22.

"Ha? Ah nggak, Mas. Ini ada kabar temen aku ada yang meninggal karena di bunuh. Aku menenangkan diriku sendiri untuk tidak takut. Kamu tahu sendiri, kan, banyak orang meninggal dengan cara yang tidak wajar dan pelakunya belum ditemukan. Itu membuat aku sedikit takut ke mana-mana." Rinjani menghampiri suaminya lalu merapikan kemejanya yang sebenarnya tidak apa-apa.

Dave menyunggingkan senyum seraya menyodorkan sebuah dasi agar dipasangkan oleh istrinya seperti biasanya.

"Makannya kalau mau ke mana-mana jangan sendirian. Kasih tahu aku, biar aku yang antar. Sesibuk apa pun aku, akan selalu ada waktu buat kamu."

"Apa pergi sama kamu bisa menjamin keselamatan aku?"

"Seenggaknya kamu nggak sendirian, Sayang," bisik Dave di telinga Rinjani.

Rinjani merasakan aura yang berbeda saat bisikan itu terdengar di telinganya. Suara Dave pun seperti menyeramkan baginya. Menguasai diri sendiri dan melawan rasa takut adalah pilihan satu-satunya yang bisa ia pilih.

"Aku sudah tahu gelagatmu, lebih baik kita turun dan sarapan nasi, jangan yang lain," ujar Rinjani mencubit perut suaminya pelan.

Dave hanya tertawa kecil mendapat cubutan dari istrinya. Ia lalu merangkul pundak Rinjani untuk ia bawa ke meja makan. Ia sudah tak sabar ingin melihat raut wajah apalagi yang akan ditunjukkan oleh Ayah mertuanya. Mengingat ia semalam berulah kembali dengan meletakkan sebuah foto berukuran besar yang ia bingkai indah dan terpasang di dinding kamarnya.

Begitu sampai bawah, sepasang suami istri itu masih belum mendapati kedua orang tuanya berada di meja makan. Pandangan Dave dan asisten rumah tangga bertemu saat wanita paruh baya itu meletakkan lauk pauk di atas meja makan.

Hanya dengan tatapan lama dan tanpa kedipan, wanita itu seakan mengerti apa yang dipertanyakan oleh Dave. Dengan sekali anggukan pelan namun tegas, Dave menyunggingkan senyum tipisnya.

"Ibu sama Ayah belum bangun kah? Coba kamu lihat Sayang, nggak biasanya mereka telat bangun."

Rinjani hanya mengangguk dan berjalan ke ka…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!