berawal dari pertemuanya dengan dewa , maya mulai memantapkan hatinya untuk membuka dirinya dalam menerima kehadiran lawan jenis.
tapi takdir berkata lain, keluarga suaminya tidak serta merta mau membuka hati untuk menerima kehadiran maya.
Akankah maya bisa menjalani kehidupanya selanjutnya ?
hai hai guys
mampir dikaryaku yang pertama ya
jangan lupa like, vote, dan komennya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama is, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
IP 9
Dewa menghela nafasnya kasar , dalam hati ingin menghilangkan kegundahan hatinya . Ternyata dia mendapatkan tantangan untuk mendapatkan pujaan hatinya tanpa mengenalnya terlebih dahulu .
Dewa bertekad akan mendapatkan hati Maya . Dia yakin Maya adalah wanita yang terbaik untuknya . Mulai dari saat pertama kali melihat , hati Dewa sudah terpaut pada sosok Maya .
......................
Seperti dua hari yang lalu sepulang kerja Dewa akan pergi kerumah Maya . Tapi bedanya mulai hari ini Dewa akan makan lebih dulu dirumah nya . Meskipun ama merasa aneh dengan sikap Dewa yang makan disaat sebelum waktu nya makan malam , tapi ama tidak berkomentar apa pun . Ama yang sudah terbiasa ditinggal sendiri oleh Dewa lebih mengutamakan me time nya dari pada mengurusi Dewa yang belakangan ini dirasa nya agak aneh .
Dewa berangkat kerumah Maya selalu membawa buah tangan .
Bunda dan Lintang dalam seminggu ini selalu menemani Dewa dirumah nya . Sedangkan Maya yang selalu pulang larut karena kesibukan nya tidak sempat untuk menemui Dewa .
Terkadang Dewa sudah pulang baru Maya pulang . Tak jarang pula waktu Dewa pamit pulang Maya baru sampai dirumah . Jadinya mereka hanya say hay saja .
Tepat di dua minggu kedatangan Dewa dirumah Maya , Dewa didatangi oleh pak RT di daerah tersebut .
Pak RT menemui bunda Mayang , bermaksud menanyakan tentang keberadaan Dewa dirumah tersebut . Dewa yang setiap hari berada di rumah tersebut tidak pernah terlepas dari pantauan masyarakat sekitar dan tentu nya pak rt juga .
" Maaf bunda Mayang , kedatangan saya kemari hanya sebagai perwakilan dari warga untuk menanyakan tentang keberadaan mas nya ini ." gumam pak rt sambil menunjuk pada Dewa yang tengah duduk di kursi ruang tamu ditemani oleh bunda Mayang dan juga Lintang .
" Jika memang sedang order pesanan , kenapa setiap hari datang kemari ? Jika memang saudara yang sedang ada keperluan , kenapa pihak keluarga bunda Mayang tidak melaporkan kepada saya sebagai pihak rt yang berwenang di daerah sekitar sini ?" apa bunda Mayang lupa dengan peraturan yang diterapkan di wilayah ini ?" tanya pak rt lagi dengan tegas .
Pak rt yang beberapa hari ini mendapat laporan dari beberapa tetangga bunda Mayang tidak enak hati jika tidak menanggapi laporan tersebut . Jadi hari ini dia datang setelah mendapat laporan lagi bahwa pemuda yang setiap hari berkunjung ke rumah bunda Mayang datang lagi hari ini .
"Sebelumnya saya minta maaf pak rt , pemuda ini nama nya Dewa . Sebenar nya pemuda ini adalah teman putri saya Maya . Dia datang kemari untuk menemui Maya . Sesuai yang pak rt ketahui , kesibukan Maya membuat nya jarang berada di rumah . Hari ini pun dia juga tidak berada dirumah . Jadi sebagai tuan rumah yang baik , maka saya menemani Dewa disini ." elak bunda Maya kepada pak rt .
" Baiklah kalau begitu . Saya harap bunda Mayang tetap mampu menjaga batasan - batasan yang di terapkan di wilayah ini ." petuah dari pak rt lagi untuk mengingat kan bunda Maya .
" Iya pak rt , Dewa juga selalu pulang jam 8 malam . Maka nya sampai detik ini masih belum ketemu dengan Maya . mungkin jika urusan nya dengan Maya selesai , Dewa sudah tidak akan kesini lagi ." bunda Mayang berkata sambil melihat ke arah Dewa yang terlihat membeku memperhatikan bunda Mayang .
" Oh bunda Mayang ku sayang , aku ini adalah calon menantu mu . Mana mungkin aku tidak akan ke sini lagi ." gumam Dewa dalam hatinya .
" Ya sudah kalau begitu , semoga urusan nak Dewa dan Mayang cepat selesai . Saya permisi dulu . Assalamu alaikum ." pamit pak rt dan kemudian berlalu pergi meninggalkan rumah Maya .
" Iya pak rt terima kasih atas kedatangan nya . Waalaikum salam pak rt ." jawab bunda Mayang pada pak rt .
Selepas pak rt pergi , bunda Mayang langsung menatap ke arah Dewa .
" Lihat Wa , karena kedatangan mu ke sini membuat keluarga ku ini terkena masalah dengan masyarakat sini . " dengus Bunda Mayang dengan raut tak suka karena sudah didatangi oleh pak rt tadi .
" Maaf bunda , sebenar nya saya setiap hari kesini untuk pendekatan kepada keluarga bunda . Saya berharap bisa jadi bagian dari keluarga bunda . Saya menginginkan Maya untuk menjadi istri saya , apakah bunda merestui saya dengan Maya ." jelas Dewa dengan harap - harap cemas .
Di dalam hati Dewa , dia masih belum yakin bunda Maya sudah bisa menerima nya dengan lapang dada . Meskipun mereka sudah terlihat akrab , tapi masih begitu banyak hal perasaan yang belum bisa diungkap di permukaan .
" Harusnya dari awal kamu kesini , kamu sudah bilang sama saya Dewa kalau kamu menginginkan Maya . Maya itu sudah ada jodoh nya . Tidak mungkin dia akan saya berikan kepada mu ." ungkap bunda Mayang jujur dari dalam hati nya .
Bagai di hempas ke dasar jurang. Itulah yang dirasakan Dewa .
Dewa yang berusaha tegar tambah terlihat begitu rapuh . Hati nya remuk redam . Tapi mengingat ucapan Maya yang mengatakan tidak mempunyai calon suami , Dewa berusaha untuk merekat kan hati nya itu kembali .
" Apakah saya benar - benar tidak ada kesempatan bunda . Kata Maya dia belum punya pasangan , maka nya saya berusaha untuk mendekati nya ." tanya Dewa dengan mata yang terlihat begitu rapuh di hadapan bunda Mayang .
" Sebenar nya Maya sudah di jodohkan oleh almarhum ayah nya dengan satria . Dia adalah putra dari sahabat ayah Maya . Memang mereka belum ada yang bertemu . Karena saat ini satria sedang berada di luar negeri . Dia akan datang ke sini disaat ulang tahun Maya yang ke 23 tahun dan akan langsung membawa pulang Maya sebagai istri nya nanti . Jadi lupa kan lah Maya . Dia sudah ada yang punya ." jelas bunda Mayang kepada Dewa .
Tanpa bisa di duga , air mata Dewa langsung meluncur tanpa permisi . Hati nya benar - benar sudah hancur berkeping - keping . Harapan nya untuk memiliki Maya seperti nya benar - benar harus di kubur . Tapi hati nya tidak rela . Hati nya tetus menggumamkan nama Maya . Maya . Dan Maya .
" Bisakah bunda memberikan kesempatan kepada saya ? Saya benar - benar mencintai Maya ? Apa bunda tidak ingin Maya bahagia dengan cinta nya ." pinta Dewa dengan segenap hati nya kepada bunda Mayang .
Bunda mayang terlihat bimbang dengan keputusan nya untuk menikah kan Maya nanti di umur nya yang ke 23 tahun dengan satria . Mereka tidak saling mengenal . Tapi di sini Dewa membuka kan mata hati nya tentang Dewa dan Maya yang saling mencintai ( padahal masih belum seperti itu guys) .
Bunda Mayang juga menginginkan kebahagiaan untuk Maya . Bukan cuma menginginkan pengorbanan Maya.
Aaah bunda Mayang jadi tambah dilema .
" Hari ini aku tidak bisa memberikan keputusan apa pun pada mu Wa . Kepala bunda benar - benar pusing . Bisa kah kamu pulang dulu hari ini ?" pinta bunda Mayang pada Dewa .
" Baiklah bunda , kalau begitu Dewa pulang dulu . Titip salam untuk Maya ." pinta nya kemudian segera pamit undur diri .
Bisakah bunda Mayang menberi kan kebahagiaan untuk Dewa ????