Jam 05:13
Mentari terlihat masih malu-malu untuk menampakkan sinarnya. Kilauan tipis keemasan mewarnai pelupuk sudut dedaunan yang mulai tumbuh. Tetes sejuk embun masih menetes suci di ujung-ujungnya.
Deru suara bising knalpot motor butut Ikhwan menembus sunyinya subuh. Berjalan menggelinding perlahan menapaki kabut pagi. Segala perlengkapan sudah di bawa Ikhwan beserta keluarga kecilnya. Nisa pun masih terlihat betah terlelap dalam dekapan putri.
Jam 08:11
Denting jam perlahan berganti angka. Mentari pun kini kian perkasa meninggi di atas kepala. Hangatnya terasa erat memeluk sukma. Kini Ikhwan dan keluarga telah sampai di tujuan mereka setelah hampir 3 jam lebih berkendara. Pegal dan kebas lumayan Ikhwan rasakan karena harus berkendara lumayan jauh di tengah pagi yang masih buta. Namun semua terbayar tatkala melihat rumah sederhana peninggalan orangtuanya dahulu yang kini di rawat oleh kakek Ikhwan sendiri.
"Assalamualaikum, mbah." Salam Ikhwan ketika melihat sosok laki-laki tua yang sedang berbaring sembari mendengarkan radio tuanya.
Laki-laki berusia sekitar 70 tahun itu masih terlihat gagah meski sudah berumur setengah abad lebih. Kulitnya hitam terbakar matahari. Otot-ototnya yang semula besar dan berisi, kini telah kendur termakan usia renta. Rambutnya kian memutih seluruhnya dengan jenggot yang dibiarkan panjang tak terawat. Ikhwan memandangi kakeknya itu dengan perasaan rindu yang teramat dalam.
"Lho kowe to le, kapan nggonmu teko? Iki putuku to? Walah wis gedhe jebul nduk, wah ayu tenan putuku. (Lho kamu to le, sejak kapan kamu datang? Ini cucuku to? Wah, sudah besar rupanya nduk, benar-benar cantik cucuku.)" Ujar mbah iran dengan wajah yang tak lagi dapat membendung air matanya.
"Tak kiro wis lali omah kowe le...hikss..hikss...(aku kira kamu sudah lupa rumah le,)" ujar mbah iran kemudian memeluk cucunya dengan haru. Yang kemudian diikuti oleh putri yang mencium tangan kakek iran dengan takdzim.
"Ayo masuk nduk, ajak masuk wan, anak istrimu. Simbahmu di da…
Rumah Warisan
Kampung Halaman
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 33 Episodes
Comments
Risma Suwandi
lanjut Thor penasaran 🤭
2022-11-07
0
Tety Novianty
nanggung
2022-11-06
0