Di hari baik bulan baik, di sebuah ranjang kecil rumah sakit tua peninggalan zaman kolonial, terlihat seorang anak perempuan berusia kurang lebih dua tahun. Bocah mungil nan cantik itu terbaring lemah di atas matras dipan kuno rumah sakit. Tangannya terus di genggam erat oleh sang ibunda tercintanya. Di hari baik bulan baik, tangis itu terus menerus mengalir hingga mengering seiiring lelapnya alam mimpi pergi membawanya. Bocah itu, terengah-engah hanya bergantung pada tabung dan selang yang menopang hidupnya.
"Nduk, bangun cah ayu. Ini budhe bawain sarapan buat kamu." Ucap budhe partiyah lembut menguncang tubuh putri yang terlihat kuyu.
"Budhe.." terlihat mata yang sembab itu mulai terbuka mengerjap perlahan.
"Sudah cuci mukamu dulu, baru nanti makan ini. " Tutur budhe lembut. Putri segera bergegas bangkit.
Baru saja sejenak membasuh diri yang sudah terasa lecek, putri di kejutkan dengan suara tangisan kencang dari Nisa. Sontak membuat putri segera berlari keluar dari kamar mandi yang letaknya masih di dalam ruangan kamar anaknya di rawat.
"Ada apa budhe? Nisa sayang, cup..cup..cup.." ujar putri segera menggendong hati-hati anaknya.
"Alhamdulillah nduk, Nisa sudah siuman." Tutur budhe mengelus dadanya.
Putri dengan segala upaya mencoba untuk menenangkan anaknya yang tengah menangis meraung-raung. Suaranya terdengar menggema dalam ruangan yang tak begitu besar itu. Tak berapa lama, beberapa suster berbaju putih datang dan mencoba untuk memeriksa kondisi Nisa. Terdengar tangisan bocah itu belum juga mereda. Suara itu terdengar menyayat hati siapapun yang mendengarnya. Baru saat suster itu menyuntikan obat ke infus yang tertancap di lengan mungil itu, tangisan Nisa perlahan mereda. Bocah itu kembali terlelap.
"Hikss...hikss...hiks..." Tangis putri kembali membuncah.
"Budhe tau bagaimana perasaanmu nduk, kita sama-sama berdoa ya." Ujar budhe partiyah memeluk tubuh lunglai putri.
"Budhe, kemana mas Ikhwan? Kenapa saat anaknya seperti ini dia tidak datang? Apa yang sebena…
Rumah Warisan
PatiGeni
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 33 Episodes
Comments
Yuli Eka Puji R
walahh hamil sampe tahunan anak jin apa anak menungso 😳😳
2023-01-11
0