"Pak Jim. Aku percayakan Rayan padamu! Kejadian ini yang terakhir. Jangan sampai ada yang melukai adikku lagi."
"Baik, Tuan."
Dave lalu membalik tubuhnya dan berjalan ke arah Rinjani yang terus menangis. Entah apa yang ia tangisi. Sementara ibunya setia merangkulnya dengan wajah tegar meski hancur lebur di hatinya sangat terasa. Bayangkan saja, apa yang beliau ketahui hari ini sungguh menyakitkan dan rasa sakitnya tidak bisa dijabarkan dengan apa pun, bahkan dengan tangisan sekalipun.
"Rinjani. Aku sudah membuatmu menangis? Untuk pertama kalinya aku mengatakan maaf pada orang lain. Maaf sudah membuka kenyataan yang mungkin salah di mata kamu, salah juga di mata Ibu. Sakit hati ku saat ini jauh lebih sakit dari sakit yang kalian rasakan saat ini. Masa kecil yang direnggut, hidup tanpa orang tua, dan harus bekerja keras untuk diriku sendiri. Aku yakin kalian akan merasakan dan paham menjadi aku tanpa kalian harus mengalami hal yang sama sepertiku. Aku nggak akan ngomong banyak, aku cuman mau kasih pesan ke kamu. Kalau kamu nggak mau merawat anak kita tolong jangan dibuang, berikan saja pada Pak Jim. Biar dia yang rawat." Rinjani semakin terisak dengan ucapan Dave. Pria itu lalu merendahkan tubuhnya agar sejajar dengan perut istrinya yang menyembul keluar. Ia raba perut itu dan,
"Adek, maafin Ayah, ya Nak. Ayah sepertinya tidak akan bisa lagi sapa kamu di dalam sana. Ayah juga nggak bisa menyambut lahirnya kamu nanti. Ayah minta maaf, ya. Nggak bisa lagi jagain Bunda. Mulai hari ini jangan repotin Bunda lagi, ya. Jangan bikin Bunda sakit banget nanti kalau kamu mau lahir. Janji jangan nakal, ya." Pria itu mengecup lama perut istrinya. Dan beberapa kali terdangan sangat terasa di bibir Dave.
Sementara Rinjani hanya terdiam dalam isakan. Entahlah, ayahnya sudah terbunuh oleh tangan suaminya sendiri. Tapi rasa sakit dengan kenyataan sang Ayah di masa lalunya sudah memenangkan hati Rinjani untuk tidak memikirkan lagi ayahnya. Sepertinya rasa tangisnya lebih dominan pad…
Siapa Sebenarnya Suamiku?
55. Hari Penuh Air Mata
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 59 Episodes
Comments