Perpisahan Terakhir

Jam 08:31

"assalamualaikum, kulo nuwun .." lirih wanita tua itu sembari membawa panci kecil yang masih panas. Ia menggunakan kain bekas sebagai penghambat panas agar tidak merambat ke tangannya.

Krieeetttt..

"Walaikumsalam, Eh...mbok, silahkan masuk. Putri ada di dalam mbok." Jawab Ikhwan sembari membuka pintu lebar-lebar. Aroma wangi rempah-rempah membuat perutnya seakan berdangdutan ria.

Wanita itu tersenyum sembari segera berjalan cepat ke arah dapur di belakang. Putri terlihat sedang mencuci piring-piring sisa semalam.

"Kamu udah sarapan belum nduk, ini dimakan nanti sama suamimu sama si nisa juga. belum bangun to itu anak? Ini soto, simbok masakin spesial lho buat kamu." Ucap mbok tunem dengan meletakkan sepanci soto itu di meja dapur.

"Matursuwun (terimakasih) mbok, putri jadi nggak enak sama simbok. Dari dulu putri selalu ngrepotin simbok dan belum bisa bales apa-apa." Jawab putri sembari menghampiri mbok tunem yang sudah duduk di kursi kecil sembari memijat-mijat pelan kaki tua miliknya.

"Ndakpapa nduk, kamu ini sudah simbok anggap anak simbok sendiri." Tutur mbok tunem lembut dengan bibir yang sedikit pucat.

"Mbok, apa simbok sakit to? gini lho mbok, Rasanya aku pengen sekali pindah dari sini. aku sudah nggak betah rasanya di rumah ini." Ujar putri segera duduk lesehan menghadap mbok tunem dan ikut memijat-mijat kaki mbok tunem yang menurutnya terasa sedikit lebih dingin dari biasanya.

"Emang kenapa cah ayu? Kamu apa sudah nggak betah hidup disini?" Tanya mbok tunem sepertinya sudah memahami maksud perkataan putri sebelumnya.

"Kami sekeluarga, disini seperti nggak bisa hidup tenang mbok, jika aku sejak awal tau rumah ini menjadi sengketa, lebih baik aku nggak disini mbok." Jawab ikhwan mencoba menimpali.

"Simbok hanya bisa mendoakan kamu dan keluargamu wan, nduk apapun itu keputusan kalian, walaupun sejatinya berat bagi simbok. Tapi simbok juga ingin melihat keluarga kecil kalian bahagia." Ujar mbok tunem.

"Ini semua gara-gara kakekmu dulu nduk, kamu jadi k…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Risma Dwika

Risma Dwika

mbo tunem meninggal selagi memasak kah?

2022-10-30

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!