"Oooo. Yang mulia Raja kita sudah terbangun dari tidur nyenyaknya! Apa mimpimu begitu indah yang mulia Raja? Pamanmu ini sudah cukup lama menunggumu untuk bangun, keponakanku. Aku hampir lupa, kapan terakhir kali Dkita bertemu? Sekarang kau sudah beranjak dewasa dan sangat tampan seperti Ayahmu."
Sesosok pria yang dia kenali itu menyeringai sinis. Menatap penuh kebencian Andrean di hadapannya, dendam besar tampak jelas menghiasi wajah sangar yang sebagian mulai keriput dimakan usia.
"Paman! Kau?" Andrean sungguh bingung menyaksikan pemandangan di hadapannya.
"Iya! Ini aku. Senang dapat bertemu denganmu keponakanku. Pasti sekarang hidupmu sangat bahagia bukan? Setelah Johan sialan itu menghancurkan hidupku"
"Maksudmu? Aku benar-benar tak mengerti." Andrean bertambah bingung saat langkah lebar Pria itu mendekat disertai Angkara murka yang nyata.
"Kau tampak sungguh menakjubkan bila menunjukkan wajah bodoh seperti itu. Santai saja nak! Yang kuinginkan hanya satu saja, apa kau mau tahu?"
Pisau lipat namun sangat tajam diambil dari balik jaket yang dia kenakan bersiap menyerang tanpa ampun, sepertinya dendam masa lalu sangat membekas hingga menembus batin lelaki paruh baya ini, karena sedari awal netranya seolah mengatakan kalau dia begitu menginginkan kehancuran pemuda di depannya.
"Diam di tempatmu! Apa yang kau inginkan sebenarnya?" Andrean berujar guna mengundur waktu dan sekaligus penasaran akan niat serta jawaban dari mulut adik Ayahnya itu.
"Kehancuran keluarga besar Johan Pratama." jawabnya menggertakkan gigi.
"Tapi mengapa kau melakukannya Paman? Apa salah satu dari kami pernah menyakiti Paman? Bila ada masalah selesai kalah secara baik-baik, bukan bersikap bagaikan pengecut." Perkataan yang terlontar amat membuat Aryo semakin mendidih.
"Diam kau anak kecil! Jangan mengataiku! Aku cuma menginginkan satu hal sederhana saja, yakni membuat Johan Kakakku tersayang menderita seperti apa yang dulu aku alami dengan melampiaskan segalanya kepada dirimu. Sebagai anak yan…
Mengapa Harus Dia?
rasa berbeda.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 49 Episodes
Comments