Hari masih pagi, bahkan matahari masih nampak malu-malu menunjukkan sinarnya, tapi Rinjani sudah menghabiskan waktu di balkon dengan melamun. Semuanya begitu rumit baginya. Pagi yang seharusnya mereka gunakan untuk membicarakan permasalahan kemarin kini harus ditunda entah untuk berapa lama.
"Kapan masalah ini akan selesai kalau berlarut-larut seperti ini terus?"
"Apa pun akan tetap selesai jika Tuhan sudah berkehendak untuk selesai. Ayahmu tidak pulang semalam, Ibu udah hubungi nomor teleponnya, tapi nggak bisa dihubungi dari semalam juga." Bu Niken berjalan mendekati sang anak dan berdiri di sampingnya.
"Terus apa lagi yang harus kita lakukan? Ibu merasa nggak, sih? Apa yang dilakukan Ayah ini secara tidak langsung membenarkan apa yang yang terjadi dan lagi pula kalau Ayah nggak kabur pun aku dengan jelas mendengar kalau Ayah punya anak lain dari wanita lain."
"Kita harus cari tahu anak itu, bisa saja teror yang dikirim selama ini memang dari dia. Menuntut balas karena tidak diperdulikan oleh Ayah kandungnya sendiri."
"Bagaimana dengan teror Pak Nurdin? Apa ada hubungannya juga dengan Pak Nurdin? Apakah kematiannya bukan karena bunuh diri?"
Bu Niken menghembuskan napas berat, terlalu sulit untuk memahami ini semua tanpa tahu masa lalu dari suaminya. Beliau yang mengira suaminya adalah orang yang baik dan tak macam-macam dan kini tiba-tiba sedikit demi sedikit terbuka. Bukankah ini cukup mengagetkan?
"Bu, apakah ada orang yang bisa kita tanyai? Kita terlalu sulit untuk mencari bagaimana Ayah di masa lalu. Semuanya begitu rapi sampai kita aja nggak tahu kalau Ayah punya anak dari wanita lain."
Rinjani kembali menatap dedaunan yang digoyangkan oleh angin. Mereka cukup berisik karena bergesekan dengan daun lainnya. Tidak mendengar jawaban dari ibunya membuat Rinjani kembali berpikir apa saja yang sudah ia lakukan untuk menyelidiki ini. Hingga akhirnya ingatannya kembali pada penyelidikannya saat bersama Rey di ruangan bawah tanah.
"Bu aku mencurigai sesuatu. Ibu…
Siapa Sebenarnya Suamiku?
44. Kembali Ke Ruang Bawah Tanah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 59 Episodes
Comments