Matahari terlihat masih malu-malu untuk menunjukkan sinarnya di pagi hari ini. Semburat kehitaman nampak menutupi sinar hangat sang Surya karena musim hujan sudah tiba untuk menunaikan tugasnya. Embun pagi masih menetes lembut dari dedaunan yang hijau. Dingin sisa hujan semalam terasa masih menusuk tulang.
Suara kendaraan Ikhwan sudah terdengar menggema membelah jalanan yang masih lenggang. ia hendak pergi ke pasar hari ini untuk menjual hasil panennya lusa kemarin. Apapun akan ia lakukan demi anak dan istrinya.
Sifat Ikhwan yang pantang menyerah itulah yang membuat putri sangat menyayangi suaminya itu. Terkadang saat suaminya tidur, putri sengaja memandang wajah Ikhwan dengan berlinangan air mata. Guratan garis sepanjang wajah lelah suaminya menggambarkan betapa keras usaha sang suami untuk membuatnya bahagia. Betapa capeknya hanya sekedar mencari nafkah untuk dia dan Nisa. Betapa berdosa dirinya yang sering membantah dan menuntut ikhwan untuk lebih lebih dan lebih. Doa tulus selalu tersemat dalam setiap tetesan air mata putri di setiap malam.
Sesampainya Ikhwan di pasar, ternyata lokasi pasar sudah cukup lumayan ramai dengan para pedagang yang sudah menawarkan barang-barang yang ia jual. Tak mau membuang banyak waktu lagi, ia kemudian segera mengambil posisi duduk di bahu jalan. Dengan karung bekas gandum yang di gelar, ia siap untuk menawarkan singkong-singkongnya.
...****************...
Jam 10:23
Brrrmmmm...hrmmmm
(Suara motor Ikhwan)
"Assalamualaikum..dek, aku pulang.." salam Ikhwan segera setelah memasukkan motornya ke dalam rumah.
"Loh kok sudah pulang mas? Gimana? Laku singkongnya?" Tanya putri sembari menyuapi putri kecilnya yang tak lelah berlarian kesana kemari.
"Hehehehe.. Alhamdulillah dek, laku semua. Langsung ludes!" Ujar Ikhwan dengan senyum yang lebar. ia langsung menangkap dan menggendong putri kecilnya.
"Alhamdulillah mas. Eh, kamu nggak lupa pesananku 'kan mas?" Tanya putri.
"Enggak lah dek, Emang buat apa sih kembang tabur ini dek?" Ujar Ikhwan…
Rumah Warisan
Masa Lalu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 33 Episodes
Comments
Khoirun Ni'mah
oh ternyata ibunya putri toh tega banget iparnya membunuh lestari
2022-10-20
1