Setelah dengan susah payah mengatur semua barang belanjaan Nining, tiba-tiba keduanya terkejut bukan main setelah melihat siapa yang Tengah berdiri di hadapan masing-masing.
"Kauuu!" serentak mereka mengucapkan ketidak percayaan. Sejenak barang-barang itu terlupakan, kedua pasang mata saling menatap mencerna kenyataan yang begitu mendadak.
Tidak ingin membuang waktu lebih lama, Nining segera mengalihkan pandangannya dan dengan cepat berbalik meninggalkan pria itu. Namun pria yang baru saja menyadari kalau wanita itu merupakan seseorang di masa lalunya, dalam sekejap segera menahan pergelangan tangan Nining.
"Nining, tunggu sebentar!" serunya dengan raut wajah penuh harap.
Tampak Nining menunjukkan raut wajah kesalnya terhadap sosok yang selama ini selalu ingin ia hindari. Dia selalu berdoa agar tak pernah lagi bertemu dengan lelaki yang telah melukai hatinya, namun entah mengapa takdir mempertemukan mereka kembali di saat yang tidak terduga ini.
"Ada apa? Cepatlah katakan! Aku sedang terburu-buru, Tuan." Nining berkata dingin.
Bukannya menjawab, pria itu malah menatap Nining dengan pandangan yang rumit, dan tentu saja membuat lining bertambah sebal. Segera Nining menyentak tangannya kasar, sehingga genggaman si pria tersebut langsung terlepas.
"Jika anda hanya akan membuat waktu saya terbuang sia-sia, lebih baik anda membeli deterjen saja Tuan, supaya Anda dapat berpikir dengan jernih, bukan malah menatap saya seperti itu." jelasnya ketus
"Hahaha. Sejak dulu hingga sekarang, kamu tidak juga berubah, Nining. Lidahmu sungguh tajam dan wajahmu terlihat begitu angkuh. Setelah aku lihat-lihat, semua yang melekat di tubuhmu serta barang belanjaanmu, memiliki harga yang cukup mahal. Entah mengapa aku menjadi curiga! Bolehkah aku mengetahui siapa pria yang sudah menampung wanita kampung sepertimu?" ucapnya mencemooh.
"Sama sekali bukan urusan anda." sahut Nining acuh lalu melangkahkan kaki ingin secepatnya pergi dari sana.
"Ck. Sombong sekali! Ingatlah Ning, Kau hanya memil…
Mengapa Harus Dia?
tabur tuai.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 49 Episodes
Comments