Dengan mata yang sudah terasa lelah, ia memandang nanar foto keluarganya. Sudah terhitung cukup lama ia di tinggal suaminya pergi ke luar kota untuk mencari sesuap nasi menjadi pemborong bangunan. Sang suami, Sudi hanya beberapa bulan sekali pulang untuk menengok anak istrinya dan itupun tidak lama karena kontraknya belum selesai. Tak dapat di pungkiri, rasa rindu akan sang suami begitu bergejolak dalam relung hatinya. Lestari hanya menghela nafas panjang sesaat. Hatinya belakangan ini terasa gundah dan tidak enak.
"Kangmas, aku rindu.." lirih lestari dalam hati.
Dokk..dok..dok..
(Suara pintu diketuk)
"Iyaaa.. sebentar.." teriak lestari bersegera membuka pintu depan.
"eh kang iman. ada apa kang?" ucap lestari tersenyum manis.
"Lestari..tolongin si juminten nduk.. dia panas banget badannya sampai kejang-kejang." Ujar iman, Kakak dari suaminya.
"Emang mbakyu sakit apa kang?" Tanya lestari heran. Pasalnya tadi pagi ia berpapasan dengan istri dari kang iman.
"Nggak tau lestari..coba kamu tengok dulu. Aku wedi (takut) jumintenku kenapa-kenapa." Tukas iman dengan nafas masih tersengal-sengal.
"Yaudah kang..nanti aku susul kesana. Sebentar ya kang, soalnya si dinda sepertinya sudah bangun." Tutur kata lestari.
"Aku tunggu ya nduk." Jawab iman dengan bibir menyengir senang.
Tanpa berpikir macam-macam, lestari segera berjalan dengan cepat menuju ke rumah iman dengan menggendong anak balitanya. Sementara putri di tinggal di rumah sendiri dengan satu rewang (pembantu) yang sesekali dalam seminggu membantu lestari dalam urusan rumah tangga. Suasana kampung masih terasa sepi walaupun ini masih siang hari. Dari satu rumah ke rumah yang lain berjarak cukup jauh dengan akses hanya jalan setapak yang membelah beberapa kebun yang rimbun milik mertuanya.
Dengan langkah cepat ia segera menuju rumah yang sudah terlihat di ujung matanya. Iman terlihat sedang duduk selonjoran di depan rumah. Ia melambai pada lestari yang berjalan sedikit tergopoh-gopoh hingga kakinya hampir saja terpleset…
Rumah Warisan
Memori Kelabu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 33 Episodes
Comments
Yurnita Yurnita
tunggu karma ny kang
2022-11-15
0
Ciaaaaa_sasaa🌻
Cihhh pria tua bermuka dua ternyata😑 jahat bngt ygy, tobat toh pak iman tobat
2022-10-21
3