Setelah mendapat surat kaleng tengah malam, Pak Surya tidak bisa tidur kembali hingga keesokan harinya. Beliau sungguh bingung apa yang harus dilakukan. Karena untuk menyelidiki ini pun, beliau tidak tahu memulai dari mana dan siapa yang beliau curigai. Sungguh beliau tidak bisa melakukan apa pun sebelum mendapat titik terang atau setidaknya seseorang yang mungkin bisa dicurigai olehnya.
Baru saja keluar dari kamar mandi, Pak Surya sudah dikejutkan dengan suara teriakan dari istrinya. Beliau bergegas keluar kamar dan mendekati arah sumber suara.
"Ada apa, Bu?"
Bu Niken tidak sanggup mengucapkan sesuatu. Beliau hanya menjawab pertanyaan suaminya dengan menunjuk lantai. Pak Surya refleks mengikuti gerak tangan istrinya.
Pak Surya tak kalah terkejut dengan apa yang beliau lihat. Beliau ingat betul benda apa yang tergeletak di lantai. Sebuah sertifikat, jam tangan, dan sebuah foto Pak Surya dengan seorang pria saat menghadiri sebuah rapat. Dan beliau ingat betul, rapat tersebut adalah rapat terakhir dari seseorang yang berada di foto tersebut.
"Siapa yang ngirim ini, Bu?"
"Nggak tahu, Ibu buka pintu udah ada di teras terbungkus rapi di kotak kado gitu. Ibu buka isinya begituan. Refleks Ibu teriak. Itu, kan karyawan Ayah yang udah meninggal belasan tahun yang lalu." Bu Niken menjawab dengan nafas yang sedikit memburu.
Pak Surya memanggil salah satu pekerja rumahnya dan meminta untuk membuang semua barang yang tergeletak di teras. Setelah itu beliau mengajak istrinya untuk masuk ke kembali ke dalam rumah. Memberikannya segelas air dan menenangkan istrinya dengan sentuhan dan kalimat-kalimat penenang, meskipun sebenarnya beliau sendiri sedang ketakutan.
Di tengah rasa takutnya itu, Pak Surya menerima panggilan lagi-lagi dari nomor yang tidak di kenal. Beliau lalu melipir sejenak dari istrinya, beliau takut jika yang menelepon adalah orang yang sama dengan yang menghubunginya kemarin. Dan ternyata ketakutannya memang benar-benar terjadi.
"Aku yakin kau masih ingat d…
Siapa Sebenarnya Suamiku?
8. Siapa Arum
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 59 Episodes
Comments