Di sepanjang jalan menuju sungai, Chelsea tidak berkata sepatah kata pun, iya hanya diam tak bergerak bahkan ketika Andrean terus saja mengoceh dan bertanya banyak hal kepadanya.
Andrean jadi bingung sendiri menghadapi sikap Chelsea yang sungguh tidak seperti biasanya, Gadis itu akan selalu memiliki banyak jawaban dan memperdebatkan sesuatu yang menurutnya benar. Tapi sekarang ada apa? Atau iya sedang berpuasa tidak berbicara? Ataukah Andrean salah ngomong tadi? Entahlah, semua itu hanya dia dan Tuhannya yang tahu.
Setelah sampai senyum Andrean merekah melihat air jernih melewati bebatuan yang hanya pasrah saat terkena arus. Nuansa alam yang masih asri dan udara segar membuat siapapun akan merasa nyaman, terdapat pepohonan di pinggirnya serta ikan-ikan yang berenang ria semakin menambah keinginan besar untuk segera berendam di dalamnya.
"Nah ini dia tempatnya! Kau duluan yang mandi atau aku?" Tanyanya sembari menurunkan Chelsea mendudukkan di atas batu.
Namun Chelsea tidak menjawab perkataan Andrean, wajahnya datar dan bola matanya tampak kosong.
"Chelsea! Ayo mandi! Apa kau mendengar aku?" lagi-lagi Andrean bertanya tetapi hasilnya tetap sama seperti sebelumnya, entah apa yang sedang ia pikirkan saat ini.
"Halo dunia tipu-tipu! Jangan melamun terlalu lama, kau harus segera mandi karena tubuhmu sangat bau. Sampai-sampai aku saja malas dekat-dekat denganmu."
Andrean mengajak Chelsea bercanda, dengan mencipratkan air ke wajahnya. Chelsea terkejut, dan sesaat kemudian ia menunduk dan buliran air mata keluar dari sudut matanya membasahi wajah ayu nya.
Melihat sikap Chelsea Andrean bertambah bingung. Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal, beribu pertanyaan timbul di dalam hati ada apa dengan dia?
"Ada apa? Kenapa kau menangis Chelsea?" pria itu mendekat dan memeluk Chelsea lembut, mencoba menenangkan walau ia tak tahu apa yang tengah dia rasakan.
Beberapa saat berlalu hanya ada keheningan diantara keduanya. Cacing dalam perut Andrean berbunyi nyaring minta diberi makan,…
Mengapa Harus Dia?
Diam.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 49 Episodes
Comments