"Rinjani, bagaimana kamu bisa ada di sini, mau ngapain?" Pak Surya akhirnya bersuara setelah puluhan detik berlalu.
"Seharusnya aku yang nanya sama Ayah. Ayah ngapain nangisin makam orang?" Pandangan mata Rinjani lalu turun ke arah tangan Pak Surya.
Tak ingin banyak bertanya dan membuang waktu lebih banyak, ia mengambil foto itu. Pak Surya yang tidak terlalu fokus dengan situasi tak mampu mempertahankan benda keramat itu.
"Rinjani kamu jangan salah paham. Itu foto teman baik Ayah."
"Jadi perempuan ini teman baik Ayah? Ini adalah perempuan yang sama dengan foto yang pernah dikirim ke rumah. Ayah bilang itu hanya editan, lalu sekarang teman baik. Ayah menitipkan janin ke dia, Ayah punya anak sama teman baik Ayah? Pengkhianatan macam apa ini, Yah? Apa perempuan ini juga yang namanya Arum? Yang pernah Ayah tanyakan ke Rayan? Ini orangnya? Iya, mereka orang yang sama? Jawab aku Ayah! Kenapa Ayah diam?" Rinjani sedikit histeris dengan mata yang sudah bercucuran cairan bening.
"Sayang, tenanglah. Bicarakan ini di rumah, nggak baik bertengkar dan berteriak di makam seperti ini."
"Ayah tahu dia siapa? Ayah tahu siapa Arum? Dia adik dari besan Ayah. Dia tantenya Dave. Bedebah macam apa ini?"
Rinjani tak menghiraukan kalimat penenang dari suaminya. Ia masih tersulut emosi dan belum bisa mengendalikannya dengan baik. Kecewa, sakit hati, dan kesedihan yang medesak perasaannya kini berjejal dalam dirinya dan sulit untuk ia redam.
Belum usai dengan keterkejutan yang dialami sebelumnya, Pak Surya kini kembali dikejutkan dengan fakta baru. Beliau sungguh baru tahu jika Bu Arum dan Dave punya ikatan darah. Saking syoknya, beliau merasa sesak, pasokan udara terasa tak ada.
Semua masih bungkam saat Rinjani merasa sakit di kepala dan tak lama kemudian semua terasa buram dan, "Sayang kamu kenapa? Bangun, hey." Rinjani merasa tubuhnya sedang ditahan oleh tangan suaminya. Ia juga merasakan tepukan pelan tangan lembut pria itu. Tapi sayangnya ia terasa sulit untuk membuka mata.
°°°
M…
Siapa Sebenarnya Suamiku?
39. Awal Dari Pembalasan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 59 Episodes
Comments