Di hutan tandus yang tak berujung, ngatno masih merasai nasib jiwanya yang luntang-lantung tidak jelas. Gambaran orang-orang terkasih berbaur dengan segala kesalahan yang pernah ia lakukan dengan sengaja. Terbayang di pikirannya, wajah sang istri yang tengah menangis kecewa terhadap dirinya. Dimana anak-anaknya saat ini? Apakah mereka mau membantunya dengan mengirim doa untuknya? Kecewa, menangis, menyesal menjadi satu dalam setiap tetes air mata yang tak henti-hentinya ia kucurkan.
Angan-angan kembali melayang ke belakang. mundur jauh saat dirinya ingin mengajak iman pergi berburu untuk menghabiskan waktu luangnya.
"Senapan sudah, nasi bungkus sudah, minum sudah, tinggal ngajak si iman berangkat. Mumpung istri anaknya lagi pergi. Hehehe. Dasar suami-suami takut istri." Ucap iman sembari menggendong tas besar bekal dan menenteng senapan angin miliknya.
"Mau kemana pak? Kok bawa tas besar banget? Mau minggat?" Cecar istrinya yang memang terkenal cerewet.
"Sudah diam saja! Ini urusan laki-laki buk. Aku mau pergi ke alas (hutan) mau berburu." Tukas ngatno bergegas berjalan meninggalkan istrinya yang terlihat cemberut.
Ngatno sesekali bersenandung riang sembari menyusuri jalan setapak yang membelah kebun pisang dan singkong. Hingga tak lama kemudian, ia muncul di seberang jalan, tepat di depan rumah iman. Aneh, karena tak biasanya pintu rumah itu tertutup dan tak mungkin jika iman pergi ke sawah. Terlebih ia tahu jika iman baru saja panen padi dua hari yang lalu. Karena penasaran ngatno pun mendekati rumah itu. Rumah yang di sekelilingnya di kelilingi kebun kopi dan pisang milik iman.
Dari luar lirih ia mendengar sayup-sayup suara rintihan. Deg! Hati ngatno berdesir tiba-tiba. Merinding seluruh tubuhnya seketika.
Cklekkkk..
Pintu depan ternyata tidak di kunci, ia segera masuk dengan mengendap-endap. Takut jikalau ada hal-hal buruk yang mungkin sedang di alami oleh iman. Namun betapa terkejutnya ia tatkala melihat hal yang membuat jantungnya seakan berhenti berdegup.
Wa…
Rumah Warisan
Cerita Sang Waktu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 33 Episodes
Comments