Dalam detik yang berjalan lambat, Ngatno hanya terdiam membisu, bayangan akan dinginnya sel penjara saat itu berputar tepat di atas keningnya. Ia sadar, kata maaf saja tidak akan cukup untuk mengobati luka yang sudah terlanjur menganga. Detik pun mulai merasa gerah berloncatan kesana-kemari. Tiba-tiba..
Duaghhhrr..
Suara benturan terdengar menggema ke seluruh sudut ruangan. Iman dengan bergegas segera datang dan tiba-tiba saja menghantam pelipis lestari dengan gagang senapan angin milik ngatno. Lestari pun tergeletak dengan masih mendekap bayi mungilnya. Tangisan bayi itu tiba-tiba terhenti seketika. Detik 'pun bungkam seketika.
"Aku sudah pinjam mobil kang. Ayo bantu aku buang m*yat m*yat ini." Ujar iman menyerahkan kembali senapan angin milik ngatno.
Ngatno hanya terdiam mematung. Sepersekian detik kejadian itu membuatnya shock berat. Di hadapannya darah lestari menggenang. Bayi dalam dekapannya mulai bergeliat tak karuan hingga akhirnya berhenti dengan sendirinya. Air mata bayi itu terlihat masih basah. Seolah-olah ia sedang tidur dalam pelukan hangat seorang ibu.
"B*ngsat kau iman! Apa yang ada di otakmu sebenarnya! Kau memb*nuh lestari!" Hardik ngatno saat itu pada iman yang segera membungkus ibu dan anak itu dengan terpal plastik berwarna biru.
"Kau mau bantu atau nggak kang?! Kita sama-sama bersalah. Dan aku tidak mau di penjara kang." Ujar iman tetap melakukan aktivitasnya.
"Aku akan kubur mereka berdua dengan layak." Lirih ngatno mulai menitikkan air matanya.
"Karepmu (terserah) kang. Kau tidak lebih seperti aku." Ketus iman segera mengisyaratkan untuk membantu menggotong kedua tubuh itu ke atas bak mobil pick up.
"Hffftt..cuihh..kok bau kambing man?" Ujar ngatno sedikit keberatan.
"Adanya cuma mobil ini. Ayo cepetan keburu ada yang lihat." Tukas iman seperti orang yang tanpa dosa.
Ngatno hanya mengangguk terpaksa. Sebenarnya ia masih tidak tega dengan keadaan lestari saat ini. Ia tahu lestari masih hidup. Ia merasakan hembusan nafasnya yang pelan mengenai…
Rumah Warisan
Tanam Tuai
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 33 Episodes
Comments