"bukankah kamu tadi sedang mencari handphone mu? Ini, ambillah! Kakak sudah menemukannya di bawah bantalmu."
Andrean segera menyodorkan HP ke tangan Chelsea yang terlihat sedang menahan sesuatu. Dia ingin melihat hal apa yang akan Gadis itu lakukan setelah ini.
"Terima kasih Kak Aan. Tolong buatkan teh hijau untukku Kak! Aku sangat haus. Bolehkah, Kak?" Perintah Chelsea supaya Andrean bergegas pergi memetik daun teh yang berjarak berkisaran 20 meter dari gubuk.
"Oh astaga, ternyata kamu sedang haus ya? Pantas aja dari tadi kayak nggak tenang gitu. Ya udah tunggu sebentar ya Kakak buatin dulu. Oke?" ucap Andrean mengacak-acak rambut Chelsea.
"Hm, hati-hati ya Kak." Setelah Andrean keluar dengan terburu-buru Chelsea mencari kontak seseorang di ponselnya,, setelah ketemu ia pun memanggil pemilik nomor tersebut sambil menggerutu tak jelas.
"Halo! Kenapa barangnya belum sampai juga? Aku mohon cepatlah! Aku sangat membutuhkannya pada saat ini."
"Lo ini apa-apaan sih? Tadi kurir gue udah nganterin ke tempat lo." Jawab seseorang di seberang sana.
"Maksud kamu apa? Tapi aku nggak ada nerima apa-apa dari tadi, apa mungkin orang suruhan mu salah alamat?" ucapnya bergetar.
"Nggak salah kok. Masa lo lupa sih? Jelas-jelas tadi lo udah ngasih uang bayarannya kepada kurir gue. Udah dulu ya pokoknya gue udah serahin tuh barang sama lo tadi masalah nyampe atau enggaknya itu urusan lo, bukan urusan gue lagi" kemudian sambungan telepon tersebut terputus.
"Halo! Halo? Apa kau mendengar suaraku" Chelsea mencoba menghubungkan ulang, memang diangkat tetapi tidak ada suara yang menyapa dirinya.
Dengan begitu kesal, Chelsea meremas telepon genggam di tangannya sambil menggertakkan gigi. Atau yang dikatakan orang itu memang benar? Apakah Andrean telah menerima serta melunasi ganja dan sabu yang telah dia pesan? Kalau Pria yang bersamanya itu sudah menerimanya, kenapa Andrean tidak memberikan bungkusan itu kepadanya? Chelsea berpikir keras dan menduga-duga.
Tak berselang lama terdengar bunyi…
Mengapa Harus Dia?
Kisah Chelsea.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 49 Episodes
Comments