Setibanya Andrean di depan pintu kamar mereka, satu tangannya terulur untuk mengetuk pintu. Tok tok tok.
"Chelsea, aku datang! Buka pintunya! Cepatlah? Aku udah lapar banget nih." Tapi tak ada jawaban. Iya menekan gagang pintu ternyata tidak dikunci, dia melangkahkan kaki menutup pintu kembali dan mengedarkan pandangan ke sudut-sudut ruangan mencari keberadaan Chelsea.
Terdengar suara senandung kecil dan percikan air dari dalam kamar mandi yang cukup sederhana, menandakan Gadis itu Tengah menunaikan ritual bersih-bersihnya.
Andrean segera duduk pada kursi kayu, yang di depannya terdapat meja kecil untuk menikmati makanan yang baru ia beli, tak lupa ia menyisihkan bagian untuk Gadis sensian itu.
20 menit kemudian, Andrean telah menyantap habis makanannya lalu membereskan sisanya, begitu juga dengan Chelsea sudah selesai mandi dan langsung keluar hanya menggunakan handuk kecil untuk menutupi tubuh seksinya.
Aroma sabun yang begitu segar menyeruak ke dalam indra penciuman Andrean, serta rambut Chelsea yang basah menetes di lantai membuat Andrean tak berani mengangkat pandangannya menatap ciptaan indah yang malahan menuju ke arah Andrean. Ya Tuhan! Lagi-lagi iman Pria casan Nova itu akan diuji.
"Kak Aan! Aku nggak punya baju ganti, semua barang-barangku tertinggal di tempat rehabilitasi alias tempat terkutuk itu. Apa kau punya kemeja dan celana panjang untuk kupakai?"
Dia meneguk ludah kasar. Kedua kue bakpao seolah menyapa Andrean dan berkata: "halo! Apa kabar?"
Andrean meletakkan kepalanya di atas meja menutup rapat kedua mata benar-benar tak ingin membangkitkan sesuatu. Ia sudah berjanji kepada dirinya sendiri akan menganggap juga menjaga Chelsea seperti adiknya Jessie.
"Tidak ada. Eh, tapi ada deng. Cari saja di dalam tasku!" ucapnya cari aman.
"Kau berbicara kepada meja atau denganku? Biasakan saat Tengah berbicara dengan orang lain kau mengangkat wajahmu bodoh! Dasar kau tak tahu tata krama, harusnya sebagai seorang yang masih memiliki penglihatan kau mengetahui…
Mengapa Harus Dia?
Gara-gara bra.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 49 Episodes
Comments