Kami selesai salaman.

"Kamu ke sini mau ketemu Ais juga?" tanya Mak Iyem, keliatan penasaran.

"Ah bukan, Ma. Aku ada tugas dari pak Bos buat nyelidikin kasus korupsi di PT beras yang ada di sekitar sini. Kebetulan ketemu Ais, jadi mampir deh," jawab gue dengan gaya paling sopan yang bisa gue tunjukkin. Rasanya kayak udah punya ibu kandung lagi.

"Oh gitu! Alhamdulillah, dengan segala kekurangan kamu, ada orang yang berhati emas yang mau kamu kerja di sana," Mak Iyem keliatan lega. "Jangan kayak Ais yang malas, yang pengen cari jodoh aja susah."

Gue cuma bisa ngelus dada, ngakak pelan. Kayaknya bener juga kata Mak Iyem soal Ais.

"Jangan ditahan, tertawa aja," kata Ais, kesindir parah ngeliat ekspresi gue.

"Maaf hanya membenarkan kata Mama," jawab gue jujur dengan senyum yang nggak bisa gue tahan.

Mak Iyem senyum. "Oh iya, kamu udah ada tempat tinggal di sini belum?" tanya Mak Iyem.

"Oh belum, Ma. Aku baru sampai, pengen cari kontrakan di sekitar sini. Tanya Ais, tapi katanya Mama yang tau," jelas gue dengan jujur.

Mak Iyem kayak mikir bentar, terus matanya ngeliat ke arah satu kamar yang tertutup. "Menurut Mama, lebih baik kamu tinggal di sini aja," katanya tanpa pikir panjang.

"Apa?" Ais langsung terkejut.

"Ais... Jangan teriak begitu kenapa?" tanya Mia kaget liat reaksi Ais.

Lucu sih, ngeliat dua perempuan ini kayak gitu.

"Syok gue," jawab Ais masih kebingungan.

"Apa yang kamu khawatirkan, Ndok? Mama bener kok," kata Mak Iyem sambil coba meredai Ais. "Coba pikir, kondisi Azri begini, siapa yang mau nerima dia?"

Ais begitu aja ngeliatin gue. "Tapi Akang bayarkan?" Ais nanya ke gue sambil ngeliatin gue kayak lagi nanya harga.

"Ais..." pekik Mak Iyem kayak lagi kesel.

"Oh tenang, aku bayar kok," jawab gue. "Emang berapa sih kalau disini, Ma? Perbulan?"

"Dah jangan bayar, anggap aja Mama ini ibu kandung kamu. Nanti bilang aja sama warga kalau kamu keluarga angkat Mama, karena temannya Ais," jelas Mak Iyem bikin gue ngerasa nyaman banget.

"Mama kenapa gitu, kita makan aja susah, ditambah nampung dia," komentar Mia agak berat sebelah.

"Nampung?" Gue ngeliatin mereka berdua dengan pandangan bingung.

"Benar Ma apa kata Mia?" tanya Ais mulai ngelirik ke gue.

"Dah, kenapa kalian sewot? Makanan bisa dicari, yang penting dapat pahala dan ngapus dosa," ceramah Mak Iyem bikin Ais dan Mia terdiam.

Nggak enak juga sih tinggal di sini tanpa bayar, tapi yaudah deh kalau niatnya baik. "Aku bayar aja ya, Ma. Kalau ditolak, aku cari tempat lain," jawab gue dengan sopan.

"Aduh, piye iki. Uangnya mending ditabung buat kamu nikah," kata Mak Iyem sambil nyengir. "Atau kamu udah nikah?"

"Ah belum, Ma. Masih single," jawab gue dengan santai. "Oh iya, Ma. Kalau boleh tau, Bapak kemana?" Gue penasaran sih, kok nggak ada laki-laki di sini.

"Loh Ais nggak cerita?" tanya Mak Iyem.

Gimana mau tanya, kenal juga baru tadi. "Hm, belum Ma, soalnya Ais selalu menutupi statusnya," jawab gue supaya nggak jadi salah paham.

"Oh, wajar gitu. Mungkin Ais malu dengan kondisi keluarganya yang terbilang miskin," sindir Mak Iyem.

Aduh, apa gue salah ngomong? Ais langsung diem.

"Iya sudah, lebih baik kalian berdua, Mia dan Ais, bersihin kamar dulu. Azri ikut Mama temui pak RT, buat ngasih tau kalau ada penambahan warga baru di rumah ini," kata Mak Iyem yang langsung kasih perintah lagi.

Gue ikut aja deh, ikut alurnya. Moga-moga kerjaan gue cepat kelar.

1
Hafin lubi
aq emang sukanya sama si adam
Evi
😂😂😂😂😂
Eva Karmita
mampir masuk favorit
Alexa Juliana
Laahh udh tamat aja, trs nasib di rubah licik Erina gimana? Azri yg pergi ke Paris juga blm diceritain?
Alexa Juliana
Hanya seorang Erina yg anaknya Cheril dan Reyhan bisa membuat kakak beradik porak poranda..Tp untung Azri sadar klo Erina tdk sebaik yg diperlihatkan..
Alexa Juliana
Oohhhh si Erina itu anaknya si Cherly dan Reyhan toh..Emak dan anak sama2 ga ada akhlak..
Alexa Juliana
Apakah wanita yg dibicarakan oleh Adam dan Excel itu adalah Erina, kekasihnya Azri?
Alexa Juliana
Pasti dapat bantuan dari Fadel..
Alexa Juliana
Bukan donor darah tp transfusi darah..klo donor darah kan menyumbangkan darah
Alexa Juliana
Para warga mengidap penyakit kulit jgn2 ulah si Burhan yg memasukan sesuatu kedalam air sumur warga..
Alexa Juliana
Jgn2 Adam nih yg bakalan jd jodohnya Ais..sama2 dokter juga..
Alexa Juliana
Bi Iyem ini yg ngasih ramuan penyubur kandungan ke Zahra yaaa..?
Alexa Juliana
Jgn2 Aisyah jodohnya salah satu dr kembar Angkasa entah itu Azrio atau Adam yaaa? Aisyah seorang dokter apakah nanti dia kerja di rumah sakit milik klrg Angkasa?
Iif Rubae'ah Teh Iif
ko main tamat aja
gimana nasib kang azri
IG : Gledekzz97: nasib kak Azrinya di novel "Gara-gara hutang" kak
total 1 replies
Iif Rubae'ah Teh Iif
lagu kesukaan.... biarlah semua berlalu... m
Iif Rubae'ah Teh Iif
kirain mau di terusin sama azri
IG : Gledekzz97
Lagi menunggu hujan turun bestie, akibat kemarau panjang...
Mas'udah Mas'udah
kok udah lama ko nggk up thor
IG : Gledekzz97: Hallo kak saya ada novel berjudul : “Gara-gara Hutang”
Jika berminat silahkan membaca.
Terimakasih sebelumnya 🙏
total 1 replies
Vivie
😅😅😅 Adam ngambek,
Vivie
😅😅😅😅😅 semprol lu, Ais banguni suami dengan cara gitu😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!