Pengajian sudah di lantunkan hingga rampung. Putri yang sedari tadi hanya menyimak di dalam kamar pun sedikit merasa heran dengan suaminya. Tidak biasanya Ikhwan pergi tanpa mengabari dirinya hingga hampir satu hari penuh. Dirinya juga mulai kewalahan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari bibir mungil buah hatinya. Nisa sedari tadi terus menerus bertanya keberadaan bapaknya. Pertanyaan yang putri sendiri 'pun tidak tau jawabannya.
Hingga malam semakin beranjak kian larut. Tak seperti di kampungnya yang terasa sedikit lebih modern. Disini, di kampung suaminya ini, listrik belum sepenuhnya terpasang merata di setiap rumah. Kebanyakan mereka hanya mengandalkan genset yang setiap jam 9 malam sudah otomatis pasti sudah di padamkan. Memaksa setiap rumah menjadi gelap dan hanya kembali mengandalkan lampu minyak sebagai penerangan satu-satunya. Inilah salah satu alasan kuat juga mengapa putri terkadang sedikit enggan berkunjung ke kampung suaminya ini.
Di temani lampu petromax yang menempel di samping pintu kayu, putri masih hanyut dalam pertanyaan benaknya sendiri. Terlihat Nisa yang sudah tidur dalam pangkuan sang ibunda begitu nyaman dalam posisinya. Entah mengapa air mata putri menetes jatuh perlahan. Dalam isak lirih yang tertahan ia sekali lagi menangis. Hingga akhirnya ia lelah dan kantuk memeluknya membawanya ke alam mimpi. Di temani api lentera minyak yang terombang-ambing kala angin menerpa, air mata itu menetes meninggalkan seribu makna.
"Astaghfirullah..aku kesiangan." Ujar putri yang mengetahui hari sudah beranjak pagi.
Sinar mentari yang perlahan menembus dinding anyaman bambu yang menutup sebagian kamarnya. Membentuk tirai cahaya yang menjadi alarm jam alami. Putri segera tersadar akan anaknya. Di sentuhnya tubuh Nisa,
"Astaghfirullahaladzim.. Nisa demam!." Panik putri ketika menyentuh tubuh bocah berusia hampir dua tahun itu terasa panas sementara kakinya sangat dingin.
Tanpa menunggu lagi, ia kemudian segera membasuh muka dan bergegas menggendong buah hatiny…
Rumah Warisan
Bagai Lentera yang Tertiup Angin
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 33 Episodes
Comments
Ciaaaaa_sasaa🌻
Lah ksian bngt kalau anak nya Putri😭 knpa thor knpa dngan Nisa :(
2022-11-10
2
Risma Dwika
jangaaaaannnnn Nisa thor
2022-11-09
1