50. Sialan Kau, Dave!

"Raga!" Dave membuka pintu seraya berteriak memanggil orang yang selama ini tinggal bersama dengan sang adik. "Apa nggak ada temen Rayan yang ke sini sebelum dia pergi?" tanyanya begitu orang yang dipanggil muncul di hadapannya.

"Nggak ada. Aku juga baru sadar ini aja chat terakhir kali satu minggu yang lalu. Pas izin mau nginep di rumahmu. Ya karena aku udah dapat pesan itu, ya, udah aku nggak lagi cari tahu kabar dia. Lagian, kan, aku mikirnya dia bersama kakaknya untuk apa aku tanya-tanya kabar lagi. Emang kenapa sih, Dave? Dia kabur dari rumah?"

"Masalahnya tuh Rayan sama sekali nggak datang ke rumah. Rinjani yang 24 jam di rumah aja, juga bilang Rayan sama sekali nggak datang. Gimana dia mau nginep kalau datang aja nggak?"

Dave menggeram frustasi. Ia bingung harus mencaritahu di mana keberadaan sang adik. Ia tidak kenal temannya, hanya Pak Jim yang sedikit banyak tahu soal pergaulan Rayan.

"Lebih baik kau datang ke sekolahnya dan tanya ke teman-temannya. Barangkali ada yang melihat Rayan di mana gitu."

Saking paniknya Dave sampai tak terpikir ke arah sana. Kepalanya begitu berjejal tak karuan. Ia hanya takut terjadi apa-apa dengan pemuda yang ia anggap adik kandungnya itu.

Dave tanpa banyak bicara lagi akhirnya kembali melipir pergi. Namun baru beberapa langkah berjalan, kakinya dihentikan oleh suara Raga, "Aku ikut nyari dia," ujarnya kemudian.

"Kau yakin? Kaki mu baru saja bisa dipakai berjalan."

"Yakin. Aku juga sama khawatirnya seperti dirimu."

Dave hanya menjawab anggukan. Kedua pria itu berlalu dari sana. Entahlah, hubungan mereka seakan tidak pernah terjadi apa-apa. Seakan tidak pernah ada konflik yang besar, padahal kedua pria itu adalah tersangka pembunuhan dengan korbannya, tapi jika dilihat dengan mata telanjang, kedua laki-laki itu seakan sahabat yang tak terpisahkan.

Di tengah perjalanan ponsel Dave berdering degan nyaring. Ia segera menggeser icon berwarna hijau begitu membaca siapa nama yang menghubunginya.

"Kau ke mana saja? Apa saja yang…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!